Mirip Punden Berundak, Ini 3 Fakta Unik Makam Kuno di Kebumen

Selasa, 9 Agustus 2022 10:13 Reporter : Shani Rasyid
Mirip Punden Berundak, Ini 3 Fakta Unik Makam Kuno di Kebumen Makam Mbah Kuwu Batulawang. ©YouTube/Tedhong Telu

Merdeka.com - Ada sebuah makam unik yang terletak di Desa Watulawang, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Dari ketinggian, makam itu bentuknya mirip punden berundak.

Tak hanya itu, di tiap-tiap makamnya terlindungi oleh bangunan kecil yang ditutupi genteng, sehingga dari jauh tampak seperti rumah-rumah penduduk.

Warga sekitar menyebutnya Makam Mbah Kuwu Watulawang. Lantas seperti apa keunikan makam tersebut? Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Melambangkan Sebuah Tingkatan

makam mbah kuwu batulawang

©YouTube/Tedhong Telu

Dari jauh, makam itu terlihat berundak mengikuti bentuk bukit tempat makam itu berada. Bu Yati, salah seorang warga Watulawang mengatakan, bentuk makam yang berundak ini melambangkan sebuah tingkatan. Di tingkatan teratas ada makam Mbah Kuwu beserta keluarga.

“Ini yang kemarin baru dibangun,” kata Bu Yati merujuk pada bangunan baru makam Mbah Kuwu yang baru direnovasi. Dilansir dari akun YouTube Tedhong Telu pada Jumat (5/8), tampak pada bangunan itu kayu jatinya masih tampak baru.

3 dari 4 halaman

Mirip Punden Berundak

makam mbah kuwu batulawang

©YouTube/Tedhong Telu

Bu Yati mengatakan, Makam khusus Mbah Kuwu beserta keluarganya hanya berada di bagian puncak. Sementara itu untuk ke bawahnya sudah dikategorikan makam umum.
Namun satu keunikan dari makam-makam itu adalah hampir semuanya terlindungi oleh atap. Selain itu banyak kijing makamnya yang terbuat dari kayu jati. Tampak di beberapa makam ada tempat pembakaran dupa.

Saat diambil menggunakan kamera dari atas drone, tampak makam kuno itu begitu eksotis. Bentuknya seperti punden berundak mengikuti struktur bukit tempat makam itu berada. Di sekeliling makam terdapat hamparan hijau pohon-pohon yang menambah pesona keberadaan makam tua itu.

4 dari 4 halaman

Budaya Jawa Masih Kental

makam mbah kuwu batulawang

©YouTube/Tedhong Telu

Masyarakat Desa Watulawang sendiri hingga kini masih memegang erat budaya Jawa. Saat Bulan Sura, warga desa setempat banyak yang melakukan selamatan dan ritual khusus seperti Merdi Bumi, Palakia, Ruwat Dadung, Baritan, Kenduren, dan tradisi lainnya.

Nama “Watulawang” sendiri diambil dari nama batu yang menyerupai sebuah pintu yang terletak di area persawahan. Karena bentuknya mirip gerbang, masyarakat percaya tempat itu merupakan gerbang gaib. Batuan penyusun batu itu berupa breksi vulkanik dengan vragmen andesit yang dihasilkan dari aktivitas gunung api pada masa Moisen Atas.

[shr]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jateng
  3. DIY
  4. Berita
  5. Kebumen
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini