Mengenal Suhu Hujan dan Faktor yang Memengaruhi, Perlu Diketahui

Hujan adalah peristiwa presipitasi berwujud cairan atau jatuhnya cairan dari atmosfer yang berwujud cair maupun beku. Hal ini dapat terjadi apabila keberadaan lapisan atmosfer tebal agar menemukan suhu di atas titik leleh es di atas permukaan bumi.

Jevi Nugraha
Oleh Jevi Nugraha - Reporter
Mengenal Suhu Hujan dan Faktor yang Memengaruhi, Perlu Diketahui
Ilustrasi hujan. imalivecrisischat.wordpress.com

Hujan adalah peristiwa presipitasi berwujud cairan atau jatuhnya cairan dari atmosfer yang berwujud cair maupun beku. Hal ini dapat terjadi apabila keberadaan lapisan atmosfer tebal agar menemukan suhu di atas titik leleh es di atas permukaan bumi.

Hujan yang terjadi di bumi juga sering disebut sebagai proses kondensasi uap air di atmosfir menjadi butiran air yang cukup berat untuk jatuh di daratan. Di samping itu, hujan juga memiliki ukuran yang bermacam-macam, mulai dari butiran besar hingga butiran kecilnya.

Tingginya curah hujan di setiap wilayah berbeda-beda, tergantung garis lintang, arah angin, suhu udara, dan luas daratan. Untuk mengukur curah hujan, seseorang bisa menggunakan ombrometer.

Lantas, apa yang dimaksud dengan suhu dan bagaimana proses terjadinya hujan? Simak ulasannya yang dilansir dari BMKG berikut:

Mengenal Suhu dan Faktor yang Memengaruhinya

Dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita sudah tidak asing dengan istilah suhu atau temperatur. Biasanya, orang akan menggunakan indera peraba untuk merasakan panas atau dingin. Suhu ditentukan oleh paparan atau radiasi matahari, sehingga daerah dengan banyak matahari akan terasa panas.

Sederhananya, suhu udara kerap dihubungkan dengan kondisi siang dan malam. Hal tersebut karena suhu udara dapat dirasakan secara signifikan pada waktu tersebut.
Namun, suhu udara sebenarnya tidak hanya sebatas pada kondisi siang dan panas. Berikut beberapa faktor yang dapat memengaruhi suhu udara, di antaranya:

Kondisi Geografis

Faktor yang memengaruhi suhu di Indonesia selanjutnya, yaitu kondisi geografis di suatu wilayah. Tentu saja daerah yang wilayahnya dikelilingi laut dengan wilayah yang jauh dari laut, memiliki suhu yang pasti berbeda.

Daerah yang dikelilingi oleh lautan, suhu udara hariannya tidak terlalu berbeda. Pasalnya, sifat fisika air yang cenderung lambat menyerap panas sekaligus lambat melepaskan panas.

Perbedaan Garis Lintang

Perbedaan garis lintang di suatu wilayah juga bisa menjadi faktor yang memengaruhui suhu udara. Wilayah yang berada di kawasan garis khatulistiwa, pasti memiliki suhu udara uang lebih tinggi dan lebih panas. Tentu saja hal ini berbeda dengan daerah kutub yang memiliki suhu udara rendah dan cenderung lebih dingin.

Pergerakan Angin dan Arus Laut

Pergerakan angin dan arus laut menjadi salah satu faktor yang memengaruhui suhu di Indonesia. Saat arus angin dan arus laut sedang mengalami musim dingin, wilayah yang dilewati biasanya akan terpengaruh dengan terjadinya penurunan suhu udara yang mengikutinya.

Ketinggian tempat

Faktor yang memengaruhi suhu selanjutnya, yaitu ketinggian tempat. Semakin tinggi suatu wilayah, maka suhu udarnya akan menjadi lebih rendah. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah ketinggian suatu wilayah, suhu udaranya akan semakin tinggi.

Proses Terjadinya Hujan

Penguapan

Proses terjadinya hujan yang pertama ialah proses penguapan atau evaporasi. Hal ini terjadi karena matahari yang selalu menyinari bumi memiliki efek panas, sehingga energi panas tersebut membuat air yang berada di danau, sungai, laut dan sumber di permukaan bumi lainnya mengalami proses penguapan.

Proses ini merupakan perubahan air yang berwujud cair menjadi gas, sehingga air berubah menjadi uap air dan memungkinkannya untuk naik ke atmosfer bumi. Semakin tinggi panas matahari maka jumlah air yang menjadi uap air yang naik ke atmosfer juga akan semakin membesar.

Pengembunan

Proses terjadinya hujan berikutnya ialah kondensasi atau pengembunan. Proses ini terjadi saat uap air tersebut berubah menjadi partikel-partikel es berukuran sangat kecil. Hal ini dipengaruhi karena suhu udara yang sangat rendah di titik ketinggian tersebut.

Kemudian partikel-partikel es yang terbentuk akan saling mendekati dan bersatu dengan yang lain, sehingga dapat membentuk awan. Apabila banyak partikel yang bergabung, maka awan yang terbentuk juga akan semakin tebal dan hitam. Proses bergabungnya es atau tetes-tetes air menjadi awan ini sering disebut sebagai koalensi.

Presipitasi

Proses terjadinya hujan selanjutnya ialah presipitasi. Proses ini terjadi saat awan akibat pengaruh suhu udara yang tinggi mencair. Pada proses inilah hujan terjadi dan membentuk butiran-butiran air jatuh membasahi bumi.

Di samping itu, awan-awan yang terbentuk akan tertiup oleh angin, sehingga hal ini menyebabkan perpindahan dari satu tempat ke tempat lainnya. Proses perpindahan ini sering kali disebut sebagai proses adveksi. Proses ini memungkinkan awan akan menyebar dan berpindah dari atmosfer lautan menuju atmosfer daratan.

Bentuk-Bentuk Hujan

Bentuk-bentuk hujan yang jatuh ke bumi bisa beragam, hal ini tergantung pada proses terjadinya hujan. Berikut bentuk-bentuk hujan berdasarkan jenis dan ukuran partikelnya.

Hujan Deras

Hujan deras merupakan hujan yang menjatuhkan partikel air dengan butiran air berukuran diameter > 7,0 mm. Hujan deras biasanya dihasilkan dari awan-awan tebal yang tingginya bisa mencapai 10 kilometer atau lebih dengan arus udara naik yang kuat di dalamnya.

Hujan Salju

Hujan salju adalah hujan yang menjatuhkan kristal-kristal es dengan suhu di bawah 0 Celcius. Kemudian hal ini menyebabkan terjadinya kristal es bercabang dan membentuk seperti bintang. Selain itu, kristal es ini juga berbentuk seperti jarum yang disebut sebagai prisma-prisma es.

Hujan Es

Hujan es terjadi apabila arus udara yang sangat banyak mengandung uap air dan bergerak secara vertikal lalu akan mencapai ketinggian yang tinggi. Hal ini akan menimbulkan butiran-butiran es batu yang diikuti oleh hujan yang sangat lebat pada siang hari.

Hujan Ringan

Hujan ringan atau biasa disebut sebagai rintik-rintik merupakan hujan yang menjatuhkan partikel air dengan ukuran

Mengenal Alat Ukur Suhu

Untuk mengukur suhu, seseorang dapat menggunakan alat ukur thermometer. Akat pengukur suhu ini memiliki cairan yang dapat memuai dengan mudah apabila terkena panas. Biasanya, cairan tersebut menggunakan raksa atau alkohol tergantung dengan lingkungan sekitarnya.

Seiring berjalannya waktu, thermometer memiliki beragam jenis tergantung pada kegunaannya. Beberapa jenis thermometer yang sering digunakan antara lain thermometer klinis, thermometer ruangan, dan thermometer industri.

Rekomendasi