Prokes Produksi Sinetron Tuai Polemik, Helmy Yahya Bahas Ini dengan Komisioner KPI

Baru-baru ini, Helmy Yahaya mendapatkan kesempatan untuk berbincang mengenai masalah ini.

Denny Marhendri
Oleh Denny Marhendri - Reporter
Prokes Produksi Sinetron Tuai Polemik, Helmy Yahya Bahas Ini dengan Komisioner KPI
You Tube - Helmy Yahya

Pandemi Covid-19 di Tanah Air masih belum benar-benar usai. Selama satu tahun berselang, banyak masyarakat yang sudah terbiasa dengan kebijakan yang dibuat oleh pihak berwenang.

Belum lama ini, ramai diperbincangkan mengenai polemik tentang perbedaan protokol kesehatan (prokes) untuk pencegahan Covid-19 antara produksi sinetron dan acara talk show. Banyak pihak yang bertanya mengenai kebijakan yang berbeda tersebut.

Salah satunya adalah Helmy Yahya yang masih mempunyai pertanyaan mengenai kebijakan ini. Baru-baru ini, Helmy Yahya pun mendapatkan kesempatan untuk berbincang mengenai masalah ini.

Tak Ada yang Menentang

Hal itu diungkapkan oleh Helmy Yahay dalam video perbincangannya bersama komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Yuliandre Darwis yang diunggah di kanal Youtube Helmy Yahya Channel pada Selasa (9/3). Dalam kesempatannya tersebut, mereka membahas kebijakan mengenai prokes untuk produksi acara televisi.

Helmy Yahya mencoba menanyakan mengenai kebijakan prokes yang berbeda tersebut. Meski demikian, para pekerja seni tak mempermasalahkan mengenai prokes yang harus ditaati selama pandemi berlangsung.

"Yang dipersoalkan itu kenapa terjadi perbedaan itu aja, enggak ada yang menentang. Saya tanya teman-teman seniman begitu," tutur Helmy Yahya.

Perubahan Peraturan

Lalu, Yuliandre Darwis menjelaskan bahwa dengan berjalan seiringnya waktu, kebijakan tersebut akan bersifat dinamis. Kebijakan tersebut dicontohkannya dalam penggunaan faceshiled.

"Banyak hal dulu pakai masker kain kan, sekarang harus ada dasar ukuran medical. Ada juga bilang pakai faceshield juga sudah aman karena kan droplet yang nggak pindah," jelas Yuliandre Darwis.

Merancang Kebijakan Baru

Lebih lanjut, Yuliandre Darwis menjelaskan mengenai memaksimalkan penggunaan masker. Ia juga menuturkan bahwa para pemangku kebijakan masih merancang kebijakan mengenai hal ini.

"Tapi situasinya bukan itu, yang harus ditutup hidung dan mulut. Nah ini yang ahlinya tenaga ahli kesehatan. Makanya Satgas berkumpul di sini duduk bareng-bareng untuk instrumen televisi," tambahnya.

Rekomendasi