Berjualan Demi Keluarga Sejak SD, Ini Kisah Anak Penjual Rempeyek Bisa Kuliah Gratis di UGM

Ia diterima sebagai mahasiswa baru UGM tahun 2024 tanpa tes melalui jalur Seleksi Nasional Berdasar Prestasi (SNBP).

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Berjualan Demi Keluarga Sejak SD, Ini Kisah Anak Penjual Rempeyek Bisa Kuliah Gratis di UGM
Berjualan Demi Keluarga Sejak SD, Ini Kisah Anak Penjual Rempeyek Bisa Kuliah Gratis di UGM (Merdeka.com)

Wajah Love’s Nurani Hasan (19) berseri-seri tatkala mengetahui ia dinyatakan lolos kuliah di Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia diterima sebagai mahasiswa baru UGM tahun 2024 tanpa tes melalui jalur Seleksi Nasional Berdasar Prestasi (SNBP).

Bahkan ia dinyatakan mendapat beasiswa uang Kuliah Tunggal (UKT) 100 persen alias dibebaskan dari biaya pendidikan hingga lulus. Senyum Love’s Nurani Hasan pun semakin mengembang karena ia begitu menaruh harap untuk masa depannya dari program studi ini.

“Ini impianku sejak SMA untuk bisa kuliah di Akuntansi FEB UGM,” ujarnya, mengutip situs ugm.ac.id pada Rabu (19/6).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Saat bersekolah di SMA Negeri 1 Probolinggo, Jawa Timur, Love’s memiliki segudang prestasi baik itu akademik maupun non akademik. Terakhir, ia berhasil meraih juara 2 National Accounting Competition Gadjah Mada Accounting Days 2023.

Pilihan untuk selalu berprestasi menjadi tekadnya untuk bisa mewujudkan cita-cita. Apalagi kondisi keluarganya bukan dari kalangan berada yang memaksa dirinya untuk giat belajar dan berprestasi.

“Sebenarnya keinginan kuliah sudah ada sejak SMP. Namun saat itu saya masih ragu mengingat keterbatasan ekonomi keluarga,” kata Love’s. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Love’s merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Ia merupakan anak dari pasangan Yuli Nur Hasan (53) dan Eny Rosida (52). Ia lahir dan besar di Desa Kanigaran, Kabupaten Probolinggo.

Pada awalnya, keluarga Love’s hidup berkecukupan. Namun kecelakaan yang dialami ayahnya pada tahun 2017 mengubah segalanya. Akibat kecelakaan itu, Yuli mengalami cedera permanen dan tidak dapat bekerja lagi.

Sejak saat itu, sang ibu jadi tulang punggung keluarga dengan berjualan bumbu pecel dan menerima pesanan rempeyek dari tetangga. Hasilnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Untuk bisa bertahan hidup, keluarga Love’s harus menjual aset keluarga untuk bertahan hidup. Bahkan sejak saat itu, Love’s harus mencukupi kebutuhannya sendiri seperti berjualan stiker, masker wajah, aksesoris, dan kerudung.

Kegiatan berjualan sampingan itu ia lakukan hingga penghujung pendidikan di SMA 1 Probolinggo. Ia mengaku berhenti berjualan karena sepi peminat. 

Love’s begitu kuat untuk mewujudkan keinginannya untuk kuliah. Bahkan ia berusaha untuk selalu meyakinkan orang tuanya agar mencukupi kebutuhan sendiri demi biaya kuliahnya nanti.

“Akhirnya ya saya terbiasa berjuang. Saya pun sempat bekerja sebagai pramuniaga di butik dan menjadi host live sebuah online shop,” kata Love’s. 

Walaupun punya jadwal yang padat, Love’s bisa menata waktu dengan baik antara belajar dan mencari rupiah. Tak heran ia pun konsisten berprestasi sejak duduk di bangku sekolah dasar. Hingga duduk di SMA, ia selalu menduduki peringkat terbaik di kelas.

Selain itu ia juga pernah berprestasi di bidang non-akademi seperti menerbitkan novel berjudul “Love Yourself” pada tahun 2019 dan Juara 1 Lomba Musik Islami TIngkat Kota.

“Tentu saja setiap dapat hadiah dari lomba-lomba, saya selalu sisihkan untuk membeli kebutuhan rumah,” ucapnya.

Sang ibu, Eny Rosida mengaku sangat bangga dan bahagia Love’s bisa diterima kuliah di UGM dan tanpa dikenakan biaya.

Ia merasa mendapat keajaiban dari yang semula hanyalah mimpi menjadi kenyataan. Apapun kondisinya ia dan suami selalu mendukung penuh dan mengupayakan yang terbaik untuk pendidikan anaknya.

“Tidak peduli seberapa sulitnya, kami akan usahakan untuk mendukung putri kami menggapai cita-citanya. Kami berharap nantinya Love’s bisa sukses, mengangkat derajat keluarga, dan bermanfaat sekitar. Harapannya ia jadiperempuan hebat yang menginspirasi dan takut serta beriman kepada Allah,”

ungkap Rosida, mengutip situs ugm.ac.id

Rekomendasi