4 Cara Mengobati Diare Secara Alami, Perhatikan Pola Makan

Jumat, 13 November 2020 14:34 Reporter : Jevi Nugraha
4 Cara Mengobati Diare Secara Alami, Perhatikan Pola Makan ilustrasi sakit perut. ©www.homeremedyshop.com

Merdeka.com - Diare merupakan salah satu penyakit yang paling umum dialami oleh setiap orang. Kondisi yang membuat penderitanya sering buang air besar ini biasanya disebabkan karena makanan atau minuman yang terpapar virus atau bakteri. Biasanya, penderita akan mengalami perut terasa mulas, tinja encer, pusing, dan lemas.

Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan, diare merupakan gejala gangguan saluran pencernaan yang menyebabkan tinja seseorang berubah encer atau berair. Diare sendiri menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Jumlah kasus diare seluruh Indonesia sekitar 7 juta, dengan kasus terbanyak di Provinsi Jawa Barat yang mencapai 1,2 juta kasus.

Seseorang yang mengalami beberapa gejala diare harus segera mendapatkan penanganan. Jika tidak, kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit lainnya, seperti diare kronis yang bisa berlangsung lebih dari dua minggu. Oleh karena itu, para ahli menyarankan untuk segara berkonsultasi dengan dokter.

Lantas, bagaimana cara mengobati diare secara alami? Simak ulasannya yang merdeka.com lansir dari Healthline berikut ini:

2 dari 4 halaman

Penyebab Diare

ilustrasi diare
©Shutterstock.com/ Alliance

Ada banyak penyebab diare, seperti kebiasaan mengonsumsi alkohol dan minuman yang mengandung kafein. Terlalu banyak minum alkohol dan kafein dapat menyebabkan buang air besar cair. Selain itu, ada beberapa penyebab diare lainnya, di antaranya sebagai berikut:

Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Penyebab diare yang pertama yaitu kebiasaan penggunaan obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat-obatan yang bisa menyebabkan diare di antaranya antibiotik, antidepresan, hingga obat-obatan kemoterapi. Seseorang yang memiliki obat-obatan tersebut rentan terkena diare.

Makanan Tinggi Gula

Salah satu penyebab diare yang paling umum ialah kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula. Beberapa jenis gula atau pemanis tertentu dianggap bisa meningkatkan risiko diare kronis, terutama jika dilakukan setiap hari. Beberapa makanan yang mengandung sorbitol, manitol, dan fruktosa sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Infeksi Parasit

Diare juga bisa disebabkan adanya infeksi parasit pada usus. Biasanya, mengonsumsi makanan yang tidak sehat secara berlebihan dapat menyebabkan jenis infeksi ini.

Mengidap Tumor

Seseorang yang mengidap tumor juga rentan mengalami diare. Sebab, kondisi ini bisa menyebabkan gerakan usus meningkat dan menurunkan fungsi penyerapan makanan. Hal inilah yang menyebabkan penderita bahkan bisa mengalami diare lebih dari 2 minggu atau diare kronis.

3 dari 4 halaman

Gejala Diare

ilustrasi sakit perut©iStockphoto

Seperti yang sudah diketahui, diare merupakan gangguan pencernaan yang terjadi akibat makanan atau minuman yang terpapar bakteri.

Diare yang berlangsung bukan merupakan kondisi medis serius, namun jika diare berlangsung lama bisa menjadi masalah kesehatan yang berbahaya. Gejala diare kronis bisa beragam, namun biasanya penderita akan mengalami beberapa kondisi seperti berikut:

• Pucat

• Mual

• Berkeringat di malam hari

• Kram perut

• Sakit perut berat

• Demam

4 dari 4 halaman

Cara Mengobati Diare Secara Alami

ilustrasi sakit perut©iStockphoto

Seseorang yang merasakan beberapa gejala diare, sebaiknya segara berkonsultasi dengan dokter. Ada beberapa cara mengobati diare secara alami yang bisa dicoba, seperti perbanyak minum cairan, konsumsi makanan probiotik, dan menghindari mengonsumsi makanan yang mengandung gas. Selain itu, ada beberapa cara mengobati di antaranya sebagai berikut:

Kemiri

Kemiri mengandung serat yang dapat berfungsi membantu proses memperlancar pencernaan. Tak hanya itu, kemiri juga memiliki sifat anti mikroba yang berperan penting dalam menghentikan diare. Sehingga mengonsumsi kemiri secara teratur berperan penting untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Rebusan Daun Pandan

Pandan merupakan jenis tanaman yang tumbuh subur di kawasan Asia Tenggara, seperti Indonesia, Thailand, Malaysia dan Sri Lanka. Tanaman yang memiliki nama latin Pandanus Amaryllifolius ini, tingginya bisa mencapai 1-2 meter. Di samping itu, pandan juga memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh.

Di Indonesia sendiri, pandan biasa tumbuh subur di pekarangan rumah atau di tepi-tepi selokan. Daun pandan juga sering digunakan oleh masyarakat sebagai pewangi atau bumbu dalam membuat aneka menu makanan dan minuman.

Selain memiliki aroma wangi dan cita rasa yang manis, kandungan daun pandan juga dipercaya memiliki segudang manfaat untuk kesehatan, salah satunya adalah mengobati diare. Hal ini karena ekstrak daun pandan memiliki efek antibakteri dan antimikroba yang dapat membantu membersihkan bakteri berbahaya di dalam usus. Sehingga, mengonsumsi air rebusan daun pandan berfungsi efektif mengatasi diare yang disebabkan keracunan makanan.

Jahe

Salah satu jamu yang paling mudah didapatkan adalah wedang jahe. Hampir semua warung makan di Indonesia menyediakan wedang jahe.

Jenis jamu yang menggunakan bahan dasar jahe ini terkenal sebagai minuman yang berfungsi menghangatkan tubuh. Selain itu, struktur jahe mengandung senyawa genarial, lypdis dan protein yang dapat membantu mencegah penyakit diabetes, mengobati diare, hingga mencegah kanker.

Jambu Biji

Sejak dahulu, jambu bisa sudah dipercaya efektif mengobati diare. Beberapa kandungan pada jambu biji seperti vitamin C dan flavonoid berperan penting untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Oleh karena itu, jambu biji berfungsi efektif untuk mengobati diare secara alami.

[jen]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini