Cerita di Balik Lagu Setia Ciptaan Pongki Barata, Sempat Tak Ingin Dirilis karena Ini

Lagu-lagu ciptaan Pongki yang jadi hits sampai saat ini adalah Saat Kau Tak Disini, Seribu Tahun Lamanya dan Setia. Ternyata dari semua lagu tersebut, Setia menjadi lagu yang prosesnya tidak bisa dilupakan olehnya.

Denny Marhendri
Oleh Denny Marhendri - Reporter
Cerita di Balik Lagu Setia Ciptaan Pongki Barata, Sempat Tak Ingin Dirilis karena Ini
Cerita di Balik Lagu Setia Ciptaan Pongki Barata, Sempat Tak Ingin Dirilis karena Ini. Instagram - D.N. Marhendri

Pongki Barata memulai kariernya di industri musik pada tahun 1996. Ia dan keempat rekannya membentuk sebuah band yang bernama G-Coustic.

Kemudian di tahun 1999 saat tergabung dalam label rekaman, nama tersebut diganti menjadi Jikustik. Bersama Jikustik, Pongki berhasil membuat banyak lagu balada yang menjadi hits.

Lagu-lagu ciptaan Pongki yang jadi hits sampai saat ini adalah Saat Kau Tak Disini, Seribu Tahun Lamanya dan Setia. Ternyata dari semua lagu tersebut, Setia menjadi lagu yang prosesnya tidak bisa dilupakan olehnya.

Baru-baru ini, Pongki menceritakan kisah di balik lagu Setia yang penuh dengan kenangan. Hal itu diungkapkan dalam video yang diunggah di kanal Youtube Daniel Mananta Network.

Awalnya, suami Sophie Navita itu mengenang awal mula Jikustik mendapatkan kontrak dengan label rekaman untuk album pertama. Sebagai seorang pencipta lagu, ia memberikan semua materi lagu demo terbaik yang pernah direkamnya.

"Suatu hari gue bikin demo lagu itu pakai gitar. Demo lagu itu direkam di kaset, terus saya simpan di laci," kenang Pongki.

"Terus kami dapat kontrak rekaman. Saya sebagai pencipta, saya kasih semua lagu yang paling keren kecuali Setia karena lagunya jelek," tambahnya.

Setelah proses rekaman berjalan, ternyata album Seribu Tahun itu kekurangan materi album. Lalu sang gitaris memaksa Pongki untuk menambahkan lagu Setia yang sempat tersimpan.

"Terus pas proses rekaman album, ternyata kurang lagu. Terus gitaris saya, dateng ke rumah ngambil (kaset demo lagu Setia)," jelas Pongki.

"Aku bilang 'nggak usah lah jelek, malu aku'. Terus setelah dipaksa lagu itu direkam di tahun 1999," imbuhnya.

Kemudian, album Seribu Tahun dirilis namun tidak dengan lagu Setia karena sistem label rekaman yang berorientasi kepada industri. Setelah kalah telak dengan penjualan album Sheila on 7, album Seribu Tahun versi lain akhirnya dirilis dengan lagu Setia dan laku keras.

"Udah jadi nih, terus sama label nggak jadi dirilis, nanti, simpen aja. Jadi di album pertama Seribu Tahun, lagu Setia nggak ada. Jadi itu dipendem lagi, yang pertama saya dan yang kedua sama label," ucapnya.

"Terus dirilis, laku 150 juta kopi, itu termasuk kecil karena Sheila on 7 laku 1 juta kopi. Terus label ngerilis album Seribu Tahun lagi versi repackage (termasuk lagu Setia). Abis itu meledak 800 ribu termasuk 150 ribu kopi di awal," jelasnya.

 

Rekomendasi