Inspirasi dari Orang Jerman, Yok Koeswoyo Koes Plus Ungkap Kisah di Lagu Kolam Susu

Kamis, 31 Maret 2022 11:38 Reporter : Denny Marhendri
Inspirasi dari Orang Jerman, Yok Koeswoyo Koes Plus Ungkap Kisah di Lagu Kolam Susu Inspirasi dari Orang Jerman, Yok Koeswoyo Koes Plus Ungkap Kisah di Lagu Kolam Susu. Instagram - Koes Plus Indonesia

Merdeka.com - Koes Plus dibentuk tahun 1969 setelah Koes Bersaudara harus bubar. Tak membutuhkan waktu lama, di era 70-an, Koes Plus menjadi kiblat untuk band Indonesia yang membawakan lagu-lagu rock n roll pada saat itu.

Di era itu, Koes Plus sangat mendominasi musik Tanah Air karena lagu-lagu mereka sering diputar di radio. Salah satu lagu yang populer pada saat itu adalah Kolam Susu.

Kolam Susu adalah lagu yang terdapat di album Koes Plus Volume 8 yang dirilis tahun 1973. Sebagai penciptanya, Yok Koeswoyo mempunyai cerita menarik saat membuatnya.

2 dari 4 halaman

Negeri Kaya Raya

inspirasi dari orang jerman yok koeswoyo koes plus ungkap kisah di lagu kolam susu

Youtube - Dewa Budjana

Baru-baru ini, Yok Koeswoyo mengungkapkan bagaimana lagu Kolam Susu tercipta. Hal itu diungkapkannya dalam video yang diunggah di kanal YouTube Dewa Budjana.

Lagu yang dibuat untuk menggambarkan kekayaan alam Indonesia ini, ternyata terinspirasi dari orang Jerman yang pernah ditemui oleh Yok Koeswoyo. Tetapi, pada saat lagu ini populer, banyak yang bilang bahwa Yok Koeswoyo terinspirasi dari suatu daerah di Indonesia Timur.

"Kolam Susu itu ingin membuktikan bahwa kita itu negeri yang kaya raya. Kolamnya aja kolam susu, itu yang bilang gitu itu sebenernya orang Jerman," ungkap Yok Koeswoyo.

"Bukan orang Indonesia Timur ya, memang di daerah Flores itu ada namanya Kolam Suk-Suk. Banyak orang itu mikir saya dapetnya itu di situ, tapi nggak," imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Ponds of Milk

Yok Koeswoyo bertemu dengan orang Jerman ini di tahun 70-an saat ia memancing di laut. Orang Jerman itu berkata kepadanya bahwa Indonesia adalah negeri yang hasil lautnya melimpah.

"Saya dapetnya dari orang Jerman. Saya itu tukang mancing kan, (suatu saat) kapal kita itu mogok, saya cari bantuan, kebetulan ditolong sama orang Jerman," kata Yok Koeswoyo.

"Terus saya ditanya profesi, saya jawab saya musisi. Dia bilang 'wah kaya ya kamu', saya jawab 'ya nggak orang sini mau jual piringan hitam dari Jawa ke Sumatera harus lewat laut'. Terus dia bilang lagi 'apa? laut? kamu nggak punya laut, it's only ponds of milk' gitu," jelas Yok Koeswoyo.

4 dari 4 halaman

Tongkat Kayu dan Batu

Setelah melewati percakapan itu, Yok Koeswoyo baru tersadar bahwa Indonesia mempunyai sumber daya agraria dan maritim yang kaya dan berbeda dengan negara-negara lain di dunia.

"Terus habis saya denger itu, saya mikir kita itu memang luar biasa. Terus saya tambahi, tongkat kayu dan batu jadi tanaman," ucapnya.

"Tongkat kayu itu, batang singkong yang ditanem terus bisa jadi singkong. Ditanem terus tumbuh, dimakan," pungkasnya.

 

Baca juga:
Pernah Jadi Lokasi Penjara Koes Plus, Ini Kisah Masa Lalu Glodok Plaza di Jakarta
Lantunan doa untuk mendiang Yon 'Koes Plus'
Tidak betah, mendiang Yon Koeswoyo sempat minta pulang saat dirawat di RS
Innalillahi, Yon 'Koes Ploes' Koeswoyo meninggal dunia di usia 77 tahun
Mimpi RAN kolaborasi dengan Koes Plus akhirnya telah terwujud

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini