Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Kemacetan yang Sering Terjadi, Ini Hal-Hal yang Harus Dilakukan

Penyebab Kemacetan yang Sering Terjadi, Ini Hal-Hal yang Harus Dilakukan Ilustrasi macet. ©Shutterstock/Artens

Merdeka.com - Macet masih menjadi masalah besar di Indonesia. Terutama di kota-kota besar, fenomena jalanan macet seolah menjadi pemandangan yang selalu ditemui sehari-hari. Di mana kendaraan roda dua hingga empat harus mengantre dan maju perlahan untuk dapat melintasi jalan.

Biasanya jalanan yang macet terjadi di jam-jam sibuk, seperti di pagi hari jam berangkat kerja hingga di sore hari jam pulang kerja. Selain itu, risiko jalanan macet juga sering terjadi di akhir pekan, di mana banyak orang pergi ke luar rumah untuk menikmati hari libur.

Selain padatnya kendaraan yang melintas di jalan, terdapat beberapa penyebab kemacetan lainnya yang kerap menjadi pemicu. Mulai dari adanya proyek kontruksi jalan, terjadinya kecelakaan lalu lintas, dan faktor cuaca. Bukan hanya itu, penyebab kemacetan juga sering dipengaruhi oleh faktor gangguan lain, seperti pengemudi yang mengoperasikan smartphone sambil menyetir.

Bagi Anda yang sering beraktivitas dengan kendaraan pribadi, maka penting untuk mengetahui apa saja penyebab kemacetan yang umum terjadi. Beberapa faktor penyebab kemacetan perlu diwaspadai, terutama ketika Anda hendak melewati jalan utama di kota. Selain itu, Anda juga perlu memahami hal apa yang harus dilakukan ketika terjebak macet di jalan.

Dilansir dari laman Aceable, berikut kami merangkum beberapa penyebab kemacetan yang sering terjadi dan penjelasan lainnya, bisa Anda simak.

Penyebab Kemacetan: Padatnya Kendaraan, Konstruksi Jalan, Kecelakaan

Padatnya Kendaraan

Penyebab kemacetan yang pertama tentu saja karena padatnya kendaraan yang melintas di jalan. Bentuk kemacetan ini disebut juga dengan saturasi, di mana suatu jalan dipenuhi dengan kendaraan-kendaraan yang ingin melintas. Kemacetan ini sering terjadi ketika populasi di suatu kota tumbuh lebih cepat daripada instrukturnya.

Semakin padat suatu kota, maka risiko orang-orang yang bermobilitas dan melewati jalan-jalan semakin banyak. Terlebih jika masyarakat di kota tersebut lebih suka menggunakan kendaraan pribadi setiap kali beraktivitas ke luar rumah. Selain itu, fasilitas transportasi umum yang belum memadai juga semakin meningkatkan kecenderungan ini. Jika tidak dikelola dengan baik, maka kemacetan akan lebih sering ditemui, bahkan di setiap jalan di kota tersebut.

Konstruksi Jalan

Penyebab kemacetan berikutnya bisa terjadi akibat adanya kontruksi jalan. Sering kali ketika Anda melintas di jalanan kota, melihat petugas kontruksi sedang melakukan tugas untuk membenahi aspal yang berlubang. Ini memang sering dilakukan pemerintah untuk pemeliharaan jalan raya sehingga mendukung mobilitas masyarakat yang semakin lancar.

Sayangnya, konstruksi jalan ini juga berisiko menyebabkan kemacetan. Terlebih jika jalan yang sedang diperbaiki adalah jalan utama yang sering dilalui para pengendara. Dengan begitu, penting untuk melakukan rekayasa lalu lintas agar kontruksi jalan bisa dilakukan dengan baik, dan para pengendara tetap bisa melintas dengan lancar.

