8 Penyebab Menstruasi Terlambat, Faktor Stres hingga Gejala PCOS
Merdeka.com - Menstruasi merupakan salah satu siklus kesehatan yang dialami oleh hampir setiap wanita. Setiap bulan dalam hitungan periode tertentu, darah yang ada pada rahim wanita akan meluruh saat tidak mengalami proses pembuahan. Siklus menstruasi ini akan berulang setiap bulannya.
Meskipun mempunyai rentang siklus waktu yang pasti, namun tidak sedikit wanita mengalami menstruasi yang tidak lancar. Sering kali wanita mengalami keterlambatan menstruasi hingga beberapa hari dari perkiraan yang seharusnya terjadi. Tidak jarang, perempuan merasa khawatir ketika siklus menstruasinya tidak teratur, termasuk berbagai gejala yang muncul cukup mengganggu.
Penyebab menstruasi terlambat bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kondisi stres menjadi salah satu faktor pemicu wanita mengalami keterlambatan dalam siklus menstruasi. Selain itu, penyebab menstruasi terlambat juga bisa datang dari berat badan rendah, obesitas, upaya kontrol kelahiran, hingga pengaruh dari beberapa penyakit kronis seperti PCOS.
Walaupun wajar dan umum terjadi, namun penyebab menstruasi terlambat ini perlu diketahui dengan pasti. Hal ini tidak lain untuk mencegah berbagai risiko buruk yang terjadi terkait kesuburan dan kesehatan seksual. Selain itu, dengan mengetahui penyebabnya lebih dini juga memudahkan mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
Dilansir dari Healthline, berikut kami merangkum beberapa penyebab menstruasi terlambat yang perlu diketahui.
Mengenal Siklus Menstruasi

©2018 Liputan6.com
Sebelum mengetahui beberapa penyebab menstruasi terlambat, perlu dipahami terlebih dahulu bagaimana siklus menstruasi. Kebanyakan wanita yang belum mencapai menopause biasanya mengalami menstruasi setiap 28 hari. Namun, siklus menstruasi yang sehat dapat berkisar dari setiap 21 hingga 35 hari.
Jika menstruasi tidak kunjung terjadi pada rentang waktu tersebut, dan tidak aktif melakukan hubungan sosial, maka hal ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penyebab umum menstruasi yang terlambat biasanya karena ketidakseimbangan hormon hingga tubuh tidak dapat bekerja seperti biasanya.
Selain itu, alasan seorang wanita mengalami menstruasi tidak teratur adalah ketika pertama kali mulai menstruasi atau saat menjelang menopause. Dalam hal ini, tubuh mengalami transisi dan penyesuaian, sehingga siklus menstruasi menjadi tidak teratur.
Stres
Penyebab menstruasi terlambat yang pertama dan paling umum terjadi adalah kondisi stres. Dalam hal ini, stres dapat menghilangkan hormon, mengubah rutinitas harian, dan bahkan memengaruhi bagian otak yang mengatur menstruasi yaitu hipotalamus. Seiring waktu, stres dapat menyebabkan penyakit atau kenaikan maupun penurunan berat badan secara tiba-tiba, yang dapat memengaruhi siklus menstruasi.
Jika merasa stres dapat mengganggu haid, cobalah mempraktikkan teknik relaksasi dan mengubah gaya hidup. Menambahkan lebih banyak olahraga ke dalam rutinitas dapat membantu Anda kembali ke jalur yang benar.
Berat Badan Rendah

