Masuki Puncak Musim Hujan, 3 Daerah di DIY Ini Kena Dampak Cuaca Ekstrem
Merdeka.com - Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya memasuki puncak musim hujan pada Bulan Februari-Maret ini. Dampaknya, cuaca ekstrem terjadi di wilayah tersebut. Cuaca ekstrem itu menyebabkan terjadinya hujan dan angin kencang. Bahkan pada Rabu (4/3), gelombang air laut mencapai 6 meter.
Saat terjadi cuaca ekstrem, hujan tak henti mengguyur wilayah DIY dan sekitarnya. Akibatnya, sejumlah daerah di provinsi itu dilanda banjir. Selain banjir, wabah penyakit juga menjangkit beberapa daerah. Berikut selengkapnya.
Sejumlah Infrastruktur di Bantul Rusak

2020 antaranews.com
Hujan yang terus mengguyur Yogyakarta pada Kamis (5/3) menyebabkan sejumlah infrastruktur di Bantul mengalami kerusakan. Hujan itu berlangsung hampir seharian mulai dari Rabu (4/3) pukul 15.00 sampai dengan Kamis (5/3) pukul 11.00.
Sejumlah infrastruktur tersebut diantaranya tanggul, dam, dan bendungan yang roboh karena tak mampu menahan derasnya arus air. Selain itu, beberapa permukiman warga juga tergenang air. "Ada beberapa permukiman warga yang sudah tergenang. Tapi yang tergenang bukan rumahnya, melainkan halamannya," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto dilansir dari Antaranews.com pada Kamis (5/3).
Selain menciptakan genangan air dan membuat tanggul jebol, hujan yang tak henti itu juga menyebabkan 11 gerakan tanah yang membuat rumah, jalan, dan talut rusak. Ada pula 10 titik pohon tumbang yang menimpa rumah, jaringan listrik, dan jalan raya.
Kerugian Capai Rp 300 Juta

2020 antaranews.com
Berdasarkan keterangan Dwi Daryanto, kerugian yang diderita masyarakat akibat cuaca ekstrem itu mencapai Rp 300 juta. Jumlah itu belum termasuk dari infrastruktur umum yang rusak.
"Infrastruktur yang rusak sekarang dalam proses verifikasi oleh teman-teman BPBD dan tim teknis. Ini harus hati-hati dalam menentukan jumlah besarnya. karena yang kita sikapi hanya masalah daruratnya, bukan masalah permanennya," ujar Dwi dilansir Antaranews.com (5/3).
Puluhan Rumah di Kulonprogo Terendam Air

2020 antaranews.com
Selain di Bantul, hujan berkepanjangan juga memberikan dampak bagi Kabupaten Kulonprogo. Di sana, tercatat puluhan rumah dan dua sekolah di Kecamatan Lendah dan Temon terendam banjir.
Di dua kecamatan itu, banjir menggenang rumah warga setinggi 30 cm. Menurut Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo Edi Wibowo, kondisi tersebut masih dinilai aman sehingga pihaknya belum melakukan tanggap darurat bencana.
"Hanya saja masyarakat diminta untuk terus menjaga kesehatan," ujar Edi dikutip dari Antaranews.com pada Kamis (5/3).
Gunung Kidul Gencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk

2020 antaranews.com
Pada Kamis (5/3) pemerintah Gunung Kidul meminta masyarakat untuk menggencarkan lagi gerakan pemberantasan sarang nyamuk karena kasus demam berdarah (DBD) di wilayah itu meningkat. Berdasarkan data dari RSUD Wonosari, pasien DBD di wilayah itu mencapai 334 orang dan dua diantaranya meninggal dunia.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gunung Kidul, Sumitro, peningkatan kasus DBD harus menjadi perhatian bersama karena setiap tahun kasusnya mengalami peningkatan.
"Munculnya DBD di musim hujan ini terjadi karena kesadaran masyarakat akan bahaya nyamuk belum sepenuhnya baik. Ada kecenderungan warga memberi ruang terhadap sarang nyamuk," ujar Sumitro.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya