Penyebab Laptop Mati Total, Pahami Cara Mengatasinya
Merdeka.com - Kondisi laptop mati tentu merupakan salah satu gangguan umum yang sering terjadi. Dalam hal ini, laptop mati bisa terjadi secara tiba-tiba bahkan tanpa alasan yang diketahui dengan jelas. Tidak menjadi masalah jika setelah itu laptop bisa dihidupkan kembali dan berjalan dengan normal. Beda jika laptop mati secara total dan tidak bisa diaktifkan kembali.
Dalam hal ini, ada beberapa penyebab laptop mati total yang sering terjadi. Mulai dari faktor laptop terkena air, laptop terguncang atau terjatuh, atau terjadi masalah korsleting pada laptop. Bukan hanya itu, penyebab laptop mati total juga bisa dipengaruhi oleh permasalahan pada baterai laptop.
Jika mendapati laptop mati secara total, maka penting untuk mendeteksi hal apa yang menyebabkan laptop mati dan tidak bisa dihidupkan kembali. Selain mencari penyebabnya, Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara mengatasi laptop mati total dengan baik dan benar.
Dalam hal ini, cara mengatasi laptop yang mati total perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Tentu beda penyebab, beda pula cara penanganan. Dengan begitu, Anda perlu memahami dengan baik langkah-langkah pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi laptop mati berdasarkan masing-masing penyebabnya.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut kami merangkum penyebab laptop mati total yang sering terjadi dan cara mengatasinya, bisa disimak.
Penyebab Laptop Mati Total: Terkena Air, Terjatuh atau Terguncang
Terkena AirPenyebab laptop mati total yang pertama adalah terkena air. Ini adalah faktor penyebab yang sering kali terjadi. Seperti ketika tidak sengaja menumpahkan minuman dan terkena laptop, atau ketika air hujan yang masuk pada celah atap bocor kemudian mengenai laptop.
Pada beberapa kasus yang tidak terlalu parah, laptop yang terkena air masih bisa dinyalakan. Namun ketika air masuk pada bagian laptop, kemudian mengenai bagian motherboard, sering kali ini menyebabkan laptop mati total.
Jika peristiwa tersebut terjadi pada laptop, segera lakukan beberapa langkah berikut agar kerusakan yang ditimbulkan tidak terlalu parah:

pexels
Terjatuh atau TerguncangPenyebab laptop mati total berikutnya adalah terjatuh atau terguncang. Saat laptop mendapatkan guncangan yang cukup kuat atau terjauh, tentu laptop sering kali mengalami risiko kerusakan. Tidak menjadi masalah jika bagian luar seperti tombol keyboard terlepas, namun akan menjadi masalah jika bagian penting di dalamnya lepas dan mengalami kerusakan, seperti motherboard, LDC, dan lain-lain.
Dengan begitu, Anda perlu memastikan apakah semua komponen laptop masih terpasang dengan baik. Mulai dari LCD, baterai, hingga motherboard. Jika mendapati masalah kerusakan pada jalur penting motherboard, biasanya Anda perlu mengganti dengan motherboard baru.
Namun jika kerusakan hanya pada jalur yang tak begitu penting, biasanya laptop masih bisa berfungsi. Jika ingin lebih aman, Anda bisa membawa laptop ke teknisi profesional untuk memastikan kondisinya.
Penyebab Laptop Mati Total: Korsleting, Masalah Baterai
KorsletingPenyebab laptop mati total selanjutnya bisa terjadi karena masalah korsleting. Korsleting pada laptop umumnya terjadi karena adanya hubungan arus pendek. Biasanya kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai macam hal, seperti aliran listrik yang tidak stabil, penggunaan charger yang kurang tepat atau tidak menggunakan charger asli, hingga faktor cacat bawaan dari pabrik.
Saat korsleting terjadi, kemungkinan beberapa komponen akan terbakar. Jika ini yang dialami, maka Anda perlu segera mengganti komponen yang terbakar dengan yang baru. Namun, sebelumnya perlu dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui bagian mana saja yang terkena dampak korsleting.
Selain itu, jika terdapat indikasi terjadinya korsleting pada laptop, terdapat beberapa langkah pertama yang bisa dilakukan, yaitu:
Penyebab laptop mati total yang terakhir tentu saja karena terjadi masalah pada bagian baterai. Pada beberapa kasus, laptop mati total disebabkan karena kondisi baterai yang tidak bisa menyimpan daya dan menggunakannya secara optimal. Sehingga penggunaan baterai sering kali drop dan tidak bertahan lama.
Sebenarnya kondisi ini bisa diatasi dengan mengisi baterai laptop terlebih dahulu selama beberapa menit sebelum menyalakan. Umumnya, baterai yang telah digunakan sampai 0% akan membutuhkan waktu lama untuk charge sebelum bisa digunakan.
Namun, jika sudah dicharge dan laptop masih mati, kemungkinan terjadi masalah pada baterai atau konektornya. Biasanya, laptop yang tidak bisa menyala dapat dilihat dari lampu indikator yang mati. Jika itu yang dialami, cobalah lepaskan baterai laptop, kemudian hubungkan laptop langsung dengan charger.
Jika laptop bisa hidup, maka baterai memang bermasalah dan perlu diganti. Ini bisa dengan mudah dilakukan jika laptop menggunakan baterai pasang-lepas. Namun akan lebih sulit dilakukan jika laptop menggunakan baterai tanam, sehingga Anda harus membawa laptop ke tempat servis untuk memperbaikinya.
(mdk/ayi)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya