Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Inspiratif Desa Kemudo di Klaten, Sulap Limbah Industri jadi Kerajinan Meubel Cantik hingga Punya Mini Market Sendiri

Kisah Inspiratif Desa Kemudo di Klaten, Sulap Limbah Industri jadi Kerajinan Meubel Cantik hingga Punya Mini Market Sendiri

Kisah Inspiratif Desa Kemudo di Klaten, Sulap Limbah Industri jadi Kerajinan Meubel Cantik hingga Punya Mini Market Sendiri

Desa Kemudo berhasil mandiri dan memberdayakan warganya dari pengolahan limbah pabrik.

Desa Kemudo di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, berbagi inspirasi. Wilayah tersebut telah berhasil memupuk perekonomian warganya melalui pengolahan limbah industri yang berdiri di sana.

Sebagian besar warga kini memiliki pendapatan alternatif, termasuk beasiswa pendidikan.

Desa Kemudo diketahui berada di daerah industri kawasan Jalan Solo-Yogyakarta. Banyaknya pabrik-pabrik yang berdiri di dekat desa, sehingga memunculkan limbah yang melimpah.

Agar bisa bermanfaat, pihak desa kemudian mengolahnya menjadi kerajinan meubel yang cantik dan mampu diserap pasar.

“Kami mencoba melihat potensi yang ada di Desa Kemudo, yakni dengan adanya limbah kering dari industri,” kata Kepala Desa Kemudo, Hermawan Kristanto, kepada Merdeka.com baru-baru ini.

Kisah Inspiratif Desa Kemudo di Klaten, Sulap Limbah Industri jadi Kerajinan Meubel Cantik hingga Punya Mini Market Sendiri

Dirikan BUMDes

Agar limbahnya bisa terkelola dengan baik secara ekonomi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) lantas didirikan pada 2016 lalu.

Memakai nama “Kemudo Makmur” BUMDes ini yang mengatur pengelolaan dan penjualan produk meubel dari limbah kering industri yang dihasilkan.

Sehari-hari, gudang milik BUMDes menampung barang sisa produksi seperti palet kayu, kardus, kertas, besi dan lainnya.

“Di 2016 itu kami menganalisa agar limbah bisa dikelola. Akhirnya BUMDes didirikan dan bisa memunculkan hasil dari pengolahan limbah palet kayu yang keuntungannya bisa dirasakan masyarakat,” kata dia.

Miliki Produk Meubel Cantik

Hermawan mengatakan bahwa salah satu produk unggulan dari Desa Kemudo yang dihasilkan BUMDes adalah meubel dari palet kayu. Asalnya, dari limbah pengemasan produk susu milik pabrik yang lokasinya tak jauh dari desa.

Karena limbah palet berasal dari kayu jati yang kokoh, maka pihak BUMDes mencoba mengolahnya menjadi produk meubel seperti wallpaper dinding, kursi, meja, plakat medali, tempat telepon genggam dan lain sebagainya.

Produk meubel ini dikerjakan oleh pihak ketiga, dengan pengelolaan yang dilakukan penuh oleh Desa Kemudo. Hasilnya, warga bisa mendapat keuntungan dari penjualan meubel dan unit usaha lainnya di Kemudo.

“Di awal warga sudah bisa dapat benefit rutin sebesar Rp75 ribu, lalu terus naik hingga saat ini mencapai Rp500 ribu per kelapa keluarga, dengan kurang lebih 1.700 an kepala keluarga yang memperoleh,” terangnya.

Dari Petani sampai Pedagang Dapat Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan

Dari Petani sampai Pedagang Dapat Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan

Salah satu keuntungan dari penjualan meubel pellet kayu dialihkan untuk fasilitas BPJS Ketenagakerjaan bagi warga.

Dari sini, pihak Desa Kemudo melalui BUMDesnya juga bisa memfasilitasi jaminan sosial bagi warga yang tinggal di Kemudo sehingga mampu berdaya secara ekonomi.

