Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, merupakan wilayah dengan bentang alam yang indah. Letaknya diapit bukit serta hutan dan berada di lereng Gunung Slamet.
Di sana juga terdapat aliran sungai yang airnya jernih. Di tepian sungai tampak hamparan hijau persawahan milik penduduk.
Kawasan indah nan eksotis itu menyimpan sebuah rahasia besar yang tak banyak orang tahu.
Dahulu kala, di zaman Pleistosen awal atau jutaan tahun yang lalu, Bumiayu merupakan rumah bagi kehidupan purbakala. Berbagai macam fosil ditemukan di sini.
Lalu seperti apa rupa kehidupan purbakala Situs Bumiayu di masa silam?
Tahun 2023, BRIN menerjunkan beberapa peneliti ke Situs Bumiayu dan sekitarnya. Dari hasil temuan, disimpulkan bahwa dulunya Bumiayu merupakan sebuah pantai yang berada di sisi timur Pulau Jawa.
Sementara di sebelah timur deretan pantai itu, terhampar perairan laut dengan banyak gunung api purba.
Advertisement
Berikut ini adalah foto ilustrasi kondisi Pulau Jawa pada masa lalu. Dari sinilah terlihat bahwa Bumiayu berada di unjung timur. Sementara di timurnya terdapat banyak pulau keci.
Sumber Foto: BRIN Indonesia
Selain itu, di ujung timur Pulau Jawa pada masa itu, terdapat banyak Gunung Api yang berada di bawah laut.
Sumber foto: BRIN Indonesia
Salah satu Geosite Situs Bumiayu berada di Desa Bantarwaru, Kecamatan Bantarkawung, Brebes. Di sana terdapat bukti masa lalu, tepatnya pada 2 juta tahun yang lalu, di mana Situs Bumiayu merupakan sebuah pantai di ujung timur Pulau Jawa.
Advertisement
Geosite itu tersembunyi di pinggir aliran sungai. Lokasi tepian sungai itu merupakan wilayah di mana sungai-sungai besar bertemu dengan laut. Pada sebuah batu yang besar di pinggir sungai, banyak ditemukan fosil-fosil hewan laut seperti siput, kepiting, dan kerang.
Sekitar 2 juta tahun yang lalu, Bumiayu merupakan bagian dari prodelta. Di sana aliran sungai membawa endapan dan menciptakan penampakan alam yang unik.
Salah seorang anggota komunitas bernama Timbul, menemukan sebuah cangkang kepiting laut yang telah mengalami fosilisasi selama ribuan tahun. Fosil itu sangat lengkap.
Sumber foto: BRIN Indonesia
Advertisement
Tak jauh dari penemuan cangkang kepiting purba, anggota komunitas lain, Bimo, menemukan sesuatu yang terjulur keluar reruntuhan dinding sungai.
Tim penelusuran menyimpulkan kalau penemuan itu merupakan tulang binatang purba yang besar.
Dilansir dari kanal YouTube BRIN Indonesia, Situs Bumiayu dan sekitarnya telah menjadi salah satu perhatian khusus bagi BRIN untuk menggali sejarah lewat kegiatan ekskavasi fosil.
Kegiatan ekskavasi di sana terus dilakukan demi mengungkap misteri masa lalu agar menjadi terang demi menjadi acuan atau sumber ilmu pengetahuan bagi masa kini dan masa depan.