Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Penyebab Cegukan, Bisa Sebabkan Penyakit Berbahaya

6 Penyebab Cegukan, Bisa Sebabkan Penyakit Berbahaya Ilustrasi cegukan. ©shutterstock.com/AJP

Merdeka.com - Cegukan merupakan kontraksi tak sengaja dari otot diafragma, yaitu otot yang memisahkan dada dan perut serta memainkan peranan penting dalam pernapasan. Setiap kontraksi diikuti oleh penutupan pita suara, akhirnya menghasilkan suara "hic" yang khas.

Cegukan secara umum terjadi karena makan dengan porsi banyak atau meminum minuman bersoda dan beralkohol. Cegukan juga bisa disebabkan karena rasa terkejut. Dalam beberapa hal, cegukan merupakan suatu gejala medis tertentu. Bagi sebagian orang, cegukan hanya berlangsung beberapa menit.

Namun apabila cegukan terus berangsur berulang selama berbulan-bulan dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan berat badan. Cegukan yang berangsur beberapa hari atau berulang dalam beberapa bulan tanpa tahu sebabnya harus segera diperiksakan ke dokter.

Bisa jadi hal tersebut merupakan tanda-tanda suatu penyakit tertentu. Berikut 6 penyebab cegukan pada seseorang:

Makan Terlalu Cepat dan Banyak

Penyebab cegukan yang pertama terkait dengan kebiasaan dan pola makan. Makan yang terlalu cepat dan menelan udara bersama makanan juga dapat menyebabkan cegukan.

ilustrasi makan

Pixabay

Makanan berlemak atau pedas, dan minum terlalu banyak (minuman berkarbonasi atau alkohol) dapat membuat perut buncit dan menyebabkan iritasi diafragma, yang akhirnya dapat menyebabkan cegukan.

Gangguan Pencernaan

Penyebab lain cegukan yang tidak henti bisa jadi karena saluran pencernaan dan perut terganggu. Penyakit asam lambung (Gastroesophageal Reflux Disease GERD) umumnya terkait dengan bersendawa.

Terlepas dari gejala refluks utama yaitu regurgitasi asam, nyeri ulu ati, globus, disfagia (kesulitan menelan), suara serak, dan sebagainya, cegukan kerap ditemui pada penderita GERD. Dalam sebuah studi melaporkan bahwa 7,9% pria dan 10% wanita pasien GERD mengalami cegukan berkepanjangan.

Pemberian Anestesi Setelah Operasi

Penyebab cegukan juga bisa terjadi setelah menjalani operasi. Pemberian obat bius setelah operasi juga dapat menyebabkan cegukan berkelanjutan. Sebuah studi melaporkan seorang individu yang menerima operasi Whipple dan kolektomi mengalami cegukan terus menerus.

ilustrasi suntikan

Shutterstock.com/sheff

Di samping itu, mengonsumsi obat anestesi setelah proses operasi dikatakan menyebabkan cegukan pada pasien.

Stroke

Kerusakan pembuluh pada otak atau pecahnya pembuluh darah pada otak dapat menyebabkan cegukan tanpa henti. Cegukan ditemukan pada sebagian kecil orang yang terkena stroke. Cegukan juga dapat terjadi pada orang yang mengidap lupus eritematosus sistemik (SLE).

Hal ini perlu diperhatikan pada orang tua yang mengalami gejala cegukan tanpa henti sebelum terlambat. Cegukan yang tak henti bisa menandakan pecahnya pembuluh darah pada otak atau stroke.

Tumor Otak

Penyebab cegukan yang tak henti dapat disebabkan karena mengalami cedera pada sistem saraf maupun tumor pada otak. Penelitian US National Institutes of Healths National Library of Medicine melaporkan, tumor otak dapat menyebabkan cegukan secara terus menerus termasuk juga termasuk astrositoma (kanker otak), cavernoma (kelainan sistem saraf pusat), tumor batang otak.

ilustrasi tumor otak

Thinkstock photos/ Getty Images

Oleh sebab itu, cara menghentikan cegukan ini hanya dengan mengoperasi lesi batang otak. Penyakit lain yang dapat menyebabkan cegukan terus menerus tanpa henti yaitu neuromyelitis optica karena melibatkan saraf optic dan juga sumsum tulang belakang.

Kanker

Cegukan yang disebabkan oleh kanker dan kemoterapi dapat berkisar dari sesekali dan ringan hingga tanpa henti. Untuk pasien mesothelioma yang sudah menderita masalah pernapasan, cegukan bisa terasa menyakitkan. Dan mereka mungkin membuat pernapasan menjadi lebih sulit.

Cisplatin yang merupakan obat anti-kanker dan biasanya diberikan saat kemoterapi sering menjadi penyebab cegukan. Dalam sebuah studi di Italia dilaporkan bahwa 3,9% pasien rawat inap dan 4,5% pasien lawat jalan mengalami cegukan berkelanjutan yang parah.

Cara Mengobati Cegukan

Mengatur Pernapasan

Atur pernapasan anda secara perlahan. Bernapaslah dengan lambat dan hitung mundur selama lima detik begitu juga saat menghembuskannya.

ilustrasi bernapas

2012 Shutterstock/Robert Kneschke

Menahan Napas

Cobalah menarik napas dan tahan napas selama sekitar 10 detik. Kemudian hembuskan napas secara perlahan. Ulangi tiga atau empat kali. Kemudian ulangi 20 menit kemudian sampai cegukan berhenti.

Bersendawa

Beberapa orang mendapati bahwa jika mereka mengonsumsi minuman bersoda dan bersendawa, cegukan mereka akan hilang. Namun, beberapa dokter memperingatkan bahwa soda juga dapat memicu cegukan.

Makan Atau Minum

Minumlah air es atau berkumur dengan air es. Anda juga bisa mengisap es batu sedikit demi sedikit untuk perlahan-lahan menghilangkan cegukan. Selain es atau air dingin anda juga bisa memakan gula. Caranya ambil gula secukupnya dan tahan pada mulut anda menggunakan lidah selama 10 detik dan kemudian telanlah.

Titik Tekanan

Tarik lidah, pegang ujung lidah di jari dan tarik. Ini menstimulasi saraf vagus dan meredakan kejang diafragma, yang terkadang dapat menghentikan cegukan. Ini sering tidak berhasil.

Dalam sebagian besar kasus, cegukan hilang dengan sendirinya. Ada yang mengatakan bahwa dengan hanya menunggu dan tidak mengkhawatirkannya, masalahnya akan lebih cepat teratasi. Jika cegukan disebabkan oleh kondisi yang mendasarinya, mengobati kondisi itu dapat membantu menghilangkannya.

(mdk/amd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP