Sebagaimana kita tahu, angka kasus Corona Covid-19 selalu bertambah setiap hari. Umumnya, seseorang yang terinfeksi virus ini akan menimbulkan beberapa gejala awal seperti flu dan batuk. Selain itu, ada beberapa tanda-tanda Corona lainnya yang perlu diwaspadai.
Melansir dari Healthline, SARS-CoV-2 atau virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Jenis virus ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Virus yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China ini bisa menyebabkan infeksi pernapasan ringan dan berat.
Meski hingga saat ini belum ada cara untuk mengetahui dengan pasti apakah penyakit yang Anda alami kini adalah COVID-19, namun para ahli mengatakan ada beberapa tanda-tanda corona yang bisa menjadi petunjuk. Berikut beberapa tanda-tanda Corona yang dilansir dari Healthline dan Mayo Clinic:
Advertisement
Salah satu tanda-tanda Corona yang paling umum adalah demam. Tubuh yang terinfeksi virus Corona akan menunjukkan gejala mirip seperti terkena flu, seperti demam dan batuk. Meski begitu, banyak orang tidak menunjukkan tanda-tanda corona ini sehingga tidak sadar dirinya sudah terinfeksi virus Corona.
Selain itu, Anda juga akan berisiko terkena virus Corona jika memiliki suhu tubuh lebih dari 100, 4 derajat Farenheit atau 38 derajat celcius setelah 2-14 hari terpapar virus. Biasanya, pengidap virus Corona juga akan merasakan nyeri otot, mual, dan muntah.
Parosmia
Hilangnya kemampuan mencium aroma atau anosmia menjadi salah satu tanda-tanda Corona yang umum terjadi. Namun, saat ini ada tanda-tanda Corona yang disebut sebagai parosmia.
Melansir dari Healthline, parosmia adalah jenis gangguan penciuman yang membuat seseorang mengalami kehilangan intensitas aroma. Dengan kata lain, seseorang tidak bisa menditeksi seluruh aroma di sekitar.
Selain itu, terkadang parosmia juga menyebabkan hal-hal yang Anda temui setiap hari tampak seperti memiliki bau kuat dan tidak menyenangkan. Parosmia bisa mendeteksi bau yang ada, namun dengan cara salah atau tidak normal. Sebagai contoh, bau harum dari bunga bisa berbau menyengat dan busuk bagi pengidap parosmia.
Advertisement
Batuk kering juga menjadi salah satu tanda-tanda Corona yang kerap dialami penderita. Batuk kering adalah jenis batuk yang terjadi tanpa menghasilkan lendir. Umumnya, batuk ini terus menerus dan sulit dikendalikan. Selain itu, batuk kering juga kerap menyebabkan seseorang merasa belakang tenggorokan gatal dan kering, terutama jika seharian beraktivitas di ruang ber-AC.
Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, jika Anda mengalami batuk kering sebaiknya segera melakukan karantina mandiri. Namun, apabila kondisi tubuh semakin memburuk dan muncul gejala lain, segera hubungi tenaga kesehatan.
Sakit Tenggorokan
Tanda-tanda Corona selanjutnya, yaitu sakit tenggorokan. Adapun penyebab utama sakit tenggorokan yaitu terinfeksi virus dan infeksi bakteri. Salah satu jenis virus yang bisa menyebabkan munculnya keluhan sakit tenggorokan adalah virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.
Saat mengalami sakit tenggorokan, seseorang akan merasakan beberapa gejala seperti rasa terbakar di tenggorokan, kesulitan menelan, suara serak, dan tidak nyaman atau nyeri pada tenggorokan. Selain pengobatan, ada beberapa cara mencegah terjadinya sakit tenggorokan, yaitu mencuci tangan secara rutin, menghindari kontak dengan orang sakit, dan menghindari berbagai perlengkapan makan dan minum dengan orang lain.
Muntah dan Diare
Sering muntah dan diare juga bisa menjadi tanda-tanda Corona. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam JAMA menemukan bahwa sekitar 10 persen pasien COVID 19 mengalami diare dan mual satu hingga dua hari sebelum mengalami demam dan sesak napas.
Selain itu, sebuah studi yang diterbitkan dalam Alimentary Pharmacology and Therapeutics membuktikan bahwa fases dari pengidap COVID-19 mungkin bisa menularkan penyakit. Penelitian ini juga menjelaskan bahwa fases bisa tetap menularkan penyakit meski setelah dilakukan swab pengidap dinyatakan negatif.
Advertisement
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona, seperti cuci tangan secara rutin, selalu menjaga jarak, dan mengenakan masker jika pembatasan fisik tidak dimungkinkan. Selain itu, ada beberapa cara mencegah virus Corona lainnya, di antaranya:
• Hindari menyentuh mata, mulut, dan hidung.
• Hindari keluar rumah jika merasa tidak enak badan.
• Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung Anda dengan lengan atau tisu.
• Jika demam, batuk, atau kesulitan bernapas, segara cari bantuan medis.
• Mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya vitamin C untuk meningkatkan kekebalan tubuh.