5 Bahaya Makanan Manis untuk Anak, Pahami Aturan Konsumsinya
Merdeka.com - Makanan manis atau camilan memang umumnya digemari oleh anak-anak. Hal ini karena anak-anak cenderung memiliki lidah yang sensitif terhadap rasa manis dan kurang toleransi terhadap rasa pahit atau asam. Selain itu, makanan manis juga memberikan rasa senang dan kepuasan sementara pada anak-anak, sehingga mereka cenderung menyukai makanan tersebut.
Namun, penting untuk diingat bahwa makanan manis atau camilan yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan anak-anak. Perlu diketahui bahwa konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada anak. Dalam hal ini, terdapat beberapa bahaya makanan manis untuk anak yang perlu Anda perhatikan.
Beberapa bahaya makanan manis untuk anak diketahui dapat menyebabkan obesitas, memicu diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, hingga menyebabkan kerusakan gigi. Bukan hanya itu, bahaya makanan manis juga dapat memengaruhi kecerdasan otak dan perilaku anak.
Dengan begitu, setiap orang tua wajib mengetahui apa saja bahaya makanan manis untuk anak. Selain itu, Anda juga perlu memahami berapa takaran konsumsi gula yang baik sesuai anjuran yang sehat untuk anak-anak.
Dengan pengetahuan ini, Anda bisa lebih memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi anak sehari-hari untuk mencegah berbagai risiko penyakit serius. Dari berbagai sumber, berikut kami merangkum beberapa bahaya makanan manis untuk anak, perlu Anda ketahui.
Bahaya Makanan Manis: Obesitas, Penyakit Kronis, Kerusakan Gigi
Obesitas

©2015 Merdeka.com/shutterstock
Bahaya makanan manis untuk anak yang pertama dapat memicu obesitas. Saat si kecil terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, kalori-kalori dari gula yang masuk ke dalam tubuh akan menumpuk dan semakin menumpuk. Belum lagi, makanan manis kerap memberikan efek ketagihan pada anak-anak sehingga membuatnya selalu ingin makan.
Jika tidak dikontrol dengan baik, makanan manis yang banyak dikonsumsi anak memicu pertumbuhan berat badan yang semakin meningkat. Bahkan, konsumsi makanan manis ini bisa memicu kondisi obesitas, yaitu berat badan anak yang melebihi batas normal dari ukuran tubuhnya. Terlebih, jika anak sehari-hari malas beraktivitas dan jarang olahraga, risiko obesitas akan semakin tinggi.
Penyakit Kronis
Bahaya makanan manis untuk anak berikutnya dapat memicu penyakit kronis. Perlu diketahui, berbagai makanan dan minuman yang banyak mengandung gula, dapat meningkatkan risiko penyakit kronis pada anak. Mulai dari diabetes tipe2, kolesterol tinggi, hingga hipertensi.
Jika anak terbiasa makan makanan dan minum minuman manis dari kecil, maka asupan gula yang masuk ke dalam tubuh dapat meningkatkan tekanan darah dan merangsang hati untuk membuang lebih banyak lemak yang ditimbulkan dari gula. Jika tidak dikelola, kedua kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes hingga penyakit jantung yang mengancam keselamatan jiwa.
Kerusakan Gigi

©2021 Merdeka.com
Bahaya makanan manis untuk anak selanjutnya dapat menyebabkan kerusakan gigi. Ini adalah hal umum yang sudah banyak orang ketahui, bahwa kandungan gula dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi secara berlebihan, tidak baik untuk kesehatan gigi anak.
Di mana sisa gula dari makanan dan minuman tersebut dapat menumpuk di celah-celah gigi, bercampur dengan bakteri mulut, sehingga dapat mengakibatkan gigi berlubang. Terlebih jika anak belum terbiasa menyikat gigi secara teratur, maka ini semakin memperburuk kondisi kesehatan giginya. Dengan begitu, mulai batasi konsumsi gula pada anak dan dorong anak untuk membiasakan diri menyikat gigi secara rutin.
Bahaya Makanan Manis: Kecerdasan Anak, Perilaku Anak
Kecerdasan Anak

©2019 Merdeka.com
Bahaya makanan manis untuk anak juga dapat memengaruhi kecerdasan otak anak. Mengonsumsi terlalu banyak makanan dan minuman dengan gula tinggi, dikaitkan dengan tingkat kecerdasan otak yang lebih rendah.
Bukan tanpa alasan, konsumsi terlalu banyak makanan manis dapat menurunkan kemampuan anak memahami informasi yang disampaikan, kemampuan anak menyampaikan informasi melalui kata-kata yang baik dan rapi, kemampuan mengoordinasi penglihatan dalam aktivitas fisik, hingga kemampuan anak memecahkan masalah.
Perilaku Anak

©2022 Merdeka.com/Freepik
Bahaya makanan manis untuk anak yang terakhir namun tak kalah penting, yaitu dapat memengaruhi perilaku anak. Konsumsi terlalu banyak makanan atau minuman yang mengandung gula tinggi, dapat memicu kenaikan gula darah secara drastis pada tubuh anak. Kondisi ini kemudian mendorong perilaku anak yang cenderung hiperaktif karena mempunyai energi berlebih dalam tubuhnya.
Perilaku hiperaktif ini dapat ditandai dengan adanya peningkatan gerakan atau aktivitas anak, tindakan yang cenderung impulsive dan tidak bisa diam, hingga sulit untuk berkonsentrasi dan anak cenderung mudah terganggu atau terdistraksi. Dengan begitu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan konsumsi anak agar tidak menimbulkan berbagai kondisi yang berbahaya.
Aturan Konsumsi Makanan Manis pada Anak

©2018 Liputan6.com
Setelah memahami berbagai bahaya makanan manis untuk anak, terakhir Anda perlu memahami berapa takaran konsumsi gula yang dilanjutkan pada anak-anak. Pada anak-anak berusia 2 hingga 18 tahun, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung gula, tidak lebih dari 25 gram, atau tidak lebih dari 6 sendok teh gula per harinya.
Sedangkan pada anak-anak di bawah usia 2 tahun, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi gula tambahan sama sekali. Anak usia ini baik untuk mengonsumsi ASI atau makanan pendamping ASI yang sehat dan bernutrisi. Jika ingin memberikan makanan manis, Anda bisa memberikan potongan buah dengan daging yang lembut agar lebih mudah dikonsumsi.
Begitu pula untuk anak-anak usia 2-18 tahun, Anda perlu mengajarkan anak untuk lebih banyak mengonsumsi buah, daripada konsumsi makanan atau minuman kemasan mengandung gula tinggi. Anda juga bisa mendorong anak untuk mengonsumsi camilan sehat seperti kacang-kacangan untuk memberikan nutrisi baik bagi tubuh. Ingat, meskipun tidak dilarang untuk konsumsi makanan manis, namun Anda tetap harus memperhatikan takaran sehat yang dianjurkan.
(mdk/ayi)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya