Pernikahan merupakan ikatan atau kesepakatan janji yang dilaksanakan dua orang untuk meresmikan hubungan perkawinan. Dalam bahasa arab, pernikahan berasal dari kata an-nikah yang memiliki arti jimak atau hubungan seksual. Selain itu, kata an-nikah juga memiliki makna akad yang berarti ikatan atau kesepakatan.
Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran, bahwa menikah juga memiliki tujuan kebaikan dalam kehidupan nyata. Salah satu tujuan menikah dalam Islam adalah beribadah kepada Allah. Sebagaimana Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits, artinya:
"Barangsiapa menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh ibadahnya (agamanya). Dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah SWT dalam memelihara yang sebagian lagi." (HR. Thabrani dan Hakim).
Baca juga: Sebab Perceraian Menurut Islam Ini Hak Dan Kewajibannya
Dalam kehidupan sehari-hari, pasangan suami istri hendaknya saling melayani dan membahagiakan satu sama lain. Terlebih sebagai kepala keluarga, seorang suami wajib untuk membina keluarganya agar senantiasa menjaga keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Lantas, apa saja kewajiban suami menurut Alquran dan Hadits? Simak ulasannya yang merdeka.com rangkum dari NU Online:
Advertisement
Kewajiban suami menurut Alquran dan Hadits yang pertama, yaitu memberi nafkah. Seorang suami harus menjamin keberlangsungan hidup keluarganya dengan cara memberinya nafkah, lahir dan batin. Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam salah satu hadits, artinya:
Dari Saad bin Abi Waqosh RA berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Selain itu, suami juga wajib untuk mencukupi kebutuhan istri secara tidak bakhil. Artinya, suami dituntut untuk tidak pelit sebab hal ini akan berdampak kurang baik dalam keharmonisan keluarga. Untuk itu, suami dan istri hendaknya bersikap longgar satu sama lain untuk saling membantu.
Menjaga Iman dan Meningkatkan Ketaqwaan
Tidak hanya memberi nafkah untuk anak dan istri, suami juga berkewajiban menjaga iman dan meningkatkan ketaqwaan keluarganya. Sebagai kepala keluarga, suami dituntut untuk terus menjaga agar senantiasa taat kepada Allah, yang diwujudkan dalam sikap menjadikan syariat Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa contoh menjaga iman dan meningkatkan ketaqwaan yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti beribadah bersama-sama, menjaga makanan dan minuman halal, dan mendidik anak agar berbudi pekerti luhur.
Advertisement
Menggauli istri secara baik menjadi salah satu kewajiban yang harus ditaati suami. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam surat an-Nisa ayat 19, artinya:
Artinya:"Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak."
Dalam kehidupan sehari-hari, suami wajib berbicara dan berkelakuan baik terhadap istri. Hal ini sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang senantiasa memperlakukan keluarganya dengan baik dan bersikap lemah lembut.
Menjaga Kehormatan Istri
Kewajiban suami menurut Alquran dan Hadits selanjutnya, yaitu menjaga kehormatan istri. Seorang suami harus mampu menjaga dan menutupi semua aib yang dimiliki istri. Selain itu, seorang suami juga wajib memberikan cinta dan kasih sayang kepada istrinya yang terwujud dalam perlakuan dan perkataan yang membuat istri nyaman.
Dalam memberikan kasih dan sayang untuk istri, bukan hanya atas dasar besar kecilnya cinta kepada istri, namun hal tersebut merupakan perintah Allah SWT. Dengan begitu, kebahagiaan serta keharmonisan dalam rumah tangga bisa diwujudkan.
Advertisement
Begitu adil Rasulullah SAW memanjakan para istrinya. Termasuk saat beliau menerima hadiah, yang dibagi rata.
Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, berkata, "Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, dan hadiah tersebut dikembalikan kepada beliau. Lalu beliau memberikan kepada masing-masing istrinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah." (HR. Ahmad).
Memuliakan Keluarga Istri
Kewajiban suami menurut Alquran dan Hadist lainnya, yaitu memuliakan keluarga sang istri. Secara naluri, seorang istri memiliki ikatan emosional yang kuat dengan keluarganya. Maka dari itu, seorang suami hendaknya menghormati dan memuliakan keluarga istri.