Yang menarik, fasilitas BPJS Ketenagakerjaan ini digunakan untuk membantu warga setempat yang bekerja di sektor non formal seperti pertanian dan pedagang. Keuntungan bisa dirasakan warga, terutama saat mengalami musibah kerja.

“Jadi jika ada kecelakaan kerja, semisal petani, bisa mendapat santunan, pedagang, pekerja bengkel. Bahkan yang meninggal bisa mendapat dana tunjangan hingga Rp42 juta dari BUMDes,” terangnya.

Pembagian keuntungan ini dilakukan secara 40:60 persen, di mana warga bisa mendapatkan fasilitas ini hingga 40 persen dan BUMDes sebesar 60 persen.

Kisah Inspiratif Desa Kemudo di Klaten, Sulap Limbah Industri jadi Kerajinan Meubel Cantik hingga Punya Mini Market Sendiri

Miliki Mini Market Sendiri

Keunikan Desa Kemudo lainnya yakni berdirinya mini market Kamajaya Mart. Swalayan ini dihadirkan dari warga dan untuk warga, dengan menjual produk makanan dan minuman dari UMKM Kemudo.

Direktur Operasional BUMDes Kemudo Jaya, Laras Manjali mengatakan bahwa mini market Kamajaya Mart ini memiliki peran menjual aneka produk UMKM dari warga yang kesulitan mengenalkan jualannya.

“Mini market Kamajaya Mart ini kami luncurkan di tahun 2021, setelah kami menimpang peluang usaha yang bakal bertahan setelah pandemi Covid-19,” kata Laras

Menurut Laras, Kamajaya Mart ini mulanya sudah ada sejak 2018 lalu dalam bentuk warung. Kemudian komoditas yang dijajakan adalah sembako. Keunggulannya, sembako yang dijajakan di sana memiliki harga yang lebih murah dibanding mini market yang ada di luar Kemudo.

“Untuk penyediaan barangnya, kami bekerja sama dengan produsen sembako yang ada di Kabupaten Klaten. Setelah menjadi Kamajaya Mart di April 2021, kami menyediakan etalase khusus UMKM milik warga Kemudo dan desa sekitar dengan syarat tertentu,” ucap Laras.

Selain mini market, BUMDes Desa Kemudo juga memiliki unit usaha lainnya yakni kafe kopi kekinian yang letaknya masih satu kawasan dengan Kamajaya Mart. Kafe bernama Terades Coffe ini menyajikan aneka jenis kopi dan minuman kekinian, dengan tempat yang cozy dan nyaman.

Banyak anak muda di Klaten yang memanfaatkan tempat ini untuk nongkrong bersama rekan-rekan, maupun mengerjakan tugas.

Jadi Desa BRILian

Jadi Desa BRILian

Dalam mengembangkan potensinya, Desa Kemudo bersama BUMDes tidak berjalan sendiri.

Pada 2021 lalu, BRI masuk ke Kemudo dan memberikan bimbingan seputar manajerial dari klaster usaha termasuk sistem perbankan desa di sana.

Di tahun itu pula, BRI menetapkan Desa Kemudo sebagai Desa BRILian dan masuk kategori juara satu batch pertama. Kemudian, Desa Kemudo disaring kembali dan mendapat juara tiga secara nasional.

Untuk menunjang operasional dari Desa Kemudo bersama BUMDesnya, BRI kemudian mengambil peran dalam sistem perbankan mini BRILink di Kamajaya Mart dengan perputaran uang hingga Rp1 miliar.

Warga di Kemudo kemudian terbantu melalui sistem PPOB melalui agen BRILink tersebut untuk pembayaran pajak, pengiriman bantuan sosial dari pemerintah dan lain-lain.

“Lantas yang berkembang cukup pesat di Kemudo ini adalah PPOB atau Payment Point Online Bank, sistem multi pembayaran seperti tarik tunai, transfer dan lainnya yang kami jalankan bersama bank BRI. Dan volume transaksinya dari tahun ke tahun boleh dibilang meningkat,” kata Laras

Kisah Inspiratif Pemuda Penjual Bakso Goreng Kaki Lima, Sukses Dapat Omzet hingga Rp8 Juta Per Hari
Kisah Inspiratif Pemuda Penjual Bakso Goreng Kaki Lima, Sukses Dapat Omzet hingga Rp8 Juta Per Hari

Penjual bakso tersebut berhasil membuka tiga cabang di berbagai wilayah Cirebon, Jawa Barat.

Baca Selengkapnya
Kisah Mantan Kasir Karyawan Minimarket Sukses Bangun Toko Perlengkapan Bayi, Bagikan Ilmu Berharga Usai 6 Tahun  Lebih Jadi Pegawai
Kisah Mantan Kasir Karyawan Minimarket Sukses Bangun Toko Perlengkapan Bayi, Bagikan Ilmu Berharga Usai 6 Tahun Lebih Jadi Pegawai

Wanita ini mendapatkan banyak ilmu dari tempat kerja lamanya hingga bisa bangun tempat usaha sendiri dengan baik.

Baca Selengkapnya
MenKopUKM: Agregator Dorong Usaha Mikro Naik Kelas
MenKopUKM: Agregator Dorong Usaha Mikro Naik Kelas

KemenKopUKM berupaya untuk menghubungkan usaha mikro ke dalam rantai pasok industri.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Orang Desa Ingin Maju, Wanita Lulusan SMP ini Sukses Buka Usaha Durian & Salak Tiap Minggu Kirim 80 Ton ke Luar Negeri
Orang Desa Ingin Maju, Wanita Lulusan SMP ini Sukses Buka Usaha Durian & Salak Tiap Minggu Kirim 80 Ton ke Luar Negeri

Hanya lulusan SMP, Sri mampu berjaya dengan usaha ekspor buah-buahan lokal.

Baca Selengkapnya
Indahnya Lurik Khas Desa Kedungampel Klaten, Dibuat Oleh Warga di Depan Rumah
Indahnya Lurik Khas Desa Kedungampel Klaten, Dibuat Oleh Warga di Depan Rumah

Pembuatan lurik tradisional ini bisa disaksikan langsung di halaman rumah warga di Kedungampel

Baca Selengkapnya
Industri Kreatif Temui Kemenparekraf Bahas Rencana Larangan Iklan Produk Tembakau, Ini Hasilnya
Industri Kreatif Temui Kemenparekraf Bahas Rencana Larangan Iklan Produk Tembakau, Ini Hasilnya

Pengetatan aturan rokok dalam RPP Kesehatan sebagai aturan turunan UU Kesehatan dinilai akan berdampak bagi masa depan industri kreatif nasional.

Baca Selengkapnya
Sering Dapat Penghargaan, Begini Kisah Inspiratif Wali Kota Madiun Maidi
Sering Dapat Penghargaan, Begini Kisah Inspiratif Wali Kota Madiun Maidi

Sejak Maidi menjabat wali kota, Kota Madiun dapat ratusan penghargaan tingkat provinsi hingga internasional.

Baca Selengkapnya
Motivasi UMKK di Magelang, Kepala LKPP Mas Hendi Bagikan Kisah Sukses Sudono Salim
Motivasi UMKK di Magelang, Kepala LKPP Mas Hendi Bagikan Kisah Sukses Sudono Salim

Hendi hadir di acara 'Optimalisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Pemberdayaan Produk UMKK Melalui Katalog Elektronik' di Magelang.

Baca Selengkapnya
Kisah Ibu Asal Madiun Jualan Pentol Tepung Kanji di Rumah, Omzetnya Capai Rp6 Juta per Hari
Kisah Ibu Asal Madiun Jualan Pentol Tepung Kanji di Rumah, Omzetnya Capai Rp6 Juta per Hari

Ia berhasil membeli tanah, membangun rumah, hingga membeli mobil

Baca Selengkapnya