Makna Pohon Angpao saat Perayaan Imlek, Penuh Doa dan Harapan Baik

Pohon angpao menjadi salah satu dekorasi rumah yang selalu terpajang saat perayaan Imlek. Tahun Baru Imlek adalah hari spesial yang dinanti-nantikan oleh warga keturunan Tionghoa. Ada beragam cara yang biasa dilakukan saat menyambut tahun baru ini, salah satunya menghias rumah dengan pohon angpao.

Jevi Nugraha
Oleh Jevi Nugraha - Reporter
Makna Pohon Angpao saat Perayaan Imlek, Penuh Doa dan Harapan Baik
Ilustrasi Imlek. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/szefei

Pohon angpao menjadi salah satu dekorasi rumah yang selalu terpajang saat perayaan Imlek. Tahun Baru Imlek adalah hari spesial yang dinanti-nantikan oleh warga keturunan Tionghoa. Ada beragam cara yang biasa dilakukan saat menyambut tahun baru ini, salah satunya menghias rumah dengan pohon angpao.

Angpao sendiri merupakan amplop merah yang berisi uang dan dibagikan saat perayaan Imlek. Tidak hanya sekadar memberi uang, angpao juga menjadi simbol keberuntungan di masa yang akan datang. Dengan memberikan angpao ini, warga Tionghoa berharap agar diberi kemudahan saat mencari rezeki dan penuh keberuntungan.

Adanya pohon angpao di rumah saat perayaan Imlek tentu akan membuat suasana menjadi lebih meriah dan hangat. Di balik keunikan pohon angpao terdapat makna dan harapan baik di dalamnya. Berikut makna pohon angpao yang merdeka.com lansir dari Liputan6.com dan sumber lainnya:

Pohon angpao adalah salah satu pernak-pernik khas Imlek yang biasa dipajang di ruangan rumah. Angpao sendiri merupakan bingkisan amplop merah, yang di dalamnya terdapat sejumlah uang. Kata angpao sendiri merupakan terjemahan dari Bahasa Cina yang memiliki arti amplop merah.

Setiap perayaan Imlek, warga keturunan Tionghoa meletakkan pohon angpao di beberapa sudut ruangan. Selain membuat perayaan Tahun Baru Imlek semakin meriah, pohon ini juga memiliki makna yang cukup mendalam bagi warga keturunan Tionghoa.

Umumnya, angpao berisi sejumlah uang, yang nantinya akan diberikan di berbagai acara. Mulai saat pertemuan keluarga, acara sosial, hingga acara-acara formal tertentu. Hal ini diharapkan mampu memberikan keberuntungan dan menghilangkan hal-hal negatif yang merugikan.

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa pohon angpao tidak hanya sekadar hiasan perayaan Imlek saja, tetapi punya arti dan makna yang mendalam. Dalam tradisi Cina, pohon angpao sebagai simbol keberuntungan. Banyaknya warga yang memasang pohon angpao juga menjadi bukti bahwa tradisi dan budaya ini dijunjung tinggi oleh masyarakat.

Biasanya, pohon angpao akan menjadi dekorasi rumah selama 14 hari perayaan imlek. Selain itu, angpao biasanya diberikan oleh orang yang sudah menikah atau orang yang lebih tua. Termasuk para tetua, yang biasanya membagikan bingkisan merah selama Tahun Baru Imlek.

Sementara itu, anak-anak tidak diperbolehkan memberikan angpao. Sebab, anak-anak biasanya kelompok penerima angpao. Selain harapan keberuntungan, pohon angpao juga mengajarkan bahwa hidup harus peduli dan berbagi terhadap sesama dan saling membantu satu sama lain.

Dengan saling berbagi, kehidupan akan lebih damai dan berbagai kebaikan akan datang mengikuti. Ini juga termasuk kegiatan sosial yang perlu dilakukan karena dapat bermanfaat bagi orang banyak.

Jumlah Nominal Angpao

Pohon angpao menjadi salah satu pernak-pernik khas Imlek yang dipercaya bisa membawa keberuntungan. Perlu dipahami bahwa pemberian angpao bukan merupakan tradisi yang wajib dilakukan. Maka dari itu, hal ini bisa dilakukan oleh siapa saja yang ingin berniat berbagi kepada sesama.

Setiap orang berhak memberi angpao dengan nominal yang diinginkan. Akan tetapi, biasanya masyarakat cenderung menghindari angka 4. Hal ini acap dikaitkan dengan angka kematian atau keburukan.

Sementara itu, angka yang dianggap melambangkan keberuntungan adalah angka 8. Kendati demikian, tidak ada ketentuan khusus terkait jumlah nominal yang diberikan kepada penerima.

Selain menghias dengan pohon angpao di ruangan, ada beberapa tradisi unik saat perayaan Tahun Baru Imlek, salah satunya tidak boleh menagih utang, tidak boleh jual beli buku, dan dilarang berbicara tentang hantu. Selain itu, ada beberapa pantangan saat Imlek lainnya, di antaranya:

Dilarang Keramas

Pantangan saat Tahun Baru Imlek yang tidak boleh dilakukan adalah keramas. Mencuci rambut tidak diperbolehkan saat hari pertama Tahun Baru Imlek. Dalam bahasa Mandarin, rambut memiliki pengucapan serupa dengan kata "Fa" yang berarti "menjadi kaya". Sehingga, aktivitas mencuci rambut saat Tahun Baru ini diasosiasikan dapat membersihkan keberuntungan.

Selain itu, mencuci baju juga menjadi salah satu pantangan saat Imlek. Aktivitas ini tidak boleh dilakukan pada hari pertama dan kedua Tahun Baru. Pasalnya, dua hari tersebut dianggap sebagai ulang tahun Shishen, Dewa Air.

Dilarang Pakai Baju Warna Hitam Putih

Pantangan saat Tahun Baru Imlek selanjutnya, yaitu tidak boleh memakai baju warna hitam putih. Hal ini tidak diperbolehkan karena kedua warna tersebut diasosiasikan dengan kabar duka atau kegiatan melayat. Sehingga, dianjurkan untuk tidak memakai kedua warna tersebut saat perayaan Imlek.

Tidak Boleh Membersihkan Rumah

Salah satu pantangan saat Tahun Baru Imlek yang harus Anda hindari adalah menyapu atau membersihkan rumah. Pasalnya, membersihkan rumah atau membuang sampah diasosiasikan dengan "menyapu kemakmuran dan keberuntungan."

Oleh karena itu, banyak orang Cina yang menyambut Imlek akan membersihkan rumah mereka sebelum merayakan tahun baru. Untuk menghindari aktivitas ini, semua alat pembersih rumah harus disembunyikan sebelum tahun baru. Hal ini karena keberadaan alat-alat pembersih rumah bisa menyapu kemakmuran seseorang.

Kendati demikian, membersihkan rumah diperbolehkan sehari setelah perayaan Imlek, dengan syarat sampah yang terkumpul tidak melewati pintu depan rumah. Sebab, jika melanggar pantangan ini dipercaya bisa mengakibatkan kematian salah satu anggota keluarga.

Rekomendasi