Keseruan Warga Banjarnegara Makan Ketupat Landan, Bangkitkan Kearifan Lokal
Merdeka.com - Ketupat Landan merupakan kuliner asal Desa Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Ketupat ini berbeda dari ketupat pada umumnya karena bisa tahan hingga satu pekan. Keberadaan kuliner lokal ini belum banyak dikenal orang.
Demi mengenalkan makanan tradisional itu, pemerintah Desa Klampok menggelar acara pesta makan Ketupat Landan bersama. Tak tanggung-tanggung, ribuan ketupat dibagikan secara gratis kepada para warga yang memadati lapangan desa.
Lantas seperti apa keseruan acara tersebut? Berikut selengkapnya:
Bangkitkan Kearifan Lokal

©YouTube/Liputan6
Acara makan bareng Ketupat Landan itu merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan kearifan lokal berupa makanan tradisional. Acara itu diikuti 1.500 warga.
Setelah mendapat jatah, acara makan masal itu dimulai dengan penabuhan genderang. Karang taruna desa menggelar acara itu agar masyarakat tak lupa dengan makanan lokal setempat.
“Saat ini makanan tradisional ini sudah tergeser dengan makanan-makanan siap saji. Kami bersama masyarakat dan karang taruna menginisiasi gerakan ini untuk selalu mengingat bahwa di desa ini ada makanan bernama Ketupat Landan,” kata Kepala Desa Klampok, Agus Supriyono, dikutip dari kanal YouTube Liputan 6 pada Kamis (23/2).
Bangkitkan UMKM Setempat

©YouTube/Liputan6
Ketupat Landan terbuat dari beras dan abu hasil pembakaran dari pelepah pohon kelapa. Dalam santap ketupat massal kali ini, panitia membagikan 2.000 ketupat dan 4.000 tahu yang disantap bersama oleh warga.
“Dalam acara ini kita juga mengangkat teman-teman UMKM yang ada di sekitar desa. Kali ini kita mengangkat Tahu Kiringan dan Ketupat Landan. Kali ini kita melaksanakan makan gratis secara massal,” kata Nugroho Aldi, Ketua Karang Taruna Desa Klampok.
Selama ini, Ketupat Landan memiliki rasa gurih walaupun tanpa garam sekalipun. Keunggulan makanan ini adalah awet dan tidak mudah basi meski disimpan selama sepekan.
(mdk/shr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya