Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengunjungi Masjid Tertua di Sragen, Didirikan pada Abad Ke-16

Mengunjungi Masjid Tertua di Sragen, Didirikan pada Abad Ke-16 Masjid Butuh. ©YouTube/Piknik Yuuuk

Merdeka.com - Masjid Butuh berada di Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Masjid ini merupakan yang tertua di Sragen. Lokasinya berada di pelosok desa. Walau begitu, keberadaan masjid itu menyimpan sebuah sejarah yang besar.

Didirikan pada abad ke-16, lokasi masjid itu persis di tepi Sungai Bengawan Solo. Masih satu kompleks dari masjid itu, terdapat makam tokoh besar pada masanya.

Ialah Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya, pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Pajang. Berikut sejarahnya:

Dibangun Setelah Masjid Agung Demak

masjid butuh

©YouTube/Piknik Yuuuk

Dilansir dari Nu.or.id, Masjid Butuh dibangun setelah Masjid Agung Demak selesai dibangun. Dulunya di dekat masjid itu terdapat bandar atau pelabuhan perahu untuk lalu lintas perdagangan.

Selain itu, terdapat pula peninggalan sampan yang dulu digunakan Joko Tingkir untuk mengarungi Sungai Bengawan Solo. Dulunya, masjid ini menjadi pusat penyebaran agama Islam di Sragen.

“Konon dari masjid inilah penyebaran agama Islam kali pertama di wilayah Sragen dimulai. Sedangkan Ki Ageng Butuh adalah ayah Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya yang juga Raja Pajang,” kata Dewi, salah seorang penduduk setempat, dikutip dari Nu.or.id.

Kondisi Masjid Butuh

masjid butuh

©YouTube/Piknik Yuuuk

Lokasi Masjid Butuh berada di tengah desa dan jauh dari keramaian. Halaman masjid dan lingkungan di sekitarnya tampak bersih sehingga membuat pengunjung yang datang merasa nyaman.

Bangunan serambi masjid berbentuk limasan dan struktur bangunan disusun menggunakan kerangka kayu jati berukuran besar.

Sakaguru masjid itu berjumlah empat dan memiliki tinggi 6 meter dengan ukuran sisi 30 cm. Di sekeliling empat sakaguru itu terdapat 12 pilar dengan ukuran tinggi 4 meter dan setiap sisinya memiliki ukuran 20 cm.

Makam Joko Tingkir

masjid butuh

©YouTube/Piknik Yuuuk

Masih satu kompleks dengan Masjid Butuh, terdapat makam pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Pajang, Sultan Hadiwijaya alias Joko Tingkir.

Setelah menjadi Raja Pajang, Joko Tingkir menanggalkan kekuasaannya dan ingin mendekatkan diri pada Tuhan.

Kemudian ia memutuskan untuk pergi ke kampung halaman orang tuanya yang berada di tepian Sungai Bengawan Solo, yang tak lain adalah tempat yang sekarang berdiri masjid Butuh ini.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP