Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Fakta Gunung Merapi Erupsi, 10 Wilayah Terdampak Hujan Abu

5 Fakta Gunung Merapi Erupsi, 10 Wilayah Terdampak Hujan Abu awan panas gunung merapi. ©2021 Merdeka.com/antara

Merdeka.com - Gunung Merapi kembali erupsi pada Sabtu siang (11/3). Petugas Pemantau Gunung Merapi Pos Babadan Yulianto mengatakan awan panas guguran terjadi pada pukul 12.12 WIB.

Sebagian wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah terdampak hujan abu dari awan panas guguran (APG) Gunung Merapi. Ia menyampaikan beberapa daerah terdampak hujan abu, yakni Kecamatan Dukun, Sawangan, dan sebagian Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali.

Berikut fakta Gunung Merapi Erupsi.

Wilayah yang Terdampak

gunung merapi kembali erupsi

©2023 Merdeka.com

Yulianto menyebutkan sejumlah desa yang telah melaporkan terjadi hujan abu, antara lain Paten, Keningar, Mangunsuko, Dukun, dan Sengi untuk wilayah Kabupaten Magelang.

Kemudian untuk wilayah Boyolali, yakni Tlogolele, Klakah, Jrakah, Wonolelo, dan Krogowanan.

"Ketebalan abu tidak begitu tebal karena tersapu angin," katanya.

Kubah Lava sebagian Longsor

Yulianto menjelaskan awan panas guguran ini akibat kubah lava sebagian longsor. Secara umum, katanya hujan abu Gunung Merapi ini tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini hingga saat ini dengan status Siaga.

Awan Panas Guguran ke arah Kali Bebeng atau Kali Krasak

gunung merapi erupsi jalur pendakian ditutup

©Antara/HO-Dokumen Pribadi.

Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) erupsi pada Sabtu (11/3/2023). Imbasnya, meluncurkan awan panas guguran ke arah Kali Bebeng atau Kali Krasak.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso melalui keterangan resmi di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan awan panas guguran terjadi pada pukul 12.12 WIB. Dia menyebut erupsi Gunung Merapi masih berlangsung.

"Saat ini erupsi masih berlangsung. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya," kata dia seperti dilansir dari Antara.

Masyarakat Dihimbau Jauhi 7 Kilometer

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso  meminta masyarakat menjauhi jarak bahaya 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi di alur Kali Bebeng dan Krasak.

  • Hingga saat ini BPPTKG belum memberikan laporan resmi terkait jarak luncur awan panas guguran tersebut, imbas dari erupsi Gunung Merapi.
  • 19 kali gempa vulkanik dalam

    Berdasarkan pengamatan pada Sabtu (11/3/2023) mulai pukul 06.00-12.00 WIB, BPPTKG mencatat satu kali guguran lava keluar dari Gunung Merapi dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter ke arah barat daya.

    Selama periode itu, Gunung Merapi juga tercatat mengalami sembilan kali gempa guguran, satu kali gempa fase banyak, dan 19 kali gempa vulkanik dalam, demikian Agus Budi Santoso.

    (mdk/Tys)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP