Manfaatkan Lahan Kosong, Begini Cara Warga Desa di Boyolali Jaga Ketahanan Pangan
Merdeka.com - Krisis ekonomi bisa mengancam sewaktu-waktu. Saat krisis itu terjadi, harga kebutuhan pokok melonjak dan masyarakat kesulitan untuk membelinya. Untuk mengantisipasi keadaan itu, ada banyak cara agar masyarakat memiliki ketahanan pangan yang baik.
Di Desa Giriroto, Kabupaten Boyolali, masyarakat memanfaatkan lahan tidak produktif atau lahan kosong untuk ditanami tanaman keras atau lunak seperti jeruk, kelapa, pisang, jagung, dan juga sayur mayur seperti cabai, bawang, dan kacang sebagai tambahan.
Tak hanya itu, masyarakat Desa Giriroto juga dikenal gigih dalam bercocok tanam. Kegigihan itu membuat pemerintah setempat memberi dukungan dengan pendidikan atau pelatihan terkait ketahanan pangan. Berikut selengkapnya:
Mengandalkan Lahan Tanah Hujan

YouTube CapCapung ©2022 Merdeka.com
Mengutip dari ANTARA, Desa Giriroto sebenarnya punya aliran irigasi dari Waduk Cengklik, namun alirannya tidak sampai ke daerah itu. Selama ini mereka mengandalkan lahan tanah hujan dengan pengadaan air melalui pembuatan sumur bor di dekat ladang yang dibangun secara gotong-royong.
Selain itu, petani juga memanfaatkan air sungai yang lahannya dekat lokasi dengan menggunakan mesin diesel untuk mengairi lahan selama musim kemarau tiba. Dengan kegigihan itu, mereka setidaknya bisa panen selama tiga kali dalam setahun.
Manfaatkan Lahan Tidak Produktif

©2016 Merdeka.com
Selain itu, petani di Desa Giriroto juga memanfaatkan lahan tidak produktif dengan ditanami tanaman pangan seperti jagung, pisang, bawang merah, kacang tanah, dan sayuran lainnya. Selain itu, beberapa dari mereka juga memanfaatkan lahan itu untuk beternak lele untuk mengurangi pengeluaran keluarga.
Dengan cara itu, mereka tak perlu membeli cabai di pasar tradisional yang kebetulan harganya sedang tinggi. Cara itu terbukti bisa mengurangi beban keluarga. Sisanya bahkan bisa dijual untuk menambah pendapatan keluarga.
Dikunjungi Presiden Jokowi

©jatengprov.go.id
Keberhasilan warga Desa Giriroto dalam melakukan swasembada pangan mendapat perhatian dari banyak pihak. Belum lama ini, desa itu dikunjungi Presiden Joko Widodo dalam acara pencanganan kelapa genjah dari Kementerian Pertanian. Saat itu, sebanyak 2.500 pohon kelapa genjah ditanam di desa itu demi ketahanan pangan masyarakat.
Rencananya hasil panen dari kelapa genjah itu dapat dirasakan dalam 2-3 tahun ke depan. Produksinya diperkirakan mencapai 180 buah per pohon. Bila semua berjalan lancar, dalam 3 tahun ke depan masyarakat bisa memanen hasil buah itu dan juga dapat mengatasi krisis pangan bila sewaktu-waktu terjadi. Hasil dari kelapa genjah sendiri bisa dibuat gula semut, minyak kelapa, dan minuman yang segar.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya