Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Gejala Usus Buntu pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai, Begini Cara Mengatasinya

5 Gejala Usus Buntu pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai, Begini Cara Mengatasinya Ilustrasi ibu hamil sakit. Shutterstock/KAMONRAT

Merdeka.com - Penyakit usus buntu merupakan peradangan yang terjadi pada usus buntu atau Apendiks yang bisa dialami oleh semua usia. Gejala yang sering dirasakan saat menderita penyakit ini ialah rasa nyeri hebat pada perut. Jika kondisi ini tidak segera diatasi maka bisa membahayakan jiwa, sehingga penting untuk mengetahui penyebabnya.

Dilansir dari Healthline, penyakit usus buntu bisa disebabkan oleh sumbatan pada usus buntu, baik sebagian maupun total. Jika hambatan usus buntu terjadi secara menyeluruh, maka hal ini bisa menjadi kondisi darurat yang harus segera ditangani dengan tindakan operasi.

Penyakit usus buntu bisa dialami oleh semua kalangan usia, tak terkecuali ibu hamil. Biasanya, ibu hamil yang menderita usus buntu akan ditandai beberapa gejala, seperti perut kembung, kehilangan nafsu makan, dan kesulitan membuang gas (kentut). Beberapa makanan juga sering terindikasi menyebabkan penyakit usus buntu.

Lantas, apa saja penyebab usus buntu pada ibu hamil dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya yang dirangkum dari laman Healthline berikut ini.

Gejala Usus Buntu pada Ibu Hamil

ilustrasi ibu hamil stres

©iStockphoto

Penyakit usus buntu atau dalam bahasa medis sering disebut apendistis merupakan kondisi ketika bagian usus besar yang terletak di sisi kanan bawah perut mengalami peradangan. Seseorang yang mengidap usus buntu biasanya mengalami beberapa gejala, di antaranya sebagai berikut:

  • Sering mual dan muntah bagian bawah
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Nyeri perut mendadak yang bermula dari sisi kanan perut bagian bawah.
  • Nyeri perut yang bermula di sekitar pusar, kemudian pindah ke perut bagian bawah.
  • Mengalami demam dan perut kembung.
  • Penyebab Usus Buntu pada Ibu Hamil

    Rasa nyeri pada perut akan semakin parah, ketika pengidap usus buntu sedang bergerak, menarik napas dalam, batuk, dan bersin. Bagi wanita hamil yang mengalami kondisi ini, biasanya akan merasakan nyeri pada perut bagian atas, karena posisi usus buntu menjadi lebih tinggi saat hamil.

    Salah satu penyebab pemicu gejala usus buntu yang paling utama ialah faktor makanan. Adapun beberapa makanan penyebab usus buntu yang seringkali dirasakan penderita ialah sebagai berikut:

    Makanan Pedas

    Makanan penyebab usus buntu yang sering terjadi ialah mengonsumsi makanan pedas berlebihan. Biji cabai yang tidak hancur dapat menyumbat usus dalam jangka panjang, sehingga mengakibatkan usus buntu. Makanan pedas ini bisa menganggu pencernaan dan menimbulkan rasa sakit parah di sekitar dada dan pusar.

    Alkohol

    Mengonsumsi alkohol dengan kadar tinggi juga dapat menyebabkan usus buntu. Alkohol dikenal sebagai minuman yang bisa menimbulkan dehidrasi. Maka hal ini bisa memperlambat proses pencernaan dan memperburuk gejala sembelit yang sering menjadi pemicu radang usus buntu. Oleh karena itu, sebaiknya mengurangi mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

    Daging Merah

    Makanan penyebab usus buntu berikutnya adalah daging merah. Kandungan lemak dan zat besi yang sangat tinggi pada daging merah membuat bahan makanan ini sulit dicerna oleh usus. Proses mencerna makanan yang lama seperti ini bisa meningkatkan risiko peradangan pada usus buntu.

    Kafein

    Kebanyakan mengonsumsi kafein juga dapat memberi efek tidak baik untuk kesehatan pencernaan. Terlebih bagi seseorang yang berada dalam kondisi dehidrasi dan langsung mengonsumsi kafein, hal ini bisa menyebabkan sembelit karena pembentukan fases yang keras. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gejala usus buntu.

    Cara Mengatasi Usus Buntu pada Ibu Hamil

    ilustrasi ibu hamil stres

    ©iStockphoto

    Gejala usus buntu jika tidak segera diatasi maka bisa membahayakan keselamatan ibu hamil. Oleh karena itu, Ibu hamil harus segera periksa ke dokter. Umumnya, dalam tahap usus buntu ringan, pengidap penyakit ini terlebih dahulu akan diberi obat antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi, terutama pada usus buntu yang belum pecah namun sudah berbentuk abses.

    Namun, apabila sudah memasuki usus buntu akut, operasi akan menjadi salah satu jalan keluar. Jika ibu hamil telah memasuki trimester pertama atau kedua, dokter cukup melakukan operasi laproskopi. Biasanya, tahap operasi ini akan melibatkan dokter kandungan dan juga spesialis anestesi supaya rahim penderita tidak mengalami kontraksi.

    (mdk/jen)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP