Berawal dari Supir Truk Tebu, Begini Kisah Perjuangan Driver Bus Tampan Hendra Ahok
Merdeka.com - Di balik laju kencang bus yang melayani penumpangnya dari kota satu ke kota lain, ada sang supir yang setia berada di belakang kemudi. Mereka tetap melajukan bus dalam kondisi apapun, medan menanjak ataupun landai, dalam kondisi terang ataupun jalanan yang gelap gulita, khususnya pada bus malam yang biasanya melaju kencang di tengah kegelapan. Walau perjalanannya sesulit apapun, para supir memiliki tanggung jawab tinggi untuk mengantarkan para penumpang selamat sampai tujuan.
Di belakang kemudi bus malam itulah, ada sosok Hendra Ahok. Di kalangan para pecinta bus, sosok Hendra Ahok sudah cukup dikenal. Dia dikenal sebagai “artis tampan” yang berada di balik kemudi bus malam antar kota milik PO Haryanto, salah satu perusahaan bus di Indonesia milik Haji Haryanto yang berkantor di Kudus, Jawa Tengah.
Namun tak banyak yang menyangka, kariernya sebagai driver bus malam sebenarnya sempat tidak disetujui oleh sang ayah. Lantas bagaimana perjalanannya hingga kini menjadi terkenal di kalangan supir bus lainnya? Berikut selengkapnya:
Berawal dari Supir Truk Tebu

©YouTube/Po Haryanto Official
Karier Ahok sebagai supir bus sudah dimulai saat dia masih duduk di bangku sekolah. Saat itu sepulang sekolah, dia biasanya ikut kakaknya melangsir truk tebu ke kebun. Di tengah kebun tebu itulah, di mana ada tanah lapang, Hendra belajar menyetir.
Setelah lulus sekolah, dia diajak temannya untuk menjadi supir truk pengangkut cabai. Setelah tidak lama berkontak, temannya itu sudah bekerja sebagai supir bus.
Saat kiriman cabai sepi, temannya menawarkan pada Hendra untuk bekerja sebagai supir bus. Mulai dari sinilah dia melanglang buana menjadi supir bus di berbagai perusahaan bus.
“Habis jadi supir Bus Mira saya ke Sugeng Rahayu. Dua-duanya hanya hitungan bulan. Habis itu ke Santika, habis Santika terus Haryanto. Di sana nggak lama juga. Habis itu ke Gunung Harta, di sini saya kerja 4-5 tahun,” kata Hendra dikutip dari kanal YouTube Po Haryanto Official.
Asal Mula Nama Ahok

©YouTube/Po Haryanto Official
Saat bekerja di PO Gunung Harta inilah Hendra mendapat panggilan Ahok. Orang yang pertama kali memberi panggilan itu adalah Pak Mahmud, salah satu driver Bus Gunung Harta.
“Waktu itu kita kan lagi bercanda-canda gitu ya, lagi ngobrol ngopi gitu. Terus saya panggil Ahok dia cuma ketawa. Akhirnya dia nerima saja. Jadi cuma nama panggilan saja, tidak ada unsur lain kayak macam-macam,” jelas Pak Mahmud dikutip dari kanal YouTube Ichal Traveler.
Melanggar Aturan

©YouTube/DPC Production
Setelah lama menghabiskan cukup lama masa baktinya di Gunung Harta, Hendra harus rela keluar dari perusahaan itu karena dinilai melanggar aturan. Waktu itu dia dengan sengaja mempersilakan salah satu pecinta bus untuk menyetir bus yang di bawah kendalinya. Karena inilah Hendra dinilai melanggar SOP yang telah ditetapkan perusahaan.
Walaupun aturan sebenarnya adalah skors dua bulan, tapi akhirnya dia memutuskan resign dari perusahaan itu. Setelah itu dia kembali melamar untuk menjadi driver bus di PO Haryanto.
Sempat Menghilang
Saat pandemi COVID-19 menyerang Indonesia, Hendra sempat “menghilang” dari PO Haryanto. Saat itu banyak orang yang menanyakan di mana keberadaannya.
Setelah dilacak, ternyata saat itu Hendra pulang ke kampung halamannya di Makassar. Namun saat di kampung halamannya inilah dia justru mengalami sesuatu yang disebutnya sebagai “insiden”.
“Papa saya di kampung halaman punya usaha toko besi, truk Pertamina, sama sarang walet. Setelah tahu saya punya SIM B2 Umum dan jadi supir bus malam, SIM saya malah dipatah-patahin. Setelah insiden itu, saya kabur dari rumah dan kembali ke Jawa. Saya baru pamit ke papa saat sudah di pesawat,” kata Hendra dikutip dari kanal YouTube PO Haryanto.
Sudah Nyaman

©YouTube/Po Haryanto Official
Hendra mengakui, sebenarnya ayahnya bermaksud baik dengan tidak menginginkan anaknya hidup di jalanan dan bisa meneruskan usaha di kampung halaman. Tapi Hendra tetap bersikukuh untuk menjadi supir bus malam di PO Haryanto.
“Sebenarnya saya yakin sama jawaban semua rekan-rekan kerja di sini, kalau di balik punggung Pak Haji Haryanto (pemilik perusahaan bus) itu, semua nyaman,” kata Hendra dalam sesi bincang-bincang yang diunggah dalam kanal YouTube Po Haryanto Official.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya