Pakar Sebut Keunggulan Energi Terbarukan bagi Pertanian, Tingkatkan Kesejahteraan

Menurut Pakar dari Universitas Jenderal Soedirman, Ropiudin, salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan meningkatkan energi terbarukan. Namun hal ini masih terdengar asing di dunia pertanian sehingga perlu sosialisasi yang masif.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Pakar Sebut Keunggulan Energi Terbarukan bagi Pertanian, Tingkatkan Kesejahteraan
Areal persawahan di Maros. ©2015 merdeka.com/mappesona

Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Tak hanya budaya masyarakatnya, terbukti dengan lahan yang subur negara ini bisa menghasilkan berbagai macam komoditas pertanian.

Namun sayangnya, masih ada saja komoditas impor walau sebenarnya negara ini bisa memproduksinya sendiri, sebagai contoh beras impor, daging impor, kedelai impor, dan sebagainya. Selain itu, Indonesia juga punya kendala pada produktivitas pertanian.

Menurut Pakar dari Universitas Jenderal Soedirman, Ropiudin, salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan meningkatkan energi terbarukan antara lain tenaga surya, angin, biogas, energi mikro hidro, briket biomassa yang tersedia di wilayah pedesaan.

“Energi terbarukan penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Hal ini berguna untuk efisiensi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” jelas Ropiudin dikutip dari ANTARA pada Rabu (27/1). Berikut selengkapnya:

Pemanfaatan Energi Terbarukan

Menurut Ropiudin, pemanfaatan energi terbarukan dapat dilakukan mulai dari awal pengolahan sebelum panen hingga pemanfaatan limbah pertanian. Sumber energi ini dapat membantu meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani.

Dia mencontohkan penggunaan limbah di pabrik gula bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi panas tambahan. Sementara itu limbah basah seperti kotoran ternak, buah, dan kulit tanaman yang tidak terpakai bisa digunakan untuk produksi biogas.

“Pertanian dimulai dari pengolahan tanah hingga hasilnya bisa hadir di meja makan. Bahkan sekarang arah pemanfaatannya sudah sampai ke pengolahan limbahnya,” terang Ropiudin.

Perlu Sosialisasi

Karena belum cukup familiar di dunia pertanian, Ropiudin menjelaskan perlu sosialisasi yang masif tentang pentingnya pemanfaatan energi terbarukan ini.

Menurutnya, sosialisasi tersebut dapat berupa pengembangan dan perluasan jangkauan media informasi mengenai energi terbarukan hingga penyuluhan secara langsung kepada petani.

Ropiudin meyakini bahwa sosialisasi sangat penting dilakukan untuk mendukung pengembangan dan penerapan energi terbarukan, khususnya pada tahun 2021 ini.

“Dengan demikian, topik energi terbarukan akan menjadi topik yang familiar di tengah masyarakat,” kata Ropiudin.

Rekomendasi