5 Fakta Seleksi CPNS di Yogyakarta, Ramai Peminat dan Saingan Ketat
Merdeka.com - Pemkot Kota Yogyakarta menggelar seleksi CPNS pada tanggal 19-20 Februari 2020. Tes tersebut diselenggarakan di Graha Wana Bhakti Yasa dan diikuti oleh 3.098 peserta.
Walaupun diikuti oleh banyak peserta, namunseleksi CPNS dapat terselenggara dengan lancar. Berikut ini adalah 5 fakta mengenai seleksi CPNS di Yogyakarta.
Berjalan Ketat

2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Jalannya tes Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) di Graha Wana Bhakti Yasa berjalan ketat. Dari 525 peserta yang mengikuti tes ini di tiap sesinya, hanya ada sekitar 30-40 peserta yang tidak memenuhi passing grade. Sisanya atau sebagian besar peserta dapat memenuhi passing grade dari tiap formasi yang ditawarkan.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengaku gembira dengan hasil ini. Dari hasil ini, siapapun nanti yang diterima sebagai CPNS di Kota Yogyakarta pastinya memiliki kualifikasi yang sangat baik, kata Heroe seperti dilansir dari Antaranews.com.
Passing Grade yang ditetapkan dalam tes SKD itu sendiri adalah 271 dengan rincian tes karakter kepribadian adalah 126, tes intelegensi umum 80, dan tes wawasan kebangsaan adalah 65.
Fasilitas untuk Disabilitas

2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Di tempat ujian sendiri, juga disediakan tempat mengantri khusus untuk penyandang disabilitas. Berbeda dengan peserta lainnya, mereka dipanggil terlebih dahulu untuk verifikasi dan kemudian masuk ke ruang ujian.
Sekitar dua per tiga dari total peserta CPNS di Kota Yogyakarta adalah perempuan. Selain itu juga banyak ibu hamil sehingga perlu disediakan fasilitas khusus. Kami bahkan menyiapkan tempat khusus untuk ibu menyusui.
"Kami juga tak lupa menyediakan Ambulan dan pemadam kebakaran," jelas Kris Sardjono Sutedjo, Kepala Badan Kepegawaian Dan Pelatihan (BKPP) Kota Yogyakarta.
Kehadiran Peserta

2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Dari dua tes yang sudah dilaksanakan, tidak semua peserta hadir. Pada sesi satu tercatat 23 peserta tidak hadir. Sementara pada sesi dua ada 16 peserta yang tidak hadir.
Menurut keterangan Kris Sardjono Sutedjo, ada seorang peserta tidak bisa mengikuti ujian di sesi satu karena tidak mengenakan pakaian yang sesuai, yaitu putih untuk atasan dan hitam untuk bawahannya. Peserta tersebut sudah diminta untuk ganti, tapi tidak kembali, kata Kris dilansir dari Antaranews.com
Berjalan Lancar

2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Kris Sardjono Sutedjo menambahkan kalau tes SKD dari pagi sampai sore itu berjalan cukup lancar. Tidak ada kendala. Peserta tertib mengikuti ujian dan tidak ditemukan hal-hal yang aneh. Peserta juga sulit mencontek karena soal yang diberikan berbeda-beda.
Nantinya, dari setiap formasi yang dibuka, akan dipilih tiga peserta terbaik yang memenuhi passing grade untuk maju ke tahap selanjutnya yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
Komputer Rusak

2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Walaupun secara keseluruhan berjalan lancar, namun pelaksanaan jalannya SKD tak luput dari kendala. Astama Izqi, salah satu peserta mengatakan, dirinya sempat mengalami kendala karena komputer yang digunakannya tidak menampilkan soal. Padahal dia sudah memasukkan pinnya dengan benar. Sempat khawatir juga. Tapi akhirnya minta dipindahkan ke komputer lain, jelas Astami Izqi dilansir dariAntaranews.com.
"Tadi masuk lalu memasukkan nomor KTP, terus nomor peserta, dan nomor PIN. Terus pas saya klik tidak muncul. Ada dua yang tidak muncul tadi, yaiut punya saya dan punya belakang saya. Ya minta tolong ke petugas. Tapi tidak apa-apa," ungkap Izqi.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya