Gurindam adalah Puisi Dua Baris, Ketahui Jenis dan Contohnya
Merdeka.com - Puisi merupakan salah satu karya sastra baru yang masih populer dan digemari banyak masyarakat. Bahkan hingga kini, buku-buku antologi yang memuat kumpulan berbagai sajak puisi pun masih beredar dan laku di pasaran. Selain itu, puisi juga masih mendapatkan kolom ruang di media massa seperti harian koran, majalah dan lain sebagainya.
Selain puisi, ada pula karya sastra lama yang tidak kalah menarik, yaitu gurindam. Gurindam adalah karya sastra lama yang mirip seperti puisi. Berisi rangkaian kata-kata penuh makna yang disusun dalam jajaran baris. Namun, gurindam mempunyai aturan yang lebih terbatas dibandingkan puisi, yaitu satu bait gurindam hanya terdiri dari dua baris saja.
Selain itu, gurindam juga memiliki karakteristik khas lain, seperti aturan rima, kaitan antar setiap bait gurindam yang ditulis, sifat dari pesan yang terkandung, hingga jumlah kata yang dirangkai dalam satu bait. Jika Anda termasuk penggemar karya sastra lama, gurindam mungkin menjadi salah satu favorit Anda.
Dengan begitu, beberapa informasi mengenai pengertian, karakteristik, fungsi, jenis, hingga contoh gurindam berikut patut untuk disimak. Merangkum dari berbagai sumber, berbagai informasi mengenai gurindam adalah sebagai berikut.
Pengertian dan Karakteristik Gurindam
Untuk mengenal apa itu sajak gurindam, bisa dimulai dari pengertian dan karakteristiknya terlebih dahulu. Gurindam merupakan karya sastra lama, berupa sajak yang terdiri dari dua baris dalam setiap baitnya. Biasanya sajak pada gurindam mengandung sebuah nasihat dan petuah.
Tidak jauh berbeda seperti puisi, sajak pada gurindam ditulis dengan menggunakan kata berima sama. Namun biasanya dua baris dalam satu bait gurindam merupakan satu kesatuan yang utuh. Di mana baris pertama umumnya berisi suatu masalah atau persoalan, lalu pada baris selanjutnya memuat jawaban dari masalah yang disebutkan sebelumnya. Tak heran, jika sajak ini dikenal dengan sifat sebab akibat pada setiap baitnya.
Selain itu, gurindam juga memiliki beberapa karakteristik lain yang tak kalah unik. Beberapa karakteristik gurindam adalah sebagai berikut:
Fungsi Gurindam
Setelah mengetahui pengertian dan karakteristik gurindam, berikutnya akan dijelaskan berbagai fungsi gurindam dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum, gurindam merupakan karya sastra yang berfungsi sebagai seni dan hiburan. Meskipun berupa pesan dan nasihat, namun gurindam dapat dikemas dengan susunan kata yang lucu dan menghibur. Sehingga karya ini dapat dinikmati oleh setiap masyarakat.
Fungsi kedua dari gurindam sebagai pendidik jiwa. Dalam hal ini, pembuat pantun gurindam menyusun setiap sajak dalam bait gurindam dengan penuh makna dan pembelajaran. Sehingga karya gurindam ini tidak hanya mengandung pesan atau nasihat untuk pembaca, tetapi juga penulisnya sendiri.
Fungsi ketiga dari gurindam sebagai alat untuk merekam kondisi sosial. Di mana penulis dalam menciptakan karya gurindam bisa melihat kondisi, fenomena, dan keresahan yang terjadi di masyarakat. Berbagai kondisi yang ada di masyarakat digambarkan agar bisa menjadi cerminan bagi masyarakat. Nasihat yang terkandung di dalamnya juga bisa menjadi pelajaran bagi setiap masyarakat.
Fungsi terakhir dari pantun gurindam sebagai sarana untuk menyampaikan dakwah. Sastra gurindam yang pendek dan singkat memang sering digunakan pada pendakwah dalam menyampaikan nilai-nilai dan pesan keagamaan. Tak jarang, pantun gurindam dibawakan dengan gaya yang lucu agar bisa menarik perhatian audiens sehingga pesan yang terkandung di dalamnya dapat membekas dan tersampaikan dengan baik.
Jenis Gurindam dan Contohnya
Setelah memahami berbagai fungsi gurindam dalam kehidupan sehari-hari, terakhir akan dijelaskan jenis-jenis pantun gurindam beserta contohnya. Secara umum, gurindam dibagi menjadi dua jenis yaitu gurindam berkait dan gurindam berangkai. Lebih lanjut, penjelasan jenis-jenis gurindam adalah sebagai berikut.
Gurindam berkait yaitu jenis gurindam yang memiliki keterkaitan antara bait pertama dengan bait berikutnya. Keterkaitan antar bait pada gurindam ini akan menggambarkan isi atau pesan moral yang lebih jelas. Berikut contoh sajak gurindam berkait.
Contoh gurindam tentang pentingnya berpikir sebelum bertindak:
Jika bertindak pikirlah duluSupaya sesal tak membelenggu
Jikalau tidak dipikir duluKesusahan ‘kan menghampirimu
Jikalau sudah susah begituPastilah sesal kan membelenggu
Contoh gurindam tentang taubat dalam agama:
Barang siapa bermaksiatHendaklah dia selalu ingat
Ingat dunia akan tamatIngat dirinya kan sekarat
Maka segeralah bertaubatSebelum nanti tiada sempat
Gurindam berangkai yaitu jenis gurindam yang memiliki kesamaan kata pada baris pertama di setiap baitnya. Jika dibaca, gurindam berangkai mempunyai rima seperti puisi namun dengan struktur yang mirip seperti pantun. Berikut contoh sajak gurindam berangkai.
Contoh gurindam berangkai 1:
Barang siapa tinggalkan sholatAkan menuntun ke perbuatan maksiat
Barang siapa melakukan perbuatan maksiatPasti akan disiksa di akhirat
Contoh gurindam berangkai 2:
Jika bekerja tidak berhati lurusPikiran akan menjadi tergerus
Jika pikiran selalu tergerusPikiran tak karuan tubuh menjadi kurus
(mdk/ayi)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya