Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Fakta Sejarah Masjid Majasem, Jadi Saksi Penyebaran Islam di Klaten

4 Fakta Sejarah Masjid Majasem, Jadi Saksi Penyebaran Islam di Klaten Masjid Majasem. ©jatengprov.go.id

Merdeka.com - Tak jauh dari pusat Kota Klaten, terdapat sebuah masjid tua yang cukup bersejarah. Konon, bagunan masjid di sana sudah berdiri sejak tahun 1385.

Menyambangi masjid itu sesungguhnya tidak terlalu sulit. Dari pusat Kota Klaten, lokasi Masjid Majasem dapat ditempuh sekitar 13 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Dilansir dari Jatengprov.go.id, masjid ini jadi saksi bisu penyebaran agama Islam di wilayah Klaten. Keberadaannya masih berhubungan erat dengan Kasunanan Surakarta.

Lalu bagaimana sejarah masjid tua itu? Berikut selengkapnya:

Sejarah Masjid Majasem

masjid majasem

©jatengprov.go.id

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Majasem, Sugimin, mengatakan bahwa di zaman dulu masjid ini adalah sebuah langgar. Namanya Langgar Kalimasada. Konon langgar ini dibangun oleh para wali pada tahun 1385 Masehi.

Setelah masa itu, langgar tersebut sempat tidak terawat. Lalu pada tahun 1780 Masehi, utusan dari Keraton Kartasura memugar langgar berukuran 10x10 meter persegi itu menjadi sebuah masjid.

Prasasti Raja Surakarta

masjid majasem

©jatengprov.go.id

Pada dinding masjid, terpahat sebuah prasasti bertandatangan Raja Surakarta Pakubuwana XII. Lalu persis di samping pintu utama masjid, ada sebuah prasasti bertuliskan Masjid Baitul Makmur 1385 M Majasem tanggal 6 Januari 2001.

Sugimin mengaku sudah berusaha mencari bukti soal prasasti itu hingga ke Keraton Surakarta, namun bukti tertulis penanggalan itu telah musnah saat Perpustakaan Keraton Radya Pustaka terbakar.

“Setelahnya, ada sosok Pangeran Ngurawan dari Kartasura sebelum kraton pindah ke Surakarta yang diberikan hak perdikan di sini. Kemudian membangun Langgar Kalimosada jadi Masjid Majasem. Kenapa disebut Majasem, karena di sini dulu banyak tumbuh pohon maja dan pohon asem,” kata Sugimin dikutip dari Jatengprov.go.id.

Ada Makam Kuno

masjid majasem

©jatengprov.go.id

Menurut Sugimin, dulunya bangunan asli masjid hanya 10x10 meter persegi. Di dalamnya terdapat 16 tiang penyangga yang terbuat dari kayu dan pondasinya berupa batu. Setelah zaman berkembang, dibangun pula bangunan tambahan berupa serambi dan tempat ibadah khusus putri.

Sementara itu di sebelah barat masjid, terdapat sebuah pemakaman kuno. Makam yang terdiri dari puluhan nisan itu dipercaya menjadi tempat peristirahatan Pangeran Ngurawan dan keluarganya. Pada 22 Juni 2020, bangunan masjid ini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah.

Daya Tarik Wisata

masjid majasem

©jatengprov.go.id

Di Bulan Ramadan ini, Masjid Majasem disemarakkan dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan kegiatan buka puasa bersama.

Ketua Komunitas Pecinta Cagar Budaya (KPCB) Klaten Wisnu Hendrata menyebutkan pemanfaatan Masjid Majasem ini merupakan salah satu bentuk pelestarian. Cerita yang berkembang di tengah masyarakat tentang masjid ini juga disebut sebagai daya tarik wisata.

“Kami juga mengajak agar pihak terkait melakukan studi lebih lanjut terkait tahun pasti pembangunan masjid. Agar menjadi sarana edukasi bagi generasi selanjutnya,” kata Wisnu dikutip dari Jatengprov.go.id pada Jumat (8/4).

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP