Akhirnya musisi Ardhito Pramono kembali menyapa para penggemarnya dengan merilis album baru. Album itu dirilis tak lama setelah ia menghirup udara bebas dari masa rehabilitasinya.
Seketika, album yang bertajuk Wijayakusuma itu langsung diserbu oleh para penikmat musik tanah air. Album yang berisi 8 nomor lagu itu, bercerita mengenai masa bangkitnya setelah terpuruk.
Berikut ulasan selengkapnya.
Advertisement
Tak Pernah Dengar Lagi
Baru-baru ini, Ardhito menceritakan bagaimana sikapnya usai lagu-lagunya dirilis. Hal itu diungkapkannya dalam video yang diunggah di kanal Youtube Volix Media.
Meski lagu-lagunya laku di pasaran, penyanyi lagu Bitter Love itu mengaku enggan mendengarkan karyanya usai dirilis. Ada alasan tersendiri mengapa ia memutuskan hal itu.
"Gue itu nggak pernah dengerin musik gue waktu udah rilis. Sama sekali," ungkap Ardhito.
"Jadi gue dengeri waktu sebelum rilis, kalau sesudah gue nggak pernah mau," tambahnya.
Advertisement
Karya yang Baik
Ardhito beralasan bahwa karya yang benar-benar selesai menurutnya adalah salah. Menurutnya, karya yang baik adalah karya yang memiliki celah untuk dinilai ketika sudah benar-benar dirilis"Karena menurut gue, lagu itu udah selesai (dibuat) gitu dan itu salah banget. Karya yang menurut gue oke itu karya yang nggak pernah selesai," jelas Ardhito."Kalau lagu gue dimainin (di tempat umum) gue kabur tuh," imbuhnya.
Advertisement
Tak Pernah Selesai
Hal itu terjadi ketika album Wijayakusuma rilis, saat Ardhito mencoba mendengarkan, ia menemukan celah-celah di lagu yang menurutnya bisa disempurnakan kembali. Karena kebiasaan itu, ia tak bisa menempatkan dirinya di sudut pandang penikmat musik pada umumnya."Nah pas Wijayakusuma itu rilis, gue dengerin aja tuh. Terus mikir, 'eh iya ya harusnya (teknis lagunya) ditambahin ini nih, harus ada elemen ini. Nggak pernah kelar itu," ucapnya."Gue nggak bisa menemukan perspektif orang ketiga (penikmat) di lagu gue," pungkasnya.