Kecelakaan

Penyebab kemacetan lalu lintas selanjutnya juga bisa terjadi akibat kecelakaan. Jika di suatu jalan terjadi kecelakaan antar pengendara, tentu ini akan menyebabkan kemacetan di jalan tersebut. Di mana pengendara di belakang harus mengemudi lebih lambat karena terhalang oleh kendaraan yang mengalami tabrakan.

Biasanya, ketika terjadi kecelakaan, petugas polisi lalu lintas akan mengatur arus kendaraan di jalan tersebut sehingga memungkinkan evakuasi kecelakaan, sekaligus kendaraan lain dapat melintas dengan lebih lancar. Namun tak jarang pula, kendaraan lainnya diarahkan ke jalan lain jika kecelakaan yang terjadi cukup besar dan memakan tempat di area jalan tersebut.

Penyebab Kemacetan: Cuaca, Kebiasaan Menggunakan Smartphone saat Mengemudi

Cuaca

Penyebab kemacetan di jalan juga bisa dipengaruhi oleh faktor cuaca. Terutama saat cuaca hujan, petir, atau bersalju jika di luar negeri. Beberapa jenis cuaca ini mendorong setiap pengemudi untuk melaju lebih pelan dan berhati-hati guna menghindari risiko kecelakaan.

Ini tidak hanya dilakukan oleh satu pengendara, namun sebagian besar pengendara yang melintas di jalan saat cuaca buruk. Gerakan lambat inilah yang menyebabkan risiko menumpuknya kendaraan-kendaraan yang sedang melaju. Dengan begitu, penting untuk memperhatikan prediksi cuaca harian ketika Anda hendak pergi ke luar rumah.

Kebiasaan Menggunakan Smartphone saat Mengemudi

Penyebab kemacetan di jalan yang terakhir namun tak kalah penting untuk diperhatikan adalah kebiasaan mengoperasikan smartphone saat mengemudi. Sebagian orang mungkin masih melakukan ini, meskipun hal ini sudah dilarang karena bisa menimbulkan kecelakaan dan kerugian lainnya. Baik itu hanya sekedar menerima telepon atau melihat pesan teks masuk.

Orang yang melakukan kegiatan ini, cenderung mengemudi dengan lebih pelan karena konsentrasi terbagi antara menyetir dengan melihat smartphone. Gerakan pelan inilah yang berisiko menyebabkan kemacetan. Dengan begitu, sebaiknya Anda tidak mengoperasikan smartphone ketika berkendara. Utamakan keselamatan saat mengemudi, bukan untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain.

Hal yang Harus Dilakukan

Setelah mengetahui berbagai penyebab kemacetan yang sering terjadi, terakhir akan dijelaskan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ketika terjebak di jalanan macet. Pertama, tetap tenang. Jangan melakukan manuver atau putaran balik sembarangan karena akan membuat kondisi semakin kacau.

Selain itu, hindari melintas di bahu jalan dan jangan sembarangan membunyikan klakson. Jalanan yang macet ditambah dengan bunyi klakson kendaraan yang tidak sabar akan semakin menimbulkan emosi yang menguras energi.

Kedua, jaga jarak dengan kendaraan lain. Jalankan kendaraan secara perlahan mengikuti ritme dari arah depan. Tetap jaga jarak dengan kendaraan lain agar tidak bertabrakkan, setidaknya tiga detik dari kendaraan yang ada di depan Anda. Jangan pula berhenti terlalu mepet dengan kendaraan di depan atau samping.

Ketiga, hindari jalan persimpangan sibuk. Persimpangan bisa sangat berbahaya saat lalu lintas padat. Carilah rute terbaik yang lebih aman dan senggang. Terakhir, jauhkan ponsel ketika sedang berkendara.

Hindari mengoperasikan smartphone saat sedang menyetir. Lebih baik matikan ponsel atau mode senyap sehingga Anda bisa berkonsentrasi penuh saat mengemudi. Ini dilakukan agar Anda tetap selamat dan tidak membahayakan pengendara lain.

(mdk/ayi)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP