Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hadits tentang Ciri-ciri Orang Munafik, Umat Muslim Wajib Tahu

Hadits tentang Ciri-ciri Orang Munafik, Umat Muslim Wajib Tahu Ilustrasi marah. Shutterstock/Photo Africa

Merdeka.com - Manusia merupakan sebaik-baiknya makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT. Berbeda dengan makhluk lainnya, manusia oleh Allah SWT dibekali akal pikiran, supaya bisa membedakan antara sifat baik dan buruk. Salah satu sifat yang dibenci oleh Allah adalah munafik.

Nifaq atau munafik adalah terminologi dalam Islam yang merujuk pada mereka yang berpura-pura mengikuti ajaran agama, namun tidak mengakui dalam hatinya. Seperti dikutip dari sc.syekhnurjati.ac.id, munafik secara bahasa berarti ketidaksamaan antara lahir dan batin. Sederhananya, ketidaksamaan tersebut dalam hal keyakinan, hatinya kafir tetapi mulutnya beriman.

Salah satu ciri orang munafik adalah apabila berkata, ia akan berdusta. Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam salah satu surah Alquran, yang artinya sebagai berikut:

Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, "Kami telah beriman.”Tetapi apabila kembali kepada sesamanya, mereka bertanya, “Apakah akan kamu ceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, sehingga mereka dapat menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu? Tidakkah kamu mengerti?". (Q.S Al-Baqarah: 76)

Selain itu, ada beberapa ciri-ciri orang munafik dalam hadits yang perlu diketahui umat muslim. Berikut ini beberapa hadits tentang ciri-ciri orang munafik yang merdeka.com lansir dari NU Online:

Mengenal Ciri-ciri Orang Munafik menurut Hadits

017 tantri setyorini

© Pixabay

Seperti yang sudah diketahui, munafik adalah salah satu sifat yang dibenci oleh Allah SWT. Pasalnya, orang munafik kerap bersikap tidak menentu dan susah diketahui kebenaran ucapannya. Bahkan, Rasulullah SAW, sangat khawatir jika umatnya memiliki sifat munafik, sebagaimana dalam salah satu hadits berikut, yang artinya:

"Sungguh yang paling aku khawatirkan atas kalian semua sepeninggalku adalah orang munafiq yang pintar berbicara." (HR At-Tabrani).

Pada dasarnya, munafik merupakan sifat bathaniyah yang bisa dengan cepat menguasai jiwa manusia. Oleh karena itu, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya termasuk orang yang memiliki sifat ini. Berikut ini beberapa hadits tentang ciri-ciri orang munafik:

Selalu Berdusta

Ciri-ciri orang munafik yang pertama adalah selalu berdusta. Seseorang yang memiliki sifat ini, selalu memperlihatkan yang berbeda dengan yang disembunyikan di dalam hati. Adapun hadits tentang ciri-ciri orang munafik adalah sebagai berikut, yang artinya:

"Jika berkata selalu berdusta, jika berjanji selalu mengingkari, jika diberikan kepercayaan selalu berkhianat, dan jika memusuhi melampaui batas." (HR. Al-Bukhari).

Suka Berkhianat

Ciri-ciri orang munafik berikutnya yaitu suka berkhianat. Seseorang yang tidak miliki komitmen dengan apa yang akan dijalankannya, maka disebut sebagai orang munafik. Umumnya, orang seperti ini jika diberi amanah maka akan berkhianat. Hal ini sebagaimana hadits tentang ciri-ciri orang munafik berikut, yang artinya:

"Tanda-tanda orang munafik ada tiga, jika berbicara berdusta, jika berjanji mengingkari, dan jika diberi amanah mengkhianati." (HR Bukhari dan Muslim).

Mempercepat Sholat

Ciri-ciri orang munafik juga bisa diperhatikan dari cara salatnya. Seorang muslim yang sering mempercepat salatnya, cenderung memiliki sifat munafik. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam salah satu hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"Itulah salat orang munafik. Itulah salat orang munafik. Itulah salat orang munafik. (Yaitu) dia menunggu matahari sampai hampir terbenam kemudian dia berdiri (untuk sholat asar), lalu mempercepat (tanpa ada rasa khusyuk sedikitpun) empat rakaat, tanpa mengingat Allah di dalamnya kecuali sedikit sekali." (HR Muslim).

Sering Ingkar JanjiSering ingkar janji menjadi salah satu ciri-ciri orang munafik. Seseorang yang gema ingkar janji, tidak bisa dipegang perkataannya. Selain itu, dia juga tidak pernah menepati janjinya yang sudah ia tebarkan kepada orang lain. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam surat An-Nahl ayat 91, yang artinya:

"Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah (mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat."

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP