Cara Unik Rio Dewanto Dalami Peran saat Syuting, Begini Tipsnya

Rio Dewanto sering didapuk menjadi pemeran utama dalam film layar lebar. Lebih dari satu dekade menjadi aktor, ia mempunyai cara sendiri untuk mendalami perannya.

Denny Marhendri
Oleh Denny Marhendri - Reporter
Cara Unik Rio Dewanto Dalami Peran saat Syuting, Begini Tipsnya
Ceritakan Pengalaman Tentang Ganti Oli, Rio Dewanto Ajak Kamu di CariBintangOliShell. ©Shell

Rio Dewanto mulai dikenal publik setelah ia bermain sebagai pemain pendukung dalam film Pintu Terlarang (2009) dan Ratu Kosmopolitan (2010). Tak lama setelah itu, ia mendapatkan peran utamanya di film Tanda Tanya.

Sejak saat itulah, Rio Dewanto sering didapuk menjadi pemeran utama dalam film layar lebar. Lebih dari satu dekade menjadi aktor, ia mempunyai cara sendiri untuk mendalami perannya.

Bahkan Rio Dewanto hampir tidak membaca skenarionya saat syuting sudah dimulai. Baru-baru ini, cara itu diungkapkannya.

Skenario Sudah Mendarah Daging

Pernyataan itu diungkapkan oleh Rio Dewanto dalam video yang diunggah di kanal Youtube Om Mobi pada beberapa hari yang lalu. Dalam video itu, ia menceritakan sistemnya mendalami skenario.

Suami Atiqah Hasiholan itu mengatakan bahwa ia mempunyai waktu tersendiri untuk meresapi skenario. Kemudian ketika ia produksi film, skenario itu ditinggalkannya karena sudah mengerti betul seluk beluknya.

"Kalau gue pas di film, kalau pas udah syuting nih, skenario gue tinggalin," ungkap Rio Dewanto.

"Jadi ibaratnya gue udah mendarah daging gitu sama skenarionya," tambahnya.

Akui Tak Mudah

Rio Dewanto mengatakan belajar banyak ketika ia syuting film terbarunya yang berjudul Ben & Jody. Salah sati ilmu yang dipelajari di pembuatan film ini adalah automatic art.

"Terus gue pernah belajar sama sutradara ini, namanya automatic art," kata Rio Dewanto.

"Itu di antara kita udah tau skenarionya tapi kita coba atur atau acak, acak itu sama sekali blank. Nah nyari di tengah-tengahnya ini yang susah," imbuhnya.

Meski ilmu itu tidak mudah dipraktikkan, Rio mengaku mencoba untuk menjalaninya prosesnya terlebih dahulu. Apalagi ia juga harus mengasah, agar semua indra di tubuhnya tajam untuk berakting.

"Itu nggak gampang, makanya skenario gue taruh. Gue udah tau semua dialog gue, ketika gue main ya gue main aja," ucapnya.

"Bukan berarti gue acak, gue udah punya semua. Karena menurut gue aktor itu instrumennya semua indra perasa," pungkasnya.

Rekomendasi