© elembarazo.net
Penyebab menstruasi terlambat berikutnya adalah faktor berat badan yang rendah. Wanita dengan gangguan makan, seperti anoreksia nervosa atau bulimia, mungkin mengalami menstruasi tidak teratur. Dengan berat 10 persen di bawah kisaran normal yang disesuaikan dengan tinggi badan, dapat mengubah cara fungsi tubuh dan menghentikan ovulasi.
Dengan begitu, yang yang mempunyai kondisi seperti ini perlu mendapatkan pengobatan untuk mengatasi gangguan makannya. Sehingga berat badan bisa kembali normal dan siklus menstruasi bisa berjalan dengan baik
Obesitas
Obesitas juga termasuk salah satu faktor penyebab menstruasi terlambat pada wanita. Sama seperti berat badan yang rendah dapat menyebabkan perubahan hormonal, begitu juga dengan kelebihan berat badan.
Dalam hal ini, dokter bisa memberikan rekomendasi diet dan rencana olahraga untuk membantu mengontrol berat badan yang lebih sehat. Hal ini tentu saja dapat membantu memperlancar siklus menstruasi.
Kontrol Kelahiran
Penyebab menstruasi terlambat juga bisa dipengaruhi oleh kontrol kelahiran. Anda mungkin mengalami perubahan dalam siklus Anda saat menggunakan atau menonaktifkan kontrasepsi. Pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin, yang mencegah ovarium melepaskan sel telur.
Diperlukan waktu hingga enam bulan agar siklus Anda kembali konsisten setelah menghentikan penggunaan pil. Jenis kontrasepsi lain yang ditanamkan atau disuntikkan juga dapat menyebabkan menstruasi terlewat.
Sindrom Ovarium Polistik (PCOS)

©2015 Merdeka.com/Shutterstock/Africa Studio
Penyebab menstruasi terlambat selanjutnya adalah gangguan Sindrom Ovarium Polistik (PCOS). Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah suatu kondisi yang menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak hormon androgen pria. Kista juga terbentuk di ovarium akibat ketidakseimbangan hormon ini. Ini bisa membuat ovulasi tidak teratur atau bahkan bisa menghentikan siklus menstruasi.
Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan hormon lain seperti insulin, menjadi tidak seimbang. Hal ini tidak lain karena resistensi insulin, yang berhubungan dengan PCOS. Dengan begitu, pasien perlu mendapat perawatan khusus PCOS yang berfokus untuk meredakan gejala. Dokter mungkin meresepkan kontrasepsi atau obat lain untuk membantu mengatur siklus.
Penyakit Kronis

©www.huffingtonpost.com
Penyakit kronis juga termasuk salah satu penyebab menstruasi terlambat yang perlu diwaspadai. Penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit celiac juga dapat memengaruhi siklus menstruasi Anda. Hal ini dapat terjadi karena adanya perubahan gula darah terkait dengan perubahan hormonal. Meskipun jarang terjadi, diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur.
Selain itu, penyakit seliaka yang menimbulkan peradangan yang dapat menyebabkan kerusakan pada usus kecil. Lebih lanjut kondisi ini dapat membuat tubuh tidak dapat menyerap nutrisi penting. Hal ini tentu saja dapat menyebabkan menstruasi terlambat atau terlewat.
Peri-menopause Dini
Penyebab menstruasi terlambat berikutnya bisa berasal dari perimenopause dini. Kebanyakan wanita mulai menopause antara usia 45 hingga 55.
Wanita yang mengalami gejala sekitar usia 40 atau lebih awal dianggap mengalami peri-menopause dini. Ini berarti suplai sel telur berkurang, dan akibatnya akan melewatkan menstruasi dan akhirnya menstruasi berakhir.
Masalah Tiroid

©health.clevelandclinic.org
Penyebab menstruasi terlambat yang terakhir bisa dipengaruhi oleh masalah tiroid. Dalam hal ini, tiroid berfungsi mengatur metabolisme tubuh, termasuk kadar hormon yang bekerja di dalamnya.
Gangguan tiroid yang terlalu aktif maupun kurang aktif bisa mempengaruhi hormon dan dapat berdampak pada siklus menstruasi yang tidak lancar. Dengan begitu, penderita perlu mendapatkan pengobatan untuk bisa menyeimbangkan fungsi hormon dengan baik.
(mdk/ayi)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya