25 Kata-kata Joko Pinurbo yang Penuh Makna Mendalam, Romantis dan Menyentuh Hati

Jumat, 24 Juli 2020 07:00 Reporter : Jevi Nugraha
25 Kata-kata Joko Pinurbo yang Penuh Makna Mendalam, Romantis dan Menyentuh Hati Joko Pinurbo. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Joko Pinurbo merupakan salah satu penyair terkenal di Indonesia. Pria yang akrab disapa Jokpin ini telah menghasilkan puluhan karya puisi yang fenomenal. Jokpin dikenal sebagai penyair yang unik karena puisi-puisinya yang menggelitik, namun tetap terdengar indah dan romantis.

Pria kelahiran Sukabumi, 11 Mei 1962 ini menyelesaikan pendidikan terakhirnya di Sanata Dharma, Yogyakarta. Sejak kecil, Jokpin sudah dikenal sangat hobi membaca. Beliau mulai gemar membaca puisi karya-karya Sapardi Djoko Damono dan Goenawan Mohamad ketika berusia 15 tahun.

Jokpin semakin dikenal publik ketika melahirkan kumpulan puisi berjudul Celana (1999). Karya ini menggabungkan unsur humor, narasi, dan ironi yang berhasil menarik perhatian berbagai kalangan. Melalui kumpulan puisi ini Jokpin mendapatkan penghargaan Sastra Lontar pada 2011.

Puluhan karyanya yang menggelitik dan romantis, menjadikan puisi Jokpin sangat digemari kawula muda. Tak heran, jika sosok penyair sederhana ini memiliki banyak penggemar dari kalangan milenial. Berikut kata-kata mutiara Joko Pinurbo yang inspiratif dan penuh makna.

2 dari 4 halaman

Kata-kata Joko Pinurbo yang Menyentuh Hati

034 destriyana
©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Karen Grigoryan

1. Cinta seperti penyair berdarah dingin yang pandai menorehkan luka. Rindu seperti sajak sederhana yang tak ada matinya.

2. Kupetik pipinya yang ranum, ku minum dukanya yang belum: Kekasihku, senja dan sendu telah diawetkan dalam kristal matamu.

3. Sebagian rambutku sudah jadi rambut salju. Jangan sedih. Aku belum lupa cara berbahagia. Dompet boleh padam, rezeki tetap menyala.

4. Uang, berilah aku rumah yang murah saja, yang cukup nyaman buat berteduh senja-senjaku, yang jendelanya hijau menganga seperti jendela mataku.

5. Tuhan yang merdu, terimalah kicau burung dalam kepalaku.

6. Malam sudah lunglai, pagi sebentar lagi sampai, tapi kau tahan menyanyi dan bergoyang terus di celah-celah sajakmu.

7. Selamat datang. Saya sudah menyiapkan semua yang akan saudara rampas dan musnahkan: kata-kata, suara-suara, atau apa saja yang saudara takuti tapi sebenarnya tidak saya miliki.

8. Selamat ulang tahun, buku. Anggap saja aku kekasih atau pacar naasmu. Panjang umur, cetak-ulang selalu!

9. Kereta sudah siap. Para pelayat berjejal di dalam gerbong sambil melambai-lambaikan bendera. "Perempuan, ikutlah bersama kami. Kita akan pergi menyambut revolusi."

10. Tengah malam pemulung kecil itu datang
memungut barang-barang yang berserakan
di lantai rumah: onggokan sepi, pecahan bulan, bangkai celana, bekas nasib, kepingan mimpi.

3 dari 4 halaman

Kata-kata Joko Pinurbo yang Romantis

11. Anda boleh menulis puisi untuk atau kepada siapa saja asal jangan sampai lupa menulis untuk atau kepada saya. Siapakah saya? Saya adalah Kata.

12. Dengan atau tanpa celana, saya akan tetap menulis puisi.

13. Selamat ulang tahun, buku. Makin lama kau makin kaya saja. Tambah cerdas pula. Aku saja yang tambah parah dan sekarang mulai pelupa.

14. Sesungguhnya kita ini penggemar dangdut. Kita suka menggoyang-goyang memabuk-mabukkan kata memburu dang dang dang dan ah susah benar mencapai dut.

15. Sesekali ia bercanda juga: "Jaman susah begini, siapa suruh jadi penyair? Sudah hampir pagi masih juga sibuk melamun. Lebih enak jadi teman penyair."

16. Tinggallah malam yang redam, langit yang diam. Tinggallah air mata yang menetes pelan ke dalam segelas bir yang menempel pada dada yang setengah terbuka, setengah merdeka.

17. Maaf, aku tidak bisa kasih hadiah apa-apa selain sejumlah ralat dan catatan kaki yang aku tak tahu akan ku taruh atau kusisipkan di mana. Sebab kau sudah pintar membaca dan meralat dirimu sendiri.

18. Si kecil yang suka makan es krim itu sudah besar dan perawan, sudah tidak pemalu dan ingusan.

19. Malam heboh sekali. Orang-orang mulai resah menunggu kereta.

20. Kau bahkan sudah tidak seperti dulu ketika aku berdarah-darah menuliskanmu. Dan aku agak curiga jangan-jangan kau (pura-pura) pangling dengan saya.

4 dari 4 halaman

Kata-Kata Joko Pinurbo yang Penuh Makna

joko pinurbo©2019 Merdeka.com

21. Para pejoget dangdut sudah tumbang dan terkulai satu demi satu kemudian tertidur di baris-baris sajakmu.

22. Kau penyair ya? Kutahu itu dari kepalamu yang botak dan licin seperti semangka.

23. Kau tergoda dan ingin lebih lama terpana ketika matanya mengerjap dan bulan muncrat di atas rambutnya yang hitam pekat.

24. Sebab kata-kata sudah besar, sudah selesai studi, dan mereka harus pergi cari kerja sendiri.

25. Kau tampak sempoyongan, tapi kau bilang: “Aku tidak mabuk.” Mungkin aku harus lebih sabar menemanimu.

[jen]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini