Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengunjungi Desa Tersembunyi di Lereng Gunung Sumbing, Surganya Kopi Arabika

Mengunjungi Desa Tersembunyi di Lereng Gunung Sumbing, Surganya Kopi Arabika Desa tersembunyi di lereng Gunung Sumbing. ©YouTube/Indonesian Village Stories

Merdeka.com - Banyak desa di Pulau Jawa yang memiliki pemandangan yang indah. Desa-desa ini tersembunyi di balik gunung dan belum banyak orang tahu. Selain pesonanya yang indah, desa-desa ini menyajikan kesunyian suasana yang jauh dari hiruk pikuk.

Suasana ini bisa kita rasakan saat mengunjungi Dusun Tukung, Desa Ngemplak, Kecamatan Windusari, Magelang. Wilayah ini berada di sebelah timur Desa Wisata Butuh yang terkenal dengan sebutan “Nepal Van Java”.

Berbeda dengan dusun tetangganya, Dusun Tukung masih belum banyak dikunjungi wisatawan. Lalu seperti apa suasana desa itu? Berikut selengkapnya:

Suasana Religius

desa tersembunyi di lereng gunung sumbing

©YouTube/Indonesian Village Stories

Dikutip dari kanal YouTube Indonesian Village Stories, Dusun Tukung merupakan desa yang sangat unik. Lokasinya berada di kawasan perbukitan dan lembah di lereng Gunung Sumbing. Banyak rumah di sana yang letaknya berada di lereng yang sangat curam.

Penduduk di desa itu kehidupannya masih sangat religius. Sekitar pukul 11.45 siang, suara lantunan ayat suci Al-Qur’an saling bersahutan dari satu masjid ke masjid lainnya. Di saat itulah satu per satu warga turun dari ladang mereka untuk kembali ke rumah melaksanakan ibadah.

“Ini baru panen lombok,” kata salah seorang ibu-ibu di sana yang membawa karung ukuran besar di punggungnya.

Rumah Terbuat dari Bambu dan Kayu

desa tersembunyi di lereng gunung sumbing

©YouTube/Indonesian Village Stories

Masih di Desa Ngemplak, ada wilayah bernama Dusun Pentung. Masyarakat di Dusun Pentung masih hidup dengan kearifan lokal yang kental. Salah satunya terlihat pada bangunan rumah-rumah di sana yang terbuat dari bambu dan kayu.

Mayoritas warga di sana menggantungkan hidup dari dunia pertanian. Namun berbeda dari kebanyakan warga desa di kawasan pegunungan yang menanam sayur-sayuran, warga di Dusun Pentung kebanyakan bertani cabai dan jagung.

Surganya Kopi Arabika

desa tersembunyi di lereng gunung sumbing

©YouTube/Indonesian Village Stories

Di balik keheningannya, siapa sangka Dusun Pentung menjadi surganya kopi arabika di Magelang. Wilayah itu dinilai cocok untuk ditanami kopi karena lahannya subur dan letaknya yang berada di ketinggian 1.400 mdpl.

“Dari hasil penelitian di Pusat Penelitian Kopi Indonesia yang ada di Jember, kopi yang ada di kami ini tergolong high quality speciality, artinya nilainya di atas 80,” kata Istanto, Ketua Forum Petani Multikultur Indonesia, dikutip dari kanal YouTube Dinas Kominfo Kabupaten Magelang.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP