Mengenal Food Anxiety dan Penyebabnya, Gangguan Kecemasan Terkait Makanan

Food anxiety adalah perasaan cemas dan khawatir tentang makanan atau jenis makanan tertentu sehingga menyebabkan penghindaran.

Ayu Isti Prabandari
Oleh Ayu Isti Prabandari - Reporter
Mengenal Food Anxiety dan Penyebabnya, Gangguan Kecemasan Terkait Makanan
Ilustrasi gangguan makan. Shutterstock/Geo-grafika

Menerapkan pola makan yang sehat memang perlu dilakukan oleh setiap orang. Bukan hanya mempraktikkan kebiasaan makan yang baik tetapi Anda juga perlu memperhatikan asupan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Dengan memperhatikan nutrisi makanan, maka Anda bisa mencukupi kebutuhan asupan tubuh dengan baik.

Namun, bagi sebagian orang terkadang ini dipandang sebagai suatu aturan yang harus dipatuhi. Di mana orang-orang cenderung terlalu keras memaksa diri sendiri untuk mengonsumsi makanan tertentu, atau menghindari makanan tertentu, agar tidak mendapatkan risiko buruk dari konsumsi makanan tersebut.

Terutama, jika berkaitan dengan program penurunan berat badan. Banyak orang cenderung takut mengonsumsi makanan tertentu yang dapat berdampak pada kenaikan berat badan. Kondisi ini kerap disebut dengan istilah food anxiety. Food anxiety adalah perasaan cemas dan khawatir tentang makanan atau jenis makanan tertentu sehingga menyebabkan penghindaran.

Lalu apa saja gejala yang sering muncul ketika seseorang mengalami food anxiety, serta hal apa saja yang menyebabkan dan cara mengatasinya. Dilansir dari Verywell Health, berikut kami merangkum berbagai penjelasan tentang food anxiety, perlu Anda ketahui.

Pengertian dan Gejala Food Anxiety

Food anxiety adalah gangguan rasa cemas dan khawatir tentang konsekuensi makanan atau jenis makanan tertentu yang dapat berdampak pada tubuh, sehingga penderita cenderung menghindari konsumsi makanan tersebut. Kekhawatiran ini seperti rasa cemas ketika mengonsumsi makanan berkalori tinggi, yang dinilai dapat memberikan dampak penambahan berat badan.

Selain itu, beberapa orang juga mungkin mengalami kecemasan makanan karena takut dengan tekstur, reaksi alergi, hingga kemungkinan tersedak. Alasan-alasan ini juga sering kali mendorong seseorang untuk menjauhi makanan tersebut, karena merasa khawatir terhadap berbagai konsekuensi yang dapat terjadi.

Dari penjelasan tersebut, dapat terlihat bahwa orang yang mengalami food anxiety dibedakan menjadi dua. Pertama, orang yang mengalami food anxiety tanpa adanya gangguan citra tubuh atau ketakutan akan penambahan berat badan. Biasanya, orang dengan kondisi ini hanya takut akan pengaruh yang akan ditimbulkan dari konsumsi makanan tertentu. Orang yang mengalami kondisi ini memiliki gejala:

  • Pembatasan makanan atau jenis makanan secara dramatis
  • Hanya makan tekstur tertentu
  • Kurang nafsu makan atau minat pada makanan
  • Takut tersedak atau reaksi alergi
  • Sering pilih-pilih makanan

Sementara bagi orang yang mengalami food anxiety karena adanya gangguan citra tubuh dan ketakutan penambahan berat badan, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Terlalu membatasi makanan karena orang tersebut tidak yakin apa yang harus dimakan, hingga asupan makanan menjadi sedikit
  • Obsesi dengan berat badan atau citra tubuh, sehingga cenderung menghindari makanan yang dapat meningkatkan berat badan

Terlepas dari akar penyebabnya, mereka yang mengalami food anxiety biasanya merasakan tegang saat memikirkan atau memutuskan apa yang akan dimakan. Ini menciptakan reaksi fisiologis yang disebut reaksi "melawan atau lari". Saat kecemasan berlangsung, bisa dilihat dari beberapa gejala berikut:

  • Detak jantung yang cepat
  • Perut kembung
  • Gemetar atau kaku (terlihat pucat, panas, atau berkeringat)
  • Pernapasan cepat

Jika kecemasan makanan menyebabkan tidak makan atau makan sangat sedikit, gejalanya mungkin termasuk:

  • Sulit berkonsentrasi
  • Pusing atau pingsan
  • Iritabilitas atau pemarah

Bergantung pada tingkat keparahan penurunan asupan makanan, jangka waktu, dan tingkat kekurangan gizi, beberapa risiko buruk berikut dapat terjadi, yaitu:

  • Penurunan berat badan yang signifikan
  • Kegagalan untuk memenuhi pertumbuhan yang diharapkan pada anak-anak
  • Gejala malnutrisi

Penyebab Food Anxiety

Setelah memahami pengertian dan gejala, berikutnya akan dijelaskan faktor-faktor yang menjadi penyebab food anxiety. Gangguan kecemasan akibat makanan, biasanya disebabkan oleh fobia tentang konsekuensi yang dapat diberikan dari konsumsi suatu makanan terhadap tubuh.

Ini paling sering terjadi pada anak-anak. Namun, kondisi ini juga kerap terjadi akibat adanya distorsi citra tubuh atau ketakutan akan penambahan berat badan. Orang yang takut gemuk, biasanya cenderung menghindari beberapa makanan yang dapat memberikan konsekuensi penambahan berat badan.

Berikut beberapa faktor penyebab food anxiety yang perlu Anda perhatikan:

  • Harapan dan perfeksionisme yang tidak realistis
  • Budaya, komunitas, dan tekanan teman sebaya tentang penampilan
  • Pembicaraan diri yang negatif tentang makan atau penampilan
  • Pengalaman atau trauma di masa lalu

Cara Mengatasi Food Anxiety

Setelah memahami penyebab food anxiety, terakhir akan dijelaskan bagaimana cara mengatasi gangguan ini agar tubuh tetap sehat dan bebas dari rasa kecemasan.

Jika Anda mengalami food anxiety akibat adanya anggapan citra tubuh yang buruk atau ketakutan penambahan berat badan, maka cobalah untuk bernegosiasi dengan diri sendiri, tentang pikiran-pikiran negatif terkait hal tersebut.

Dengan begitu, Anda bisa lebih memberikan kesadaran terhadap diri sendiri apa yang sedang dialami, dan pola pikir seperti apa yang berdampak buruk bagi tubuh. Cobalah untuk bisa menghargai bentuk tubuh dan penampilan yang Anda miliki. Selama tubuh sehat dan bugar, maka hal tersebut sebenarnya tidak menjadi masalah.

Kedua, cobalah untuk membuat jurnal makanan apa saja yang dapat memicu alergi atau memberikan konsekuensi buruk terhadap kesehatan Anda. Jika demi kesehatan, maka konsumsi makanan tersebut bisa dihindari.

Selain itu, buat juga daftar makanan apa saja yang Anda nikmati, nutrisi apa yang Anda terima, dan bagaimana reaksi tubuh setelah mengonsumsi makanan tersebut. Jika tidak ada masalah, maka Anda bisa mengonsumsi makanan itu dengan lebih leluasa.

Terakhir, cara mengatasi food anxiety adalah dengan membatasi paparan media yang berdampak buruk pada pikiran. Ini berkaitan dengan citra tubuh, di mana banyak media secara tidak langsung membentuk standar penampilan yang baik dan indah di masyarakat.

Sehingga hal ini justru menimbulkan banyak stigma buruk jika penampilan tubuh tidak sesuai yang digambarkan media. Dengan membatasi konsumsi media, maka Anda bisa mengelola pikiran atau mind set dengan lebih baik.

Rekomendasi