Jadi Tempat Akad Nikah Kaesang-Erina, Ini 4 Fakta Sejarah Pendopo Ambarrukmo

Selasa, 6 Desember 2022 10:04 Reporter : Shani Rasyid
Jadi Tempat Akad Nikah Kaesang-Erina, Ini 4 Fakta Sejarah Pendopo Ambarrukmo Pendopo Ambarrukmo. ©2022 liputan6.com

Merdeka.com - Hari pernikahan putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, dengan Erina Gudono, semakin dekat. Rencananya, akad nikah akan dilaksanakan di Pendopo Ambarrukmo pada Sabtu, 10 Desember mendatang.

Tak hanya sebagai tempat akad nikah, pendopo yang letaknya berada di antara Mal Plaza Ambarrukmo dan Hotel Royal Ambarrukmo itu memiliki nilai sejarah.

Lantas apa saja sejarah yang tersimpan di Pendopo Ambarrukmo yang akan jadi tempat akad nikah Kaesang-Erina? Berikut selengkapnya:

2 dari 5 halaman

Tempat Tinggal Keluarga Kerajaan

pendopo ambarrukmo

©kemdikbud.go.id

Dilansir dari Koropak.co.id, Pendopo Ambarrukmo dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono VII pada tahun 1857-an. Pada awal berdirinya, bangunan itu digunakan sebagai tempat menetap Sri Sultan HB VII menghabiskan hari-hari pensiun.

Lalu pada tahun 1940-1950, bangunan itu digunakan untuk tempat pendidikan Inspektur Polisi Republik Indonesia. Setelah itu, bangunan itu difungsikan sebagai Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman yang saat itu dipegang oleh KRT Pringgodiningrat.

3 dari 5 halaman

Punya Nilai Filosofis

pendopo ambarrukmo

©kemdikbud.go.id

Sebagai bangunan bersejarah, Pendopo Ambarrukmo punya nilai filosofisnya sendiri. Dari segi modelnya, pendopo itu merupakan bangunan semi outdoor tanpa dinding yang melambangkan keterbukaan raja kepada seluruh rakyatnya. Sementara itu lantai lebih tinggi dari halaman di pendopo mencerminkan penghargaan kepada semua tamu dan keintiman dengan harmoni.

Sejak masa dibangunnya, bangunan ini tidak mengalami perubahan bentuk kecuali lebarnya. Bentuk dasar bangunan ini adalah Joglo Sinom dengan ukuran 32x32,4 meter dan mengarah ke selatan. Atapnya ditopang oleh total 36 tiang dari tiga jenis, yaitu 4 Saka Guru (pilar utama), 12 Saka Penanggap (pilar pembantu), dan 20 Saka Penitih (pilar luar dan pendukung).

Semua pilar itu dihiasi dengan ukiran seperti “Wajikan”, “Saton”, “Tlacapan”, “Mirong”, dan “Praba”. Masing-masing diletakkan di atas “umpak” (dasar batu) yang diukir dengan kaligrafi Arab.

4 dari 5 halaman

Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya

pendopo ambarrukmo
©kemdikbud.go.id

Selain pendopo, tak jauh dari sana juga ada bangunan lain seperti Balekambang dan juga Ndalem Ageng yang sekarang difungsikan sebagai museum. Balekambang merupakan bangunan yang terinspirasi dari Istana Air Taman Sari, sementara Ndalem Ageng merupakan bangunan berbentuk limasan dengan tampilan eksterior khas Jawa namun interiornya kental dengan nuansa Eropa.

Dilansir dari Kemdikbud.go.id, bangunan itu telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya dengan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. PM.25/PW.007/MKP/2007. Bangunan itupun banyak difungsikan dalam acara-acara penting.

5 dari 5 halaman

Dikunjungi Presiden Jokowi

pendopo ambarrukmo
©2022 liputan6.com

Minggu (16/10) lalu, Presiden Joko Widodo terlihat menyambangi Pendopo Agung Ambarrukmo. Saat Jokowi memasuki hotel, calon menantunya, Erina Gudono tampak ikut dengan rombongan masuk hotel melalui pintu barat. Tak lama, Jokowi dan rombongan keluar dan menuju mobil kepresidenan.

Dilansir dari Liputan6, General Manager Royal Ambarrukmo Hotel, Herman Courbois mengatakan bahwa kedatangan Jokowi adalah untuk melihat alternatif tempat yang rencananya digunakan untuk rangkaian acara pernikahan putranya.

“Presiden hanya melihat bagian depannya saja,” ujar Herman.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini