Kisah Omar Dhani, Panglima TNI AU yang Dijatuhi Hukuman Mati
Merdeka.com - Marsekal TNI Omar Dhani merupakan Kepala Staf TNI Angkatan Udara yang menjabat pada periode 1962-1965. Walaupun masa jabatannya hanya tiga tahun, pada masa kepemimpinannya AURI pernah memiliki armada terkuat di Asia Tenggara.
Pengangkatan Omar Dhani sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara merupakan pilihan sendiri dari Ir Soekarno yang saat itu menjabat sebagai presiden. Hingga saat ini, ia menjadi Kepala Staf TNI AU termuda yang pernah diangkat dalam sejarah. Saat pengangkatannya, ia baru berusia 38 tahun.
Pada masanya, Angkatan Udara yang dipimpin oleh Omar Dhani sangat loyal kepada Presiden Soekarno. Mereka pun mendukung gerakan “Ganyang Malaysia” yang saat itu digembor-gemborkan Soekarno. Hanya saja pihak Angkatan Darat yang saat itu dipimpin Soeharto tidak mendukung kebijakan itu dengan sepenuh hati.
Lantas seperti apa perjalanan hidup Omar Dhani? Berikut selengkapnya:
Masa Muda Omar Dhani

©2022 Merdeka.com
Omar Dhani lahir di Surakarta pada 23 Januari 1924. Pada masa kecilnya, ia dibesarkan di keluarga ningrat terpelajar yang menjabat di birokrasi pemerintahan. Ia mengawali pendidikan di Hollandsch Inlandsche School (HIS) Klaten pada tahun 1937, lalu Meer Uitgebreid Lager Onderwids (MULO) Kristen Solo pada tahun 1940, dan kemudian Algemeene Middlebare School (AMS) Yogyakarta pada tahun 1942.
Pada tahun 1946, ia menjadi penyiar RRI Tawangmangu. Namun saat menjadi penyiar, ia dan teman-teman lainnya tidak menerima gaji. Ia memperoleh nafkah dari berjualan obat secara door to door.
Mendaftar TNI AU

©2022 Merdeka.com
Pada Bulan Juli 1950, Angkatan Udara (AU) membuka pendaftaran bagi pemuda Indonesia untuk dididik menjadi penerbang. Omar Dhani yang saat itu berusia 26 tahun tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia pun masuk ke dalam 60 penerbang kadet AURI yang dikirim untuk belajar di Academy of Aeronautics TAOLA, California, Amerika Serikat. Bulan November 1951, ia berhasil menyelesaikan pendidikan di sana. Sekembalinya ke Indonesia, ia dilantik sebagai Letnan Muda Udara I. Ia pun ditunjuk sebagai co-pilot Dakota di Pangkalan Udara Cililitan. Selain itu ia juga ikut serta dalam penugasan operasi militer, seperti pada PRRI di Sumatra.
Ditunjuk Jadi Panglima Angkatan Udara

©2022 Merdeka.com
Karier Omar Dhani melesat cepat dalam waktu hanya 9,5 tahun. Belum genap berusia 38 tahun, ia diangkat sebagai Panglima Angkatan Udara menggantikan Soerjadi Soerjadarma pada 19 Januari 1952. Karena loyalnya TNI AU terhadap Presiden Soekarno, pada 3 Mei 1964 Omar Dhani membentuk dan memimpin Komandan Mandala Siaga (Kogala) untuk menghadapi Malaysia. Namun di saat yang bersamaan, ia terlibat friksi dengan Mayjen Soeharto. Soeharto berkata pada Soekarno kalau Omar Dhani tidak cocok jadi Panglima Kolaga.
Dianggap Terlibat G30S PKI

©2022 Merdeka.com
Pada saat pecahnya peristiwa G30S PKI, Omar Dhani mengeluarkan pernyataan sikap yang salah satunya menyatakan bahwa ia sebagai pemimpin TNI AU mendukung gerakan itu demi menyelamatkan revolusi terhadap subversi CIA.
Walaupun sebenarnya apa yang dianggap Omar Dhani tidak sesuai kenyataan sebenarnya, pernyataan ini dianggap kelompok Soeharto sebagai bukti keterlibatan Omar Dhani dalam mendukung G30S PKI. Selain itu tuduhan ini diperkuat dengan membiarkan Landasan Udara Halim Perdanakusumah yang berada di bawah wewenangnya dijadikan tempat latihan Pemuda Rakjat, gerakan onderbuow PKI. Sekembalinya dari tugas ke luar negeri, ia langsung ditetapkan selama tahanan rumah.
Pada 25 Desember 1966, ia diadili dan divonis hukuman mati. Pada tahun 1980 hukumannya diubah menjadi seumur hidup. Setelah mendapat grasi, Omar Dhani bisa menghirup udara bebas pada 15 Agustus 1995 setelah meringkuk di dalam penjara selama 29 tahun.

©2022 Merdeka.com
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya