Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Mbah Lasiyo, Petani Asal Bantul yang Dijuluki Profesor Pisang

Mengenal Mbah Lasiyo, Petani Asal Bantul yang Dijuluki Profesor Pisang Lasiyo Profesor Pisang. ©YouTube/Kementerian Pertanian

Merdeka.com - Proses belajar memang tak mengenal strata dan usia. Semua orang bisa terus belajar untuk menemukan solusi atas masalah yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Satu hal yang penting dalam proses belajar itu adalah tak pernah berhenti untuk berusaha.

Seorang Thomas Alfa Edison, sang penemu bola lampu pernah bilang, jika dia pernah gagal sebanyak 10.000 kali bukan berarti dia gagal sebanyak itu. Namun hal itu berarti dia telah menemukan 10.000 cara yang keliru dan akhirnya menemukan sebuah cara yang benar.

Hal itulah yang dialami seorang pria asal Dusun Ponggok, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, bernama Lasiyo Syaifudin. Sempat mengalami keterpurukan akibat gempa Jogja di tahun 2006, dia tak ingin terus berpangku tangan.

Oleh karena itu tercetus idenya untuk melakukan budidaya tanaman pisang. Seiring waktu, dia akhirnya menemukan obat anti hama pisang dari bahan organik dan obat perangsang pisang agar cepat berbuah. Berikut selengkapnya:

Mencoba Bangkit Akibat Gempa

lasiyo profesor pisang

©YouTube/Kementerian Pertanian

Inisiatif Lasiyo untuk bertanam pisang bermula setelah peristiwa gempa jogja pada 2006 lalu. Pada waktu itu, banyak orang menderita dan hidup dengan penuh ketidakpastian. Oleh karena itulah Lasiyo mencetuskan ide untuk memberdayakan warga dalam penanaman pisang dan mendiskusikan idenya itu pada kepala desa setempat.

Alasan Lasiyo memilih pisang sebagai obyek budidaya sebenarnya cukup sederhana. Menurutnya, budidaya pisang itu cukup mudah, bibitnya murah, dan di mana-mana bisa ditanam.

Namun idenya itu baru bisa direalisasikan pada akhir 2007. Pada waktu itu, Lasiyo mendapat bantuan pembelajaran dari pemerintah.

Dari sanalah, ia mengajukan diri untuk mendapatkan pembelajaran tentang budidaya pisang mulai dari proses pembibitan, pemberantasan hama penyakit, pasca panen, pengolahan, dan pasca pemasaran. Dalam program itu, ia mengajak masyarakat untuk ikut serta.

“Semua ini dilakukan bukan untuk mencari ini dan itu. Namun sebagai usaha untuk kehidupan kita yang terus berlangsung. Jadi kita tidak keterlaluan menggantungkan bantuan pada siapapun andaikata kita punya tabungan tanaman yang hidup, bisa berbuah, dan bisa dimakan,” jelas Lasiyo dikutip dari YouTube Kementerian Pertanian.

Tukang Uji Coba

lasiyo profesor pisang

©YouTube/Kementerian Pertanian

Dalam melakukan budidaya pisang, Lasiyo menggunakan bahan alami seperti pupuk organik, pestisida alami, dan agen hayati. Namun dalam menggunakan bahan alami itu, Lasiyo harus melakukan berkali-kali uji coba untuk mendapatkan komposisi bahan yang terbaik. Biasanya, ia melakukan uji coba sebanyak tujuh kali sampai kemudian mendapatkan hasil yang bagus.

“Saya sering mencoba inovasi dan kalau mencoba itu tak cukup satu sampai dua kali. Tapi kalau saya mencoba untuk membuat pestisida alami itu sampai tujuh kali. Percobaan pertama sampai keenam mungkin belum begitu pas. Tapi setelah ketujuh ke atas bagus. Karena kalau mencoba produk apapun, minimal tujuh kali. Setelah yang ketujuh itu lebih istimewa,” ujar Lasiyo.

Cara Membuat Pestisida Alami

lasiyo profesor pisang

©YouTube/Kementerian Pertanian

Lasiyo mengatakan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pestisida alami berasal dari tanaman yang ia tanam sendiri. Bahan-bahan itu di antaranya, umbi temu ireng, temulawak, daun misoni, daun sambiloto, dan daun pepaya.

Bahan-bahan itu kemudian dipotong kecil-kecil dan kemudian direbus. Air dari hasil rebusan itu kemudian difermentasi selama tiga bulan. Setelah itu air fermentasi itu disaring dan digunakan untuk proses pembibitan.

Dalam menemukan metode itu, Lasiyo mengaku tidak mendapatkan referensi dari buku manapun, melainkan murni berasal dari buah pikir Lasiyo sendiri.

“Pestisida alami itu lebih alami, ramah lingkungan, murah, dan hasil pisang yang diproduksi nantinya lebih menyehatkan,” terang Lasiyo dikutip dari YouTube Net Biro Yogyakarta.

Diundang ke Italia

lasiyo profesor pisang

©YouTube/Kementerian Pertanian

Atas jasanya dalam menemukan metode alami budidaya pisang itu, Lasiyo diundang ke Italia untuk menghadiri Seminar Internasional di sana. Lasiyo menjelaskan, ia bisa diundang ke sana untuk mewakili Indonesia karena memperlakukan tanaman pisang dengan metode yang berbeda dari pada yang lain.

“Saya itu tidak menyangka dan tidak mengira. Ternyata saya itu diteliti oleh orang-orang lain bahwa Mbah Lasiyo itu tukang uji coba. Jadi saya melakukan uji coba dengan tekun dan sabar. Maka dari itu saya dijuluki profesor pisang,” kata Lasiyo.

Menularkan Ilmunya pada Masyarakat

lasiyo profesor pisang

©YouTube/Kementerian Pertanian

Penemuan pengolahan tanaman pisang secara alami itu kemudian ditularkan pada masyarakat setempat. Tak hanya itu, Lasiyo bersama warga mengolah pisang dari kebunnya itu menjadi makanan olahan yang lebih tahan lama.

Salah satunya, bonggol pisang yang biasanya dibuang, mereka manfaatkan menjadi makanan yang lezat dan bergizi. Selain itu, ada pula jenang pisang dan beragam produk olahan yang lain.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP