Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Mahasiswa Kedokteran UGM Asal Papua, Bekali Ilmu untuk Pengabdian

Kisah Mahasiswa Kedokteran UGM Asal Papua, Bekali Ilmu untuk Pengabdian Kisah mahasiswa Papua kuliah kedokteran di UGM. ©Ugm.ac.id

Merdeka.com - Keinginan Gabriel Julian Uriani Awom begitu kuat untuk menjadi dokter. Namun pendidikan dokter butuh biaya banyak. Orang tuanya tak sanggup membiayai pendidikannya.

Gabriel kemudian berdoa pada Tuhan agar cita-citanya bisa terwujud. Setelah berdoa, jalan kemudahan seolah datang sendiri padanya. Ia mendapat kabar mengenai adanya pembukaan beasiswa afirmasi dari pemerintah daerah Papua Barat.

“Saya memutuskan untuk mendaftarkan diri dan memilih UGM sebagai kampus tujuan saya. Awalnya saya sempat ragu akan diterima karena UGM adalah kampus impian banyak orang, pasti sulit diterima. Akhirnya saya diterima untuk berkuliah di jurusan kedokteran UGM,” kata Gabriel dikutip dari Ugm.ac.id pada Senin (13/3).

Lalu apa saja harapan Gabriel selama menempuh studi di UGM? berikut selengkapnya:

Siswa Berprestasi

gedung ugm

©ugm.ac.id

Gabriel merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Ayahnya adalah seorang pendeta yang melanglang buana mengisi khotbah di berbagai gereja dari pedalaman Sulawesi hingga Papua.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Gabriel selalu berprestasi dan langganan juara kelas. Tidak hanya pintar di bidang akademik, ia beberapa kali mengikuti lomba dan mendapatkan juara.

“Puji Tuhan, selama SMA saya selalu masuk tiga besar. Saya pernah mendapatkan juara 2 lomba pidato kebangsaan tingkat provinsi,” kata Gabriel.

Sempat Kesulitan Beradaptasi

kisah mahasiswa papua kuliah kedokteran di ugm

©Ugm.ac.id

Saat awal-awal kuliah, Gabriel mengaku sempat kesulitan beradaptasi dengan pola pembelajaran di kampus. Namun keinginan kuatnya untuk menjadi seorang dokter memaksanya untuk bisa beradaptasi dengan cepat.

“Meskipun kadang ada masa-masa sulit selama perkuliahan, saya mau berusaha untuk terus berbenah dan melakukan yang terbaik agar dapat melewati setiap semester dengan baik. Selain itu saya juga bersyukur karena dosen-dosen, kakak tingkat, dan teman seangkatan saya sangat support,” kata Gabriel dikutip dari Ugm.ac.id.

Bekali Ilmu untuk Pengabdian

ilustrasi sukses

©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Creativa

Selama kuliah, Gabriel tidak semata-mata mengejar gelar akademik karena baginya tujuan belajar adalah untuk mendapatkan ilmu yang bisa berguna untuk menolong pasien yang sakit.

Ia pun bercita-cita apabila sudah selesai menempuh pendidikan dokter, ia berkeinginan untuk mengabdi di kampung halamannya. Sebab masyarakat di kampungnya masih butuh layanan kesehatan yang masih sulit dijangkau dengan baik oleh tenaga medis di sana. “Saya melihat bahwa masyarakat di daerah saya sangat memerlukan layanan-layanan kesehatan untuk menyokong kesejahteraan hidup mereka. Saya ingin mengambil bagian untuk memajukan kesehatan masyarakat ketika saya kembali bekerja di tanah Papua,” pungkas Gabriel.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP