Apakah Merokok Membatalkan Puasa? Berikut Hukum dan Penjelasan Lengkapnya

Kamis, 13 Januari 2022 17:51 Reporter : Jevi Nugraha
Apakah Merokok Membatalkan Puasa? Berikut Hukum dan Penjelasan Lengkapnya Ilustrasi merokok. ©Shutterstock.com/Zdenek Fiamoli

Merdeka.com - Apakah merokok membatalkan puasa? Seringkali menjadi pertanyaan bagi umat muslim saat akan atau sedang menjalani ibadah puasa. Baik puasa wajib atau puasa sunnah.

Melansir dari NU Online, puasa adalah aktivitas menahan dan menjauhi dari dorongan perut dan kemaluan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Maka dari itu, saat menjalankan ibadah puasa, umat muslim dianjurkan untuk menghindari aktivitas yang dapat membatalkan puasa, seperti makan dan minum serta berhubungan badan di siang hari.

Apakah merokok membatalkan puasa? Menjadi pertanyaan hal yang kerap ditanyakan umat muslim saat menjalankan ibadah puasa adalah perihal aktivitas merokok. Sekilas, merokok memang bukan termasuk kategori makan dan minum, karena dilakukan dengan cara mengisap dan menghembuskannya.

Lantas, bagaimana sebenarnya hukum merokok saat berpuasa? Apakah merokok membatalkan puasa? Simak ulasannya yang merdeka.com rangkum dari NU Online:

2 dari 3 halaman

Apakah Merokok Membatalkan Puasa?

di dalam mobil
© myfirstcarguide.com

Apakah merokok membatalkan puasa? Sebelum mendapatkan jawabannya, sebagaimana kita tahu, berpuasa adalah menahan diri untuk tidak makan, minum, dan hubungan suami istri. Salah satu hal yang membatalkan puasa dan mesti harus dihindari, yaitu memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh yang terbuka secara sengaja.

Seperti dikutip dari NU Online, sesuatu yang masuk ke dalam lubang tubuh yang terbuka dapat membatalkan puasa disebut sebagai ‘ain. Syekh Zakariya al-Anshari menyebutkan dalam Fathul Wahhab, ‘ain ini adalah benda apa pun, termasuk makanan, minuman, atau obat.

Dapat dikatakan bahwa semua benda yang masuk ke dalam lubang tubuh, berwujud padat maupun cair, akan membatalkan puasa. Lantas, apakah merokok membatalkan puasa?

Tidak bisa dimungkiri bahwa aktivitas merokok sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia, bahkan dapat dikatakan sudah menjadi budaya. Perilaku merokok sendiri adalah aktivitas mengisap gulungan tembakau yang telah dibakar dan menghembuskannya keluar tubuh.

Mayoritas ulama menganggap bahwa asap atau uap tidak membatalkan puasa jika dihirup. Namun, hal ini berbeda dengan aktivitas mengisap merokok, yang dalam bahasa Arab disebut syurbud dukhan, atau jika diarukan secara literer artinya minum/mengisap.

Apakah merokok membatalkan puasa? Mayoritas ulama berpendapat bahwa aktivitas mengisap rokok dapat membatalkan puasa. Salah seorang ulama mazhab Syafii, Syekh Sulaiman al- Ujaili menyebutkan dalam kitabnya Hasyiyatul Jamal sebagai berikut, yang artinya:

“Dan termasuk dari ‘ain (hal yang membatalkan puasa) adalah asap, tetapi mesti dipilah. Jika asap/uap itu adalah yang terkenal diisap sekarang ini (maksudnya tembakau) maka puasanya batal. Tapi jika asap/uap lain, seperti asap/uap masakan, maka tidak membatalkan puasa. Ini adalah pendapat yang mu’tamad (dirujuk ulama karena kuat argumentasinya).”

Kendati demikian, harus dipahami bahwa orang yang terpapar asap rokok, tidak membatalkan puasa. Dengan kata lain, batalnya puasa hanya jatuh bagi sang perokok saja.

3 dari 3 halaman

Hal-hal yang Membatalkan Puasa

011 tantri setyorini©Shutterstock

Selain merokok, ada beberapa hal yang membatalkan puasa, di antaranya sebagai berikut:

Makan dan Minum dengan Sengaja

Hal yang dapat membatalkan puasa yang pertama adalah makan dan minum dengan sengaja. Namun jika kamu makan dan minum tapi dalam keadaan lupa atau tidak sengaja, puasanya tidak batal.

Dengan syarat kita langsung berhenti makan dan minum begitu kita ingat, dengan begitu kita bisa melanjutkan puasa kita.

Berhubungan Badan di Siang Hari

Hal-hal yang yang dapat membatalkan puasa selanjutnya, yaitu bersetubuh di siang hari. Bersetubuh atau berhubungan suami istri di siang hari dalam keadaan puasa, maka batallah puasanya.

Kalau puasanya adalah puasa Ramadhan, maka wajib untuk mengganti puasa tersebut. Tapi kalau hubungan suami istri dilakukan pada malam hari (sudah berbuka) maka tidak akan merusak puasa.

Haid dan Nifas

Wanita yang datang bulan atau sedang haid, puasanya akan batal. Sekalipun haid datang di akhir siang atau menjelang waktu berbuka puasa, maka batal puasanya. Wanita yang kedatangan nifas pun, puasanya batal.

[jen]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Puasa
  3. Tips Puasa
  4. Ragam
  5. Jateng
  6. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini