Meski berbanding terbalik dengan latar belakang pendidikannya di Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN), namun Helmy Yahya mengawali kariernya di dunia pertelevisian Tanah Air.
Hal ini membawa namanya semakin banyak dikenal masyarakat. Nama Helmy Yahya mulai mencuat ke publik ketika menjadi presenter program acara kuis di pertelevisian Tanah Air.
Baru-baru ini, Helmy Yahya menceritakan masa-masa sulit yang pernah dihadapinya beberapa tahun silam. Mulai dari perceraian dengan istri dan berbagai cerita dalam perjalanan kariernya.
Advertisement
Perceraian
Hal itu diungkapkan Helmy Yahya dalam video perbincangannya bersama Daniel Mananta yang diunggah di kanal YouTube Daniel Mananta Network pada Rabu (19/8). Dalam perbincangan itu, Helmy Yahya mengaku bahwa Ia pernah melewati masa sulit saat bercerai dengan istri pertamanya.
"Bayangin ya, kita bersama seseorang 23 tahun mendadak hilang. Dulu, gue masuk kamar tidur gue aja enggak berani. Gue ajak anak gue 'tidur di kamar papa ya', berat," ungkap Helmy Yahya.
Advertisement
Berbanding Terbalik
Kondisi tersebut sangat berbanding terbalik ketika Helmy Yahya membawakan acara tentang pernikahan. Dalam acara tersebut Helmy Yahya mendapatkan tugas untuk mengupayakan pasangan suami istri yang akan bercerai.
"Bayangin Helmy Yahya yang mendamaikan orang tapi dia tidak bisa berdamai. Saya cuma ngomong gini, 'inilah kesempurnaan saya sebagai manusia yang tidak sempurna'," tambahnya.
Advertisement
Tiga Kali Kalah
Masa sulit Helmy Yahya juga datang saat Ia mencalonkan sebagai ketua daerah. Walaupun Helmy Yahya menghadapi kegagalan sebanyak tiga kali, Ia mengaku tidak begitu ambisius untuk mendapatkan jabatan itu.
"Saya gagal waktu Pilkada terakhir, mau apa lagi. Ini bukan tentang kontes popularitas, banyak faktor lainnya. Saya tiga kali kalah, ngapain juga saya ngotot-ngototlah," ujar Helmy Yahya.
Advertisement
Tak Merasa Gagal Di TVRI
Selama kurang lebih tiga tahun menjabat sebagai Direktur Utama, akhirnya Helmy Yahya harus melepaskan jabatannya tersebut di awal 2020 lalu. Meski demikian, Ia merasa tidak gagal dan berhasil membawa sebuah perubahan.
"Dan gue enggak merasa gagal, gue dipecat dari TVRI itu, no, I'm not gagal. Gue dikasih waktu 5 tahun untuk mengubah TVRI, saya cuma butuh 2 tahun udah bisa berubah. TVRI dari nomor 15 ke nomor 8, dari enggak ditonton jadi ditonton orang, dari jadul menjadi millenials," jelasnya.
Advertisement
Menangis di Hadapan Pegawai
Saat momen terakhir di stasiun televisi tersebut, Helmy Yahya mengaku pernah menangis di hadapan ratusan pegawai TVRI. Dalam momen tersebut, tidak ada pihak yang menyerang dirinya.
"Pertanyaannya itu enggak ada yang menyerang sama sekali. Sampai ada yang ngomong 'ini enggak ada yang salah dirut ini, yang salah Dewasnya' saya ceritain semualah. Tapi habis itu udah yang terakhir saya nangis, saya enggak tahan di balkon itu ada ratusan pegawai TVRI yang takut kehilangan saya," imbuhnya.