Niat Sholat Istiqoroh 2 Rakaat dan Tata Caranya, Perlu Diperhatikan
Merdeka.com - Niat sholat istiqoroh sebaiknya diketahui umat muslim. Setiap orang tentu selalu dihadapkan oleh berbagai macam pilihan hidup. Tak jarang, pilihan-pilihan yang ada memiliki beragam risiko yang perlu dipertimbangkan. Terlebih jika berkaitan dengan masalah yang cukup serius, pengambilan keputusan pun harus dilakukan dengan hati-hati.
Bagi umat muslim yang menghadapi suatu persoalan, Islam telah menganjurkan untuk melaksanakan sholat dua rakaat, yaitu untuk memohon petunjuk dan pertolongan dari Allah. Sholat dua rakaat yang dianjurkan adalah sholat istiqoroh.
Amalan sholat ini dilakukan agar setiap keputusan yang diambil dan sikap yang dilakukan atas izin dari Allah. Sholat ini juga memohon agar Allah selalu memberikan arahan yang baik dari setiap langkah yang dilakukan. Untuk mempraktikkan amalan ini, maka Anda harus memperhatikan bacaan sholat istiqoroh dan tata caranya dengan baik dan benar.
Selain itu, itu, Anda juga perlu mengetahui bacaan doa khusus yang perlu dibaca setelah selesai sholaat istiqoroh. Penting juga bagi Anda untuk memahami bagaimana cara kerja petunjuk yang diberikan Allah setelah melaksanakan sholat istiqoroh.
Dengan memahami hal ini, Anda bisa melakukan amalan dengan baik sesuai syariat dan mendapatkan hasil yang baik pula. Dilansir dari NU Online, berikut kami merangkum niat sholat istiqoroh dan tata caranya, bisa Anda simak.
Dalil Sholat Istiqoroh
Sebelum mengetahui niat sholat istiqoroh dan tata caranya, perlu dipahami terlebih dahulu tentang dalil dari sholat istiqoroh. Istiqoroh termasuk amalan sholat sunah yang dilakukan dalam dua rakaat. Amalan ini dilakukan untuk memohon petunjuk dan kemudahan Allah dalam menghadapi persoalan hidup.
Biasanya, persoalan yang dimaksud berkaitan dengan pilihan. Di mana Anda dihadapkan oleh berbagai macam pilihan dari keputusan dan sikap yang akan diambil. Ini bisa jadi apa saja, mulai dari urusan jodoh, tujuan memilih pendidikan lanjutan, pekerjaan, dan lain sebagainya.
Menurut hadist riwayat Imam Al-Bukhari, Rasulullah pernah mengajari para sahabat untuk melakukan sholat istiqoroh ketika menghadapi persoalan hidup. Di mana Rasulullah SAW pernah bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat sunnah dua rakaat.” (HR. Imam Al-Bukhari)
Dengan begitu, umat muslim dianjurkan untuk selalu melibatkan Allah SWT dalam setiap urusan yang sedang dihadapi. Dengan memohon kemudahan dan pertolongan, maka Allah akan memberikan petunjuk kebaikan bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.
Niat Sholat Istiqoroh, Tata Cara, dan Doanya
Setelah memahami dalil sholat istiqoroh, berikutnya akan dijelaskan niat sholat istiqoroh, tata cara, dan doanya. Sama seperti ibadah sholat lainnya, membaca niat adalah syarat penting yang menentukan sahnya sholat. Dengan begitu, Anda perlu memperhatikan bacaan niat sholat istiqoroh dengan benar, yaitu sebagai berikut:
Ushallî sunnatal istikhârati rak’ataini lillâhi ta’âlâ.
Artinya, “Aku berniat shalat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah ta’ala.”
Tata cara sholat istiqoroh dilakukan dalam dua rakaat salam. Artinya, setelah dua rakaat diakhiri dengan tahiyat dan salam. Berikut tata cara sholat istiqoroh secara umum:
- Membaca niat sholat istiqoroh.
- Takbiratul ihram.
- Membaca Surat Al Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan Surat Al Kafirun.
- Rukuk.
- Itidal.
- Sujud.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Berdiri melakukan rakaat kedua. Membaca Surat Al Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan Surat Al Ikhlas.
- Rukuk.
- Itidal.
- Sujud.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Tahiyat akhir.
- Salam.
Selesai mengerjakan sholat istiqoroh, dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, kemudian membaca bacaan doa khusus untuk memohon kemudahan dan kebaikan dari Allah. Berikut bacaan doa sholat istiqoroh yang bisa Anda amalkan:
Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidina muḫamamdin, Alḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. Allâhumma innî astakhîruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa lâ aqdiru, wa ta’lamu wa lâ a’lamu, wa anta ‘allâmul ghuyûb. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hâdzal amra khairun lî fî dînî wa dun-yâya wa ‘âqibati amrî ‘âjilihi wa âjilihi faqdurhu lî wa bârik lî fîhi tsumma yassirhu lî. Wa in kunta ta’lamu anna hâdzal amra syarrun lî fî dînî wa dun-yâya wa ‘âqibati amrî ‘âjilihi wa âjilihi fashrifnî ‘anhu washrfhu ‘annî waqdur liyal khaira haitsu kâna ainamâ kânû innaka ‘alâ kulli syai-in qadîr. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidina muḫamamdin, walḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. Artinya,
“Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah dengan pengetahuan-Mu, aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan sementara aku tidak mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam bagi agamaku, kehidupanku, akhir urusanku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah hal tersebut untukku. Mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, akhir urusanku, diniaku, dan akhiratku, maka palingkanlah aku darinya dan palingkanlah dia dariku. Takdirkanlah yang terbaik untukku apa pun keadaannya. Sesungguhnya engkau Yang Maha Bisa atas segala sesuatu.”
Setelah membaca doa sholat istiqoroh, Anda bisa memohon doa sesuai dengan perkara yang sedang dihadapi. Anda bisa menyampaikan permohonan kepada Allah untuk diberikan petunjuk, kemudahan, pertolongan dan kebaikan dari Allah.
Petunjuk Setelah Sholat Istiqoroh
setelah mengetahui bacaan niat sholat istiqoroh, tata cara, serta doanya, terakhir akan dijelaskan cara kerja petunjuk setelah sholat istiqoroh. Sering kali dipahami, petunjuk yang didapatkan setelah sholat istiqoroh adalah melalui mimpi. Bisa saja ini terjadi, namun akan sulit bagi Anda untuk memahami apakah mimpi itu hanya bunga tidur buah dari pikiran atau benar-benar sebuah petunjuk.
Dalam hal ini, telah dijelaskan bahwa petunjuk dari sholat istiqoroh yang paling benar adalah sebuah kemudahan. Di mana Allah akan membimbing Anda serta memudahkan jalan dari salah satu pilihan yang ada. Sebab, jika menurut Allah hal itu baik untuk Anda tentu saja akan dimudahkan.
Sebaliknya, jika suatu hal itu buruk untuk Anda maka Allah akan membuat Anda jauh atau sulit melakukan hal tersebut. Jika suatu hal yang Anda inginkan, namun Allah tidak memberikan hal itu, umat muslim dianjurkan untuk percaya setiap kehendak yang diberikan Allah adalah yang terbaik. Sebab Allah Maha Mengetahui, sedangkan manusia tidak mengetahui apa pun.
(mdk/ayi)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya