Jumlah Hari Hujan di Indonesia, Lengkap Beserta Penjelasannya
Merdeka.com - Iklim yang berubah memengaruhi jumlah hari hujan di Indonesia. Hari hujan adalah hari dengan curah hujan paling sedikit 1 mm/hari. Dengan mengetahui hari hujan, seseorang bisa memprediksi curah hujan.
Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan penghujan. Musim kemarau biasanya terjadi pada April hingga September, kemudian musim hujan terjadi pada Oktober hingga Maret.
Hujan menjadi salah satu musim yang sering ditunggu oleh para petani, khususnya bagi yang tinggal di daerah tandus. Pasalnya kita ketahui bahwa tumbuhan sangat membutuhkan air untuk tumbuh dan berkembang. Air yang cukup diterima tumbuhan maka kan menyebabkan tumbuhan tersebut tumbuh dengan subur dan mudah berkembang.
Berikut jumlah hari hujan di Indonesia dan penjelasannya yang merdeka.com lansir dari laman resmi BMKG dan sumber lainnya:
Jumlah Hari Hujan di Indonesia

©Pixabay/PublicDomainPictures
Proporsi bulan basah dan kering di Indonesia tidak seperti dulu. Jumlah hari hujan tahunan memang berangsur-angsur berkurang. Dikutip dari BPS, dalam kurun waktu 2014-2018, rata-rata hari hujan di seluruh provinsi di Indonesia berkurang 50 hari yang semula 179 hari pada 2014 menjadi 129 hari selama 2018.
Perubahan ini terjadi karena perubahan iklim di Indonesia. Iklim sendiri adalah rata-rata peristiwa cuaca di suatu wilayah tertentu dalam variasi waktu yang cukup lama. Hal ini yang kemudian menghasilkan pola cuaca baru.
Berkurangnya hari hujan ini akibat pemanasan global. Kondisi ini dapat membuat kerusakan lapisan stratosfer sehingga akan semakin dingin. Selain itu, hal ini juga memengaruhi kondisi iklim dan memicu perubahan pola cuaca terlebih di wilayah dengan garis lintang bumi yang lebih tinggi.
Dikutip dari laman resmi BMKG, pada 2022-2049 diproyeksikan mengalami perubahan lebih dari 0,9 derajat celsius. Perubahan suhu rata-rata tahunan mayoritas wilayah Indonesia diperkirakan mencapai 1,2 hingga lebih dari 1,3 derajat celsius.
Sementara itu, pada Desember 2022 ini curah hujan tiga bulan ke depan, yaitu hujan bulan Januari hingga Maret 2023. Analisis hujan yang disajikan pada halaman 2 s/d 5 menunjukkan faktual curah hujan yang terjadi selama November 2022.
Mengenal Proses Hujan
Proses hujan merupakan peristiwa presipitasi berwujud cairan atau jatuhnya cairan dari atmosfer yang berwujud cair maupun beku. Hal ini dapat terjadi apabila keberadaan lapisan atmosfer tebal agar menemukan suhu di atas titik leleh es di atas permukaan bumi.
Hujan yang terjadi di bumi juga sering disebut sebagai proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butiran air yang cukup berat untuk jatuh di daratan. Di samping itu, hujan juga memiliki ukuran yang bermacam-macam, mulai dari butiran besar hingga butiran kecilnya. Ada beberapa tahapan proses hujan, di antaranya sebagai berikut:
Evaporasi
Proses hujan yang pertama ialah proses penguapan atau evaporasi. Hal ini terjadi karena matahari yang selalu menyinari bumi memiliki efek panas, sehingga energi panas tersebut membuat air yang berada di danau, sungai, laut dan sumber di permukaan bumi lainnya mengalami proses penguapan.
Proses ini merupakan perubahan air yang berwujud cair menjadi gas, sehingga air berubah menjadi uap air dan memungkinkannya untuk naik ke atmosfer bumi. Semakin tinggi panas matahari maka jumlah air yang menjadi uap air yang naik ke atmosfer juga akan semakin membesar.
Kondensasi
Proses hujan berikutnya ialah kondensasi atau pengembunan. Proses ini terjadi saat uap air tersebut berubah menjadi partikel-partikel es berukuran sangat kecil. Hal ini dipengaruhi karena suhu udara yang sangat rendah di titik ketinggian tersebut.
Kemudian partikel-partikel es yang terbentuk akan saling mendekati dan bersatu dengan yang lain, sehingga dapat membentuk awan. Apabila banyak partikel yang bergabung, maka awan yang terbentuk juga akan semakin tebal dan hitam. Proses bergabungnya es atau tetes-tetes air menjadi awan ini sering disebut sebagai koalensi.
Presipitasi
Proses hujan selanjutnya, yaitu presipitasi. Proses ini terjadi saat awan akibat pengaruh suhu udara yang tinggi mencair. Pada proses inilah hujan terjadi dan membentuk butiran-butiran air jatuh membasahi bumi.
Di samping itu, awan-awan yang terbentuk akan tertiup oleh angin, sehingga hal ini menyebabkan perpindahan dari satu tempat ke tempat lainnya. Proses perpindahan ini sering kali disebut sebagai proses adveksi. Proses ini memungkinkan awan akan menyebar dan berpindah dari atmosfer lautan menuju atmosfer daratan.
Bentuk-Bentuk Hujan

mixkit.co
Bentuk-bentuk hujan yang jatuh ke bumi bisa beragam, hal ini tergantung pada proses hujan. Berikut bentuk-bentuk hujan berdasarkan jenis dan ukuran partikelnya.
Hujan Es
Hujan es terjadi apabila arus udara yang sangat banyak mengandung uap air dan bergerak secara vertikal lalu akan mencapai ketinggian yang tinggi. Hal ini akan menimbulkan butiran-butiran es batu yang diikuti oleh hujan yang sangat lebat pada siang hari.
Hujan Asam
Hujan asam adalah hujan yang menjatuhkan partikel air dengan tingkat kesemaan tinggi. Umumnya, air hujan ini memiliki kandungan senyawa NO3 atau H2S. Hujan ini disebabkan oleh pencemaran udara yang berasal dari asap atau pemanasan global yang menyebabkan endapan asam yang tinggi.
Hujan Ringan
Hujan ringan atau biasa disebut sebagai rintik-rintik merupakan hujan yang menjatuhkan partikel air dengan ukuran.
Hujan Salju
Hujan salju adalah hujan yang menjatuhkan kristal-kristal es dengan suhu di bawah 0 celcius. Kemudian proses hujan ini menyebabkan terjadinya kristal es bercabang dan membentuk seperti bintang. Selain itu, kristal es ini juga berbentuk seperti jarum yang disebut sebagai prisma-prisma es.
Hujan Deras
Hujan deras merupakan proses hujan yang menjatuhkan partikel air dengan butiran air berukuran diameter > 7,0 mm. Hujan deras biasanya dihasilkan dari awan-awan tebal yang tingginya bisa mencapai 10 kilometer atau lebih dengan arus udara naik yang kuat di dalamnya.
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya