Songsong Era Baru Berita, SPS Pusat Adakan Seminar Jurnalisme Kreatif di Bisnis Media

“Saat ini masyarakat sudah digital, jadi bagaimana (media) itu bisa tetap bertahan, eksis, dan berkelanjutannya, namun tetap sehat dan mengedepankan jurnalisme yang baik,” terang Ketua SPS Pusat Januar P Ruswita

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Songsong Era Baru Berita, SPS Pusat Adakan Seminar Jurnalisme Kreatif di Bisnis Media
Seminar media di Jogja. ©2022 Nurul Diva Kautsar/ Merdeka.com

Industri media menjadi sektor yang harus terus berkembang di tengah era disrupsi. Menyongsong hal ini, dibutuhkan strategi kreatif dari perusahaan media. Bertujuan sebagai kunci agar keberlangsungan bisnis media tetap berjalan.

Urgensi ini yang kemudian dibahas dalam seminar yang diadakan oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat, di Kota Yogyakarta Rabu (30/3). Dalam kegiatan diskusi tersebut turut dihadiri oleh para pegiat dari sejumlah perusahaan media.

“Saat ini masyarakat sudah digital, jadi bagaimana (media) itu bisa tetap bertahan, eksis, dan berkelanjutannya, namun tetap sehat dan mengedepankan jurnalisme yang baik,” terang Ketua SPS Pusat Januar P Ruswita, dalam sambutannya.

Tantangan Media Massa di Era Digital

Menurutnya di era sekarang, perkembangan media massa cukup cepat. Hal itu turut didukung dengan iklim teknologi saat ini, di mana dalam 10 tahun terakhir digitalisasi di masyarakat kian terasa.

Hal yang sama juga disampaikan oleh para pengisi acara, salah satunya Wahyu Dhyatmika dari Tempo. Ia mengungkapkan bahwa sekarang ini mayoritas masyarakat Indonesia telah menjadi digital user.

“Sekarang mayoritas masyarakat Indonesia ini sekarang sudah digital user, jadi sekarang ini bagaimana media untuk bertahan dan membiayai medianya tetapi tetap sesuai standar jurnalisme” jelas Wahyu

Diperlukan Eksperimen dan Inovasi

Dalam menyongsong keberlangsungan bisnis media di Indonesia, beberapa langkah turut diperlukan seperti halnya eksperimen. Percobaan sendiri diperlukan untuk menemukan bentuk baru dari media.

Hal senada juga disampaikan Leak Kustiyo, dari Jawa Pos Koran. Menurutnya, diperlukan strategi untuk mempertahankan keberlangsungan media di era sekarang, terutama media cetak koran.

“Strategi konten itu harus ada korelasi dengan bisnisnya, seperti petakan kebutuhan konten, dan konten harus menghasilkan seperti konten lokal yang arif dan kreatif. Jadi menemukan titik keseimbangan baru (koran)” kata Leak Kustiyo.

Kolaborasi Jadi Kunci

Sementara itu, Agus Sulistriyono dari Pikiran Rakyat menyebutkan bahwa di era sekarang perlu untuk menjalankan sebuah bisnis media yang kolaboratif dan berjejaring dengan media yang lainnya.

Hal itu akan mempermudah geliat perusahaan media, dengan menghasilkan produk informasi yang efisien bagi perusahaan.

“Tujuan kreatif sendiri menurut saya adalah untuk sebuah kerja yang efisien, jadi bisnis modelnya harus kreatif, kemudian adalah bisnis prosesnya kemudian kontennya juga harus kreatif. Dengan tidak meninggalkan esensi dari jurnalisme itu sendiri” ujar Agus Sulistriyono. 

Memberikan Pandangan Baru Tentang Jurnalisme

Adapun dengan hadirnya seminar tersebut, diharapkan bisa memberikan sebuah sudut pandang baru tentang kreativitas di ranah jurnalistik agar bisa beradaptasi di era disrupsi.

Kegiatan ini sendiri merupakan rangkaian dari puncak acara SPS award, yakni penghargaan bagi para pegiat pers yang memuat informasi dengan mengedepankan kualitas.

 

Rekomendasi