Cara Mengutip dari Jurnal yang Baik dan Benar, Lengkap Beserta Pengertiannya

Minggu, 2 Agustus 2020 10:15 Reporter : Jevi Nugraha
Cara Mengutip dari Jurnal yang Baik dan Benar, Lengkap Beserta Pengertiannya Ilustrasi mesin ketik ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menulis merupakan salah satu aktivitas yang sering dilakukan oleh banyak orang, terutama pelajar. Hampir semua siwa maupun mahasiswa, pasti pernah mendapatkan tugas untuk mengerjakan sebuah makalah. Membuat makalah menjadi salah satu metode yang sering digunakan dalam penugasan agar siswa maupun mahasiswa mampu membuat karya ilmiah sesuai kemampuan akademiknya.

Menurut mercubuana.ac.id, kutipan merupakan pernyataan atau keterangan yang diambil dari teks acuan. Adapun fungsi kutipan sendiri ialah untuk memperkuat pendapat atau ide yang dikemukakan dalam karya ilmiah. Selain itu, menulis kutipan pada karya ilmiah dibutuhkan agar terhindar dari plagiarisme.

Plagiarisme merupakan penggunaan kata-kata atau ide dari seorang pengarang seakan-akan tulisan tersebut berasal dari ide sendiri tanpa menyebutkan sumbernya. Jika terbukti melakukan plagiarsime, maka seseorang telah melanggar ketentuan akademis. Oleh karena itu, akademisi harus berpegang teguh terhadap kaidah-kaidah yang berlaku.

Lantas, bagaimana cara mengutip dari jurnal yang baik dan benar? Simak penjelasannya yang merdeka.com rangkum dari laman Wiki How berikut ini.

1 dari 2 halaman

Cara Mengutip dari Jurnal

ilustrasi menulis jurnal

©Shutterstock.com/winnond

Selain digunakan untuk memperkuat argumen, kutipan juga dapat dijadikan sebagai landasan teori, penjelasan suatu uraian, atau sebagai bukti untuk menunjang sebuah argumen.

Umumnya, terdapat 2 jenis kutipan yang biasa digunakan yaitu kutipan langsung dan tidak langsung. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

1. Kutipan Langsung

Kutipan langsung merupakan salah satu jenis kutipan yang ditulis sama persis dengan sumber aslinya, baik ejaan maupun bahasanya. Kutipan langsung dapat dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya jenis kutipan langsung kurang dari 4 baris dan kutipan langsung lebih dari 4 baris.

Cara menulis kutipan langsung yang kurang dari 4 baris, maka rujukan ditulis di antara tanda kurung, diawali dengan nama akhir seperti yang dalam daftar pustaka, tanda koma, tahun terbitan, titik dua spasi, dan diakhiri dengan nomor halaman. Adapun contohnya sebagai berikut:

"Hormon leptin yaitu hormon yang mengontrol nafsu makan akan berkurang sehingga membuat nafsu makan meningkat." (Haryono, 2003:78)

Sedangkan cara menulis kutipan langsung lebih dari 4 baris, maka penulisan dipisahkan dengan jarak 3 spasi dari teks, jarak antar baris kutipan ialah 1 spasi, kutipan boleh diapit dengan tanda kutip/petik dua ("..."), kemudian diberi keterangan sumber.

Kutipan merupakan bagian dari pernyataan, pendapat, buah pikiran, definisi, rumusan atau penelitian dari penulis lain, atau penulis sendiri yang telah (menurut penulis kata telah harus dihilangkan) terdokumentasi, serta dikutip untuk dibahas dan ditelaah berkaitan dengan materi penulisan (Azahari, 2005: 38).

2. Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung ialah kutipan yang tidak sama persis dengan tulisan aslinya. Umumnya, pengutip hanya mengambil pokok pikiran dari sumber yang dikutip, kemudian menulisnya kembali menggunakan bahasa sendiri.

Cara menulis kutipan tidak langsung yaitu kutipan diintegrasikan dengan teks, jarak antar baris kutipan ialah spasi ganda, kutipan tidak diapit dengan tanda kutip/petik dua ("..."), kemudian ditulis sumber kutipan. Adapun contohnya sebagai berikut:

Michelle Doe (2016: 27) berpendapat bahwa kecerdasan buatan merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat entitas ilmiah yang berfungsi untuk memproses data eksternal secara cepat dan akurat.

2 dari 2 halaman

Macam-macam Gaya Penulisan Kutipan

puisi

©2019 Merdeka.com

Penulisan karya ilmiah tidak lepas dari sitasi, hal ini digunakan untuk menghindari plagiarisme. Secara umum, cara penulisan sitasi pada karya ilmiah dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut:

1. Gaya MLA

Moderen Language Association (MLA) merupakan gaya mengutip yang dirancang sederhana untuk mempermudah penulis dalam mengutip jurnal. Biasanya dalam penulisan gaya ini nama penulis ditulis lengkap dengan nama belakang ditulis di bagian depan. Adapun ciri-ciri lainnya dalam menulis kutipan dengan gaya MLA ialah sebagai berikut:

• Meletakkan tahun terbit di akhir

• Kutipan pada halaman cukup menuliskan kata akhir dan nomor halaman kutipan

• Jika mengutip sumber online harus menampilkan tanggal, bulan, dan tahun diakses

2. Gaya APA

American Psyhological Association (APA) merupakan salah satu bentuk kutipan yang dikeluarkan oleh organisasi APA khususnya untuk bidang psikologi dan sosial. Adapun beberapa ciri kutipan dengan gaya APA ialah sebagai berikut:

• Daftar Pustaka diurutkan alfabetis berdasarkan nama belakang penulis atau judul jika tidak ada penulis

• Nama depan penulis ditulis sebagai inisial

• Jika ada penulis yang sama dalam daftar pustaka ditulis berurutan dari tahun paling lama

• Bisa ditambahkan huruf a, b, c setelah tahun

3. Gaya Chicago

Berbeda dengan gaya APA dan MLA, gaya chicago memiliki ciri khas yaitu penempatan nomor pada bagian akhir kutipan dan catatan kaki pada bagian bawah halaman yang memuat kutipan. Di mana setiap akhir bab akan ditempatkan seluruh daftar referensi dalam bab.

[jen]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini