Viral di Medsos, Ini 4 Fakta Wisata Sawah Svargabumi Magelang

Svargabumi merupakan sebuah obyek wisata yang menghadirkan konsep wisata Instagramable dengan lokasi tengah sawah disertai porpeti foto yang menarik. Uniknya, keberadaan tempat wisata itu tak hanya memberi keuntungan bagi pengusahanya, namun juga petani sekaligus masyarakat sekitarnya.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Viral di Medsos, Ini 4 Fakta Wisata Sawah Svargabumi Magelang
Svargabumi. ©Instagram/@svargabumi

Svargabumi merupakan sebuah obyek wisata yang berada di Kelurahan Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Magelang. Letaknya yang tak jauh dari Candi Borobudur, membuat obyek wisata itu menjadi pelengkap wisata alternatif yang berada di kawasan Borobudur selain Puthuk Setumbu dan Gereja Ayam.

Tempat wisata ini menghadirkan konsep wisata Instagramable dengan lokasi tengah sawah disertai porpeti foto yang menarik. Menariknya, keberadaan tempat wisata itu tak hanya memberi keuntungan bagi pengusahanya, namun juga petani sekaligus masyarakat sekitarnya.

Pungki, pemilik taman wisata itu mengatakan tempatnya dinamakan Svargabumi karena memiliki makna surga keindahan yang ada di muka bumi. Dia mendirikan taman wisata itu karena lokasinya cukup dekat dengan Candi Borobudur, yakni hanya 300 meter.

“Jadi sebenarnya potensi utama tempat ini ada di Borobudur. Dari situ kita ingin menambah alternatif selain ke candi. Tapi kita juga tidak mau jauh-jauh dari candi," kata Pungki.

Dalam membuat taman wisata sawah itu, Pungki mengaku menyewa tanahnya dari petani setempat. Namun petani setempat masih diperbolehkan untuk menggarap sawahnya di kawasan wisata itu.

“Pemilik (tanah)nya sekitar 30-an orang. Jadi ini kita garap sudah sejak Bulan Juli 2019,” kata Pungki dikutip dari YouTube Ganjar Pranowo pada Selasa (1/9).

Dulunya, sawah tempat taman wisata Svargabumi itu merupakan sawah tadah hujan. Penyiraman padi yang ditanam di sana hanya bergantung pada hujan yang turun, sehingga sawah itu hanya digarap saat musim hujan dan hanya bisa 2 kali panen dalam setahun.

Pengelola Svargabumi menyewa lahan sawah itu dengan konsep simboisis mutualisme. Mereka membuat sistem pengairan sederhana serta memberikan bibit serta pupuk pada petani. Hal inilah yang membuat mereka mampu mengelola sawahnya sepanjang waktu tanpa kehadiran wisatawan.

Walaupun menyewa ladang sawah milik petani dan petaninya masih bisa menggarap sawah di tempat itu, Pungki sebagai pemilik Svargabumi tidak mendapat jatah hasil panen dari sawah itu.

“Malah senang saya. Nanti para petani bisa makmur,” ujar Suroso, salah satu petani yang menggarap sawah di taman wisata itu.

Rekomendasi