Apakah Janin Bisa Mendengar Suara Hati Ibunya? Berikut Penjelasannya

Jumat, 1 Juli 2022 16:26 Reporter : Jevi Nugraha
Apakah Janin Bisa Mendengar Suara Hati Ibunya? Berikut Penjelasannya Ilustrasi ibu hamil. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Lucky Business

Merdeka.com - Apakah janin bisa mendengar suara hati ibunya penting diketahui oleh para ibu hamil. Hubungan anak dan ibu tentu saja memiliki ikatan yang istimewa. Kedekatan ini bisa dibangun sejak Si Kecil masih di dalam kandungan.

Melansir dari boldsky.com, memasuki usia kehamilan 23 minggu, janin sudah bisa mendengar. Bayi di dalam kandungan tersebut sudah bisa mendengar detak jantung dan suara ibunya. Bayi juga bisa mendengar suara ibunya, baik saat ibunya bicara dengannya maupun orang lain.

Mengajak berbicara bayi sejak di dalam kandungan penting dilakukan oleh para ibu hamil. Sebab, hal ini dipercaya dapat merangsang pendengaran Si Kecil dan dapat membangun kedekatan emosi. Maka dari itu,para orang tua sangat dianjurkan untuk mengajaknya berbicara meski masih berada di dalam kandungan.

Lantas, apakah janin bisa mendengar suara hati ibunya? Simak ulasannya yang merdeka.com lansir dari boldsky:

2 dari 3 halaman

Apakah Janin Bisa Mendengar Suara Hati Ibunya?

010 destriyana
©2015 Merdeka.com/shutterstock

Sejak dalam kandungan, bayi sudah bisa mendengar dengan jelas suara organ-organ di dalam tubuh ibunya. Selain itu, janin yang memasuki 23 minggu juga sudah dapat mendengar suara detak jantung ibu, suara darah yang mengalir melalui pembuluh darah, dan suara perut saat ibunya sedang lapar.

Bayi yang ada di dalam kandungan tidak hanya mengerti dan bisa membedakan bahasa asing dan bahasa sehari-hari saja. Namun, suara yang ada di sekitar bayi juga berdampak bagi kesehatan bayi. Bahkan, suara keras dapat meningkatkan risiko keguguran pada ibu hamil yang sering terpapar dengan frekuensi lebih dari 90 dB.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa bayi yang lahir prematur bisa disebabkan terpapar suara dengan frekuensi setidaknya 80 dB selama 8 jam per hari. Maka dari itu, sudah seharusnya para ibu hamil lebih waspada terhadap suara-suara keras di sekitarnya.

3 dari 3 halaman

Pentingnya Mengajak Bayi Berbicara Sejak dalam Kandungan

ilustrasi hamil
©2013 Merdeka.com

Setiap suara yang didengar dapat memengaruhi tumbuh kembang bayi sejak masih berada di rahim. Janin dalam kandungan mulai bisa mendengar suara ibu dan ayahnya setelah berusia 16 minggu. Ketika usia kehamilan mencapai 23 minggu, janin sudah bisa menanggapi suara yang didengarnya dengan bergerak lebih aktif di dalam rahim, seperti menendang dan membuka mulutnya.

Tidak sedikit penelitian yang membuktikan bahwa peran dan ibu sangat penting bagi tumbuh kembang bayi sejak dalam kandungan. Untuk itu, rutin berbicara dengan bayi saat masih berada di dalam kandungan sangat diperlukan. Sebab, ada banyak manfaat berbicara pada bayi dalam kandungan, antara lain:

Memperkenalkan Bahasa

Manfaat mengajak bayi yang masih berada di dalam kandungan yang pertama, yaitu memperkenalkan bahasa yang digunakan. Meski bayi belum lahir ke dunia, tapi ia sudah mulai belajar banyak hal, termasuk mengenal bahasa. Maka dari itu, semakin sering orang tua berbicara atau bernyanyi, akan semakin banyak kata atau bahasa yang ia dengar.

Merangsang Pendengaran Bayi

Salah satu manfaat mengajak bayi berbicara sajak dalam kandungan yang paling utama adalah merangsang pendengaran bayi. Ya, sebagian besar proses perkembangan indra pendengaran bayi terjadi di dalam kandungan. Untuk itu, ibu hamil dianjurkan untuk rutin memberikan rangsangan berupa suara kepada janin.

Membangun Kedekatan Emosional

Menurut sejumlah penelitian, mengajak berbicara bayi sejak dalam kandungan juga dapat membangun kedekatan emosional. Nantinya, setelah lahir bayi akan terbiasa mendengar suara ibunya, sehingga akan merasa lebih senang dan tidak akan rewel setiap kali ibu mengajaknya berbicara. Maka dari itu, sudah seharusnya para orang tua terus mengajaknya berbicara sejak masih di dalam kandungan.

Membuat Bayi Merasa Aman

Sejak di dalam kandungan, bayi akan merasa nyaman saat mendengar orang tuanya. Selain itu, ia juga bisa lebih aktif bergerak saat ibu hamil mengajaknya berbicara atau mendengarkan musik. Suara-suara ini yang kemudian membuatnya lebih mudah beradaptasi dengan situasi di sekitar.

[jen]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini