Kocak, Begini Keseruan Pak Bhabin Bikin Konten Bareng Kapolri

Pada Sabtu (24/3), Kapolri Jenderal Polisi Sigit Listyo Prabowo meninjau proses vaksinasi di Masjid Agung Jawa Tengah Semarang. Kedatangan Kapolri ke Semarang tak disia-siakan YouTuber asal Purworejo, Pak Bhabin, untuk bertemu dan membuat konten dengannya.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Kocak, Begini Keseruan Pak Bhabin Bikin Konten Bareng Kapolri
Pak Bhabin buat konten bareng Kapolri. ©YouTube/Semarang Ekstra

Pada Sabtu (24/3), Kapolri Jenderal Polisi Sigit Listyo Prabowo meninjau proses vaksinasi di Masjid Agung Jawa Tengah Semarang. Kedatangan Kapolri ke Semarang tak disia-siakan YouTuber asal Purworejo, Herman Hadi Basuki atau yang akrab disapa Pak Bhabin untuk bertemu dengannya.

Pak Bhabin mendatangi Jenderal Listyo dan mengajaknya untuk membuat konten bersama. Kapolri pun mengiyakan ajakan Pak Bhabin dan proses pengambilan video dilakukan saat itu juga. Dalam kesempatan ini, Pak Bhabin juga mengajak sahabat setianya, Dul Kemit, untuk berperan sebagai warga yang takut divaksin. Berikut keseruan Pak Bhabin dan Kapolri bikin konten bersama.

Dilansir dari kanal YouTube Semarang Ekstra, konten itu bercerita tentang seorang warga Pak Bhabin yang takut divaksin. Pak Bhabin kemudian mengajak warga yang bernama Dul Kemit itu bertemu Kapolri untuk meminta penjelasan.

Kepada Dul Kemit, Kapolri Sigit Listyo menjelaskan manfaat vaksin yaitu memberikan daya tahan tubuh kepada masyarakat agar bisa terhindar dari penularan virus COVID-19.

Setelah mendapat penjelasan dari Kapolri, Dul Kemit tetap tidak mau divaksin karena dia beralasan punya pengalaman pribadi dengan vaksin. Dul Kemit mengatakan dulu dia ditinggal istrinya setelah mendapatkan vaksin campak.

“Lah kok campak?” tanya Pak Bhabin.

“Aku dicampakkan istriku Pak Bhabin,” jawab Dul Kemit. Mendengar jawaban itu Pak Kapolri tertawa sambil geleng-geleng kepala.

Dalam membuat konten dengan Kapolri, Pak Bhabin mengaku mendapat ide secara spontan. Pengambilan videonya juga dilakukan mengalir tanpa ada rasa kaku sedikitpun.

Ketika ditanya inspirasi dari video-videonya yang selama ini menghiasi kanal YouTube Polisi Motret, ia mengaku mendapat ide dari mana-mana.

“Kita sering keluar kampung, masuk kampung, memberikan edukasi dari masyarakat, memberikan pembinaan. Itu sering kita jumpai hal-hal yang bisa diangkat jadi sebuah cerita. Misalnya di kampung itu ada warga yang rusuh, rebutan warisan, ketahuan selingkuh, dan sebagainya,” kata Pak Bhabin.

Selain membuat konten, Pak Bhabin mengatakan bahwa dirinya dan Dul Kemit ditawari untuk melanjutkan sekolah di inspektur kepolisian. Diapun berencana untuk menerima tawaran itu.

“Dulunya juga sempat ditawari Pak Kapolri untuk melanjutkan sekolah. Tapi karena masih punya tanggungan utang jadi belum diambil. Nanti Insya Allah masuk kalau sudah dapat pendaftaran,” kata Pak Bhabin.

Dalam kesempatan itu, Pak Bhabin dan Dul Kemit juga memberikan pesan pada warga yang takut divaksin. Pak Bhabin mengimbau pada masyarakat agar jangan takut divaksin karena vaksin itu aman dan halal. Sementara Dul Kemit memberikan pesan yang kurang lebih sama.

“Yang penting kita divaksin itu bukan karena takut dengan aturan pemerintah tapi demi diri kita sendiri,” kata Dul Kemit dikutip dari kanal YouTube Semarang Ekstra pada Minggu (25/3).

Rekomendasi