Standar cantik yang digandrungi pada saat ini menempatkan perempuan harus memiliki kulit glowing yang putih dan bersih dengan rambut panjang yang kini masih menjadi tren. Meski begitu, bukan berarti seorang perempuan yang tak mengikuti tren disebut tidak cantik.
Artis berbakat, Tanayu kerap menunjukkan identitas uniknya lewat gaya berpakaian yang eksentrik. Terlihat tak biasa dan berbeda, Tanayu mengekspresikan dirinya bahkan hingga bentuk potongan rambut.
Pemilik nama asli Intan Ayu Purnama ini juga baru saja mengubah gaya rambutnya menjadi cepak dan berwarna putih. Tak asal memotong rambut dan mengganti warna, Tanayu punya pesan mendalam dari gaya terbarunya ini.
Melansir dari Fimela, Tanayu menjelaskan jika stigma cantik yang dilekatkan pada perempuan saat ini sempat membuatnya resah. Ia kemudian merasa butuh untuk mengekspresikan jati dirinya tanpa terbebani dengan standar yang ada di masyarakat.
Advertisement
Ingin Mendobrak Stigma Cantik
Lewat gaya barunya kali ini, Tanayu ingin mendobrak stigma cantik yang tak jarang membatasi perempuan untuk berekspresi. Menurutnya, setiap perempuan cantik dengan caranya masing-masing. Tanayu ingin menyampaikan jika standar cantik yang ada di masyarakat selama ini bukanlah sebuah hal mutlak.
"Ada sedikit slide tujuan kecil (dari penampilan sekarang) yang mau aku sampein, sebenernya stigma itu (tentang perempuan cantik) kan dibentuk karena disajikan terus menerus, tapi nggak mutlak juga," tutur Tanayu.
Advertisement
Merasa Lebih Bebas
Setelah berhasil mengubah penampilan sesuai yang diinginkan, Tanayu mengaku jika ia merasa lebih bebas. Meski tak menampik pernah memikirkan stigma cantik yang ada, ibu satu anak ini merasa lebih bahagia setelah mengikuti kata hatinya. Dukungan orang-orang tercinta juga membuat Tanayu menjadi lebih mantap melakukan apa yang diinginkan.
"(Sekarang) I feel freedom to be my self dan memiliki kebebasan untuk mengekspresikan diri, aku bahagia dan merasa penuh jadi diri sendiri. Aku sempat berpikir karena stigmanya tadi itu awal-awal agak belum percaya diri karena aku masih lihat validasi dari luar, tapi begitu aku melakukan hal itu ternyata malah banyak yang dukung. Tadinya takut diagggap aneh karena berbeda tapi ternyata itu menyenangkan," pungkasnya.