Tayang perdana di tahun 1994, kepopuleran sinetron 'Si Doel Anak Sekolahan' tak pernah pudar sampai sekarang. Cerita yang disajikan dalam sinetron itu adalah gambaran masyarakat sederhana yang tinggal di Jakarta.
Selain cerita yang menarik, juga banyaknya karakter membuat sinetron ini mempunyai tempat sendiri di hati penonton. Tak hanya karakter, salah satu hal yang ikonik di sinetron 'Si Doel Anak Sekolahan' adalah rumah milik keluarga Si Doel.
Baru-baru ini, Rano Karno menceritakan kenangan mengenai rumah yang dikenal banyak orang tersebut. Ia juga berbagi kisah saat rumah tersebut akan dibongkar.
Advertisement
Hal itu diungkapkan Rano Karno dalam tayangan yang diunggah di kanal YouTube Si Rano pada beberapa hari lalu. Dalam tayangan tersebut, Rano Karno bercerita mengenai rumah yang digunakan untuk produksi tayangan Si Doel.
Ternyata, rumah tersebut adalah rumah replika yang dibangun dalam beberapa tahun belakangan. Meski demikian, rumah tersebut memiliki banyak kenangan bagi Rano Karno.
"Kalau ditanya apa kenangan di rumah ini, memang rumah ini baru, dibangun pada 2017. Tapi secara layout, rumah ini pasti punya kenangan," ungkap Rano Karno.
Advertisement
Bertahun-tahun berada dalam rumah yang penuh kenangan tersebut, Rano Karno cukup hafal mengenai detailnya. Salah satu hal yang dihafal adalah ukuran rumah tersebut.
"Saya sudah sangat hafal, ukurannya 9 x 9. Karena setiap tiga meter saya hitung per ruangan. Tentu ada kenangan, banyak kenangan," tambah Rano Karno.
Advertisement
Salah satu alasan mengapa rumah tersebut dibongkar adalah waktu sewa lahannya akan segera habis. Lalu untuk melanjutkan proyek mini seri Si Doel, Rano Karno akan membangun rumah replika tersebut di kemudian hari.
"Tapi inilah sesuatu yang harus kita lakukan, karena sesuatu yang dimulai pasti ada akhirnya. Kalau ada rencana bikin lagi Si Doel, ya nanti kita akan bangun lagi," ucap Rano Karno.
Advertisement
Setelah melakukan proses pembongkaran, nantinya beberapa bagian rumah tersebut akan dititipkan kepada pihak yang dipercaya Rano Karno. Dengan harapan, bagian-bagian tersebut masih bisa digunakan untuk produksi lagi.
"Mungkin beberapa ini kita bawa dan simpan. Properti ini terpaksa saya harus titipkan ke orang, mudah-mudahan masih bisa dipakai," tutur Rano Karno.