Bacaan Doa Khutbah Jumat, Lengkap Beserta Arti dan Tata Caranya
Merdeka.com - Doa khutbah Jumat dan artinya perlu dipahami umat Muslim, terutama para khatib. Khutbah merupakan kegiatan berdakwah yang mengajak orang lain untuk meningkatkan ketakwaan, keimanan, dan pesan keagamaan lainnya. Biasanya, di akhir khutbah, khatib akan membaca doa penutup.
Melansir dari NU Online, khutbah adalah menyampaikan nasihat dan pesan tentang takwa. Khutbah berkaitan erat dengan ibadah salat atau ibadah lainnya.
Doa khutbah Jumat dijadikan sebagai permohonan keselamatan dan ampunan kepada Allah SWT. Berikut bacaan doa khutbah Jumat dan artinya yang merdeka.com lansir dari NU Online dan sumber lainnya:
Syarat Khutbah Jumat

©2016 Merdeka.com
Ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan khatib sebelum naik ke atas mimbar untuk khutbah. Adapun beberapa syarat khutbah Jumat yang wajib diketahui adalah sebagai berikut:
• Khatib harus laki-laki
• Khatib wajib suci dari hadas besar maupun kecil
• Khatib harus menutup aurat
• Khatib harus berdiri bila mampu
• Khutbah harus dilakukan pada saat zuhur usai azan ke-2 salat Jumat.
• Isi rukun khutbah baik yang pertama maupun kedua, harus didengar oleh jemaah sekurang-kuraangnya 40 orang jemaah.
• Khatib harus duduk sebentar dengan tumaaninah atau mengistirahatkan sebentar dirinya di antara dua khutbah.
• Khutbah pertama dengan kedua harus dilaksanakan secara berturut-turut, begitu pun antara khutbah dengan salat Jumat.
• Rukun-rukun khutbah Jumat harus disampaikan dengan bahasa Arab.
Rukun Khutbah Jumat
Berikut rukun khutbah Jumat sesuai anjuran Rasulullah SAW, yaitu:
• Bacaan alhamdulilah. Khutbah Jumat wajib dimulai dengan bacaan hamdalah, yaitu lafaz memuji Allah SWT. Misalnya, seperti lafaz alhamdulilah, alhamdullah, atau innalhamda-lillah.
• Salawat kepada Nabi Muhammad SAW. Salawat ini harus dilafazkan secara jelas. Paling tidak ada ucapan salawat, seperti shalli aala Muhammad, atau as-shalatu la Muhammad aatau ana mushaallai ala Muhammad.
• Membaca dua kalimat syahadat.
• Mengaajak kepada para jemaah untuk bertaqwa kepada Allah SWT.
• Membaca ayat suci Alquran di salah satu khutbahnya.
Tata Cara Khutbah Jumat
Sebelum mengetahui doa khutbah Jumat dan artinya, perlu memahami tata cara khutbah Jumat. Berikut tata cara khutbah Jumat sesuai sunnah Rasul, yaitu:
• Khatib berdiri di atas mimbar atau tempat lebih tinggi. Setelah itu, mengucapkan salam.
• Usai mengucap salam, suara azan dikumandangkan. Khatib dianjurkan untuk duduk mendengarkan dan menirukan hingga azan selesai.
• Kemudian khatib berdiri untuk berkhutbah. Sebelum memulai, ada baiknya membuka khutbah sesuai rukun khutbah, yaitu membaca alhamdulilah, sanjungan kepada Allah SWT, syahadat, shalawat, bacaan ayat-ayat taqwa, dan perkataan ammaa baad.
• Setelah itu, khatib dianjurkan untuk berdiri dan menghadapkan wajahnyaa pada para jemaah. Namun, jika khatib tidak dapat berdiri, maka khutbah dapat dilakukan dengan posisi duduk.
• Duduk di antara dua khutbah. Usai menyampaikan khutbah, hendaknya khatib duduk sejenak untuk beristirahat sebelum menyampaikaan khutbah kedua.
• Khutbah Jumat ada baiknya tidak terlalu panjang. Khutbah hendaknya tidak boleh lebih lama dibandingkan dengan durasi salat Jumat.
• Dalam berkhutbah, khatib sebaiknya melantangkaan suara dan menyampaikaan khutbah dengan jalas. Hal ini perlu dilakukan agar jemaah yang mendengarkaan akan paham dengan kata-kata yang diucapkan.
• Di akhir khutbah, hendaknya ditutup dengan kalimat permohonan ampun kepada Allah SWT. Kalimaat permohonan ini bisa disampaikan pada khutbah kedua.
Doa Khutbah Jumat

© pexels.com/Timur Weber
Bacaan doa khutbah Jumat dan artinya perlu diketahui setiap khatib. Doa ini bisa dibaca sebagai doa penutup khutbah. Adapun doa khutbah dan artinya adalah sebagai berikut:
Qalaallahu ta'ala filquranilkariim. A’dzubillahiminasyaithanirojim. Innallaha wamalaaikatahuu yusholluuna ‘alannabiyyi yaayuhalladziina aamanu shollu 'alaihi wasallimuu tasliima.Allhumma sholli muhammadin wa'ala ali muhammadin kama shollaita'ala ibrahiima wa‘ala aali ibrohima wabarik’ala Muhammad. Wa 'ala aali muhammadin, kama barakta 'alaa ibrohima wa ’ala ali ibrohimma fil ’alamiin innaka hamidummajiid.
Allaahumma sholli ‘alaa Muhammadin, wa ‘alaa aalihii waashahbiihii ajmaiin. Alhamdulillahirobbil’alamin. Allohummaghfir, lilmukminiina walmukminaat, walmuslimiina walmuslimaat, alakhyaaiminhum walamwaat, innaka samii’un qoriibummujibudda’awaat. Robbana dzolamna anfusana, wailamtaghfirlana watarkhamna lanakunanna minalkhosiriin.
Robbana atina fidunya khasanah wafil akhiroti khasanah waqina adzabannar. Walhamdulillahirobbil’alamin. Ibaadalloh, innalloha ya’muru bil’adli wal ihsaani waiitaaidzil qurbaa, wayanha ‘anilfahsyaaii walmunkar, walbaghyi yaidzukum la’allakum tadzakkaruun. Fadzkuruulloohal’adziim yadzkurkum wasykuruuhu ’ala ni’matihi yazidkum waladzikrullohiakbar.
Artinya:
Allah Ta’ala berfirman di dalam Alquran, aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Sesungguhnya Allah memerintahkan malaikat malaikat-Nya bersholawat kepada nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam perhormatan kepadanya.
Ya Allah curahkanlah keselamatan kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberkati Ibrahim dan keluarganya di alam semesta, sesungguhnya Engkau Maha terpuji dan Maha mulia.
Ya Allah ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, muninin dan mukminat. Baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, dan Maha Mengabulkan. Ya Allah anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat, dan hindarkanlah kami dari azab neraka.
Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk berlaku adil dan baik, memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang berbuat keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu mengambil pelajaran. Dan berdzikirlah kepada Allah yang Maha Besar.
Doa Setelah Salat Jumat
Doa setelah khutbah Jumat yang selanjutnya adalah membaca surat-surat pendek. Surat-surat tersebut yakni Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas. Masing-masing surah dibaca sebanyak tujuh kali. Doa ini sesuai dengan kitab Bughyatul Mustarsyidin
فائدة : ورد أن من قرأ الفاتحة والإخلاص والمعوذتين سبعاً سبعاً عقب سلامه من الجمعة قبل أن يثني رجليه غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر ، وأعطي من الأجر بعدد من آمن بالله ورسوله ، وبوعد من السوء إلى الجمعة الأخرى
Artinya: Sebuah faidah, siapa saja yang membaca surat al-Fatihah, ikhlas dan mu’awwidztain (al-Falaq dan al-Nas), masing-masing sebanyak 7 kali setelah salam shalat Jumat sebelum melipat kedua kaki (bersila), maka dosa-dosanya yang telah lampau akan diampuni, juga mendapatkan pahala sebanyak orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan terhindar dari keburukan hingga hari Jumat depan.
1. Al Fatihahسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (1) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2) الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7
Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang , Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (3), Yang menguasai Hari Pembalasan, Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan, Tunjukilah kami jalan lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (QS. Al Fatihah)
2. Al-Ikhlasبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (QS. Al Ikhlas)
3. Al-Falaqبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِن شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki. (QS. Al Falaq)
4. An-Nasبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. إِلَهِ النَّاسِ. مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia. (QS. An-Naas)